{"id":6261,"date":"2023-01-06T01:00:30","date_gmt":"2023-01-05T18:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6261"},"modified":"2023-01-06T07:21:34","modified_gmt":"2023-01-06T00:21:34","slug":"4-tahap-budidaya-cabe-keriting-yang-berbuah-lebat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/4-tahap-budidaya-cabe-keriting-yang-berbuah-lebat\/","title":{"rendered":"4 Tahap Budidaya Cabe Keriting yang Berbuah Lebat"},"content":{"rendered":"<p>Sampai saat ini, masih banyak yang bertanya tentang cara budidaya cabe keriting yang berbuah lebat. Hal itu\u00a0menandakan bahwa\u00a0komoditi pertanian yang satu ini masih banyak peminatnya.<\/p>\n<p>Entah itu petani pemula atau yang beralih profesi, atau yang sudah sekian lama berbudidaya, tapi hasilnya belum maksimal. Kita tahu, tanaman cabe termasuk tanaman yang sering mendapatkan\u00a0gangguan hama dan penyakit.<\/p>\n<p>Untuk itu, Pak Tani Digital di sini mencoba berbagi informasi tentang dasar-dasar cara membudidayakan cabe keriting dengan baik.<\/p>\n<p>Secara umum, teknik budidaya antara satu petani dengan yang lainnya ada kesamaan, mulai dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman dan perawatan,\u00a0hingga panen dan penanganan pasca panen.<\/p>\n<p>Meski begitu, sebagian di antaranya melakukan dengan cara yang sedikit berbeda, terutama karena jenis cabe keriting yang mereka tanam.<\/p>\n<p>Umumnya, cabe keriting bisa tumbuh hampir di semua tempat, tapi untuk hasil yang optimal, ada jenis cabe\u00a0untuk dataran rendah dan dataran tinggi.<\/p>\n<p>Satu hal yang harus kita pahami, keberhasilan dalam budidaya cabe keriting harus dilihat secara luas, yakni mulai dari teknik budidaya, penanganan\u00a0panen dan pasca panen,\u00a0dan juga pemasaran.<\/p>\n<p>Namun, untuk tulisan kita saat ini, hanya\u00a0fokus pada teknik budidaya. \u00a0Mari kita simak bersama, seperti apa cara budidaya cabe keriting yang berbuah lebat itu?<\/p>\n<h3><b><\/b>Persiapan Lahan &amp; Bibit Cabe Keriting<\/h3>\n<p>Beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam persiapan lahan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Jadwal penanaman, yakni lahan kita siapkan 30 hari sebelum tanam. Pada saat yang sama, kita siapkan juga urusan pembibitannya.<\/li>\n<li>Perhatikan lahan yang akan ditanami, termasuk dataran tinggi atau dataran rendah. Kemudian, sesuaikan dengan jenis bibit cabe keritingnya.<\/li>\n<li>Lahan yang akan kita pakai, juga bukan bekas tanaman cabe atau <em>family<\/em> cabe lainnya, seperti tomat, terong, takokak, dan kentang.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6263\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Menanam-Cabe-Keriting.jpg\" alt=\"Menanam Cabe Keriting\" width=\"500\" height=\"500\" \/><\/p>\n<p>Seputar bibit, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Pilihlah bibit yang bersertifikat untuk memastikan kualitas bagus.<\/li>\n<li>Cermati tanggal kadaluarsanya. Jangan pakai yang sudah lewat masanya.<\/li>\n<li>Pakai bibit dengan merk yang terdaftar di pemerintah.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/asal-usul-cabe-peter-cara-budidaya\/\">Yuk, Ketahui Asal Usul Cabe Peter dan Cara Budidayanya<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b>Pengolahan Lahan<\/h3>\n<p>Beberapa langkah pengolahan lahan yang harus dilakukan saat\u00a0budidaya cabe keriting adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Penggemburan lahan dengan mencangkul atau menggunakan traktor.<\/li>\n<li>Pastikan tanah terbalik dengan sempurna. Yang semula ada di bawah, bisa diangkat,dan yang di atas bergulir ke bawah.<\/li>\n<li>Pastikan proses penggemburan ini menghasilkan tanah olahan yang gembur berongga.<\/li>\n<li>Setelah itu, buat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter kali panjang (sesuai dengan luas lahan).<\/li>\n<li>Ketinggian tanah bedengan sekitar 20 cm. Jarak bedengan antara 25 \u2013 30 cm.<\/li>\n<li>Setelah itu, tanah bedengan (semacam tanggil pendek memanjang) ditutup dengan plastik mulsa. Pilihlah jenis dua sisi berbeda, satu sisi warna silver dan sisi lainnya hitam.<\/li>\n<li>Sekedar informasi, dalam pemasangan, warna silver di bagian permukaan. Tujuannya, warna itu akan memantulkan cahaya dan panas yang bisa membunuh hama tanaman.<\/li>\n<li>Kemudian plastik bedengan itu dibuat lubang dengan jarak antar lubang sekitar 20 \u2013 25 cm. Lubang bedengan inilah yang akan dipakai untuk menanam cabe keriting.<\/li>\n<li>Untuk memastikan plastik mulsa bisa menutupi lahan dengan kencang dan sempurna, perlu dipatok\/dipasak setiap ujungnya dengan bambu agar tidak terbuka saat terkena angin atau hujan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><b><\/b>Penyemaian Bibit Cabe Keriting<\/h3>\n<p>Untuk memastikan bibit berkualitas yang sudah kita pilih bisa tumbuh optimal, ada beberapa hal penting yang juga harus diperhatikan:<\/p>\n<ul>\n<li>Benih yang sudah dikeluarkan dari kemasan, kita cemplungkan dalam air. Biji yang mengapung, kita pisahkan. Biasanya, yang mengapung ini tidak akan tumbuh<\/li>\n<li>Biji cabe keriting yang tenggelam, kita rendam selama beberapa waktu (atau ikuti petunjuk yang ada di kemasan)<\/li>\n<li>Setelah direndam, tiriskan dan masukkan ke dalam media penyemaian yang sudah disiapkan sebelumnya.<\/li>\n<li>Media berupa campuran tanah subur dan pupuk kandang yang dikemas dalam polybag kecil atau menggunakan pot tray (pot khusus penyemaian)<\/li>\n<li>Normalnya, sebelum 1 minggu, biji cabe mulai berkecambah. Saat itu, taburkan obat tertentu agar benih cabe tidak dimakan bekicot atau hama tanaman lainnya.<\/li>\n<li>Bibit cabe siap dipindahkan ke lahan bedengan setelah berusia minimal 14 hari.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mencegah-kering-batang-tanaman-cabai\/\">5 Cara Mencegah Kering Batang pada Tanaman Cabai<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6264\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Cabe-Keriting.jpg\" alt=\"Cabe Keriting\" width=\"500\" height=\"375\" \/><\/p>\n<h3><b><\/b>Perawatan<\/h3>\n<p>Satu tahap lagi,\u00a0agar budidaya cabe keriting yang berbuah lebat berhasil, maka yang harus kita lakukan adalah perawatan tanaman.<\/p>\n<ul>\n<li>Penyiraman 2 kali sehari pagi dan sore atau sesuai kebutuhan. Jika sedang musim hujan, bila tidak diperlukan, maka tidak perlu<\/li>\n<li>Pemupukan sesuai kebutuhan. Misalnya, jika menggunakan larutan pupuk Phonska (campuran 1 liter phonska dengan 30 liter air), 1 tanaman cabe keriting cukup dikasih 1 gelas (250 ml)<\/li>\n<li>Pemupukan dilakukan 1 \u2013 2 minggu sekali. Hentikan jika sudah mulai berbuah.<\/li>\n<li>Agar pupuk bekerja optimal dan tanaman terbebas dari hama, maka mesti rajin membersihkan lahan tanaman dari gulma.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>Itulah 4 tahap dalam budidaya cabe keriting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana Sobat PTD? Apa kamu tertarik untuk membudidayakannya? Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-budidaya-cabe-merah-di-lahan-luas\/\">Lakukan 5 Langkah Ini untuk Budidaya Cabe Merah di Lahan Luas<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Fuad Bakhtiar<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampai saat ini, masih banyak yang bertanya tentang cara budidaya cabe keriting yang berbuah lebat. Hal itu\u00a0menandakan bahwa\u00a0komoditi pertanian yang satu ini masih banyak peminatnya. Entah itu petani pemula atau&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6262,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,4],"tags":[1189,1188],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Budidaya-Cabe-Keriting.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6261"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6261"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6265,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6261\/revisions\/6265"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}