{"id":6290,"date":"2023-11-22T01:00:43","date_gmt":"2023-11-21T18:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6290"},"modified":"2023-11-22T08:58:18","modified_gmt":"2023-11-22T01:58:18","slug":"cara-menanam-anggrek-bulan-di-dalam-pot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-menanam-anggrek-bulan-di-dalam-pot\/","title":{"rendered":"Cara Mudah Menanam Anggrek Bulan di dalam Pot Bagi Pemula"},"content":{"rendered":"<p>Anggrek bulan\u00a0biasa disebut dengan Butterfly Orchid\u00a0karena mempunyai\u00a0bentuk yang unik, menyerupai bentuk sayap kupu-kupu. Warnanya pun demikian, cerah menyegarkan.<\/p>\n<p>Saking indahnya, anggrek bulan termasuk salah satu dari 3\u00a0bunga nasional Indonesia. Ia dinobatkan sebagai puspa pesona, bersanding dengan puspa langka (Rafflesia Arnoldi) dan puspa bangsa (Melati).<\/p>\n<p>Di habitat aslinya, anggrek bulan hidup dengan cara menempel di pepohonan yang ada di hutan lebat. Anggrek ini tumbuh di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p>Karena deforestasi, kini habitat anggrek bulan pun semakin menipis. Oleh karena itu, muncullah ide untuk membudidayakannya supaya tetap lestari. Kabar baiknya, Anda pun dapat membudidayakannya\u00a0sendiri di rumah.<\/p>\n<p>Bagaimana caranya? Simak ulasan di bawah ini.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Pilih Bibit Anggrek Bulan<\/span><\/h3>\n<p>Langkah pertama ialah memilih bibit yang bermutu. Kualitas standar atau parameter yang bisa dipatok ialah bibit haruslah berusia minimal 1 tahun, terdapat akar dan daun.<\/p>\n<p>Sebelum dipindahkan ke media tanam, bibit terlebih dahulu disimpan dalam plastik selama kurang lebih 3 bulan. Supaya lebih praktis, Anda dapat membeli bibit anggrek bulan di kebun bibit. Mereka biasanya sudah menyediakan bibit sesuai spesifikasi yang siap dibudidayakan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6292\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Bibit-Anggrek-Bulan-dalam-Pot.jpg\" alt=\"Bibit Anggrek Bulan dalam Pot\" width=\"600\" height=\"343\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Tanam Bibit ke dalam Pot<\/span><\/h3>\n<p>Bila bibitnya\u00a0sudah siap, kini giliran siapkan pot tanah liat berlubang kecil. Kenapa memilih pot yang ada lubang kecilnya? Supaya kita bisa memantau perkembangan akarnya sampai mana\u00a0dan menyesuaikan perlakuan untuk tanaman anggrek bulan.<\/p>\n<p>Biasanya, pot dari tanah liat ini akan mudah sekali ditumbuhi lumut. Karena itu, Anda harus rutin membersihkannya supaya tidak mengganggu pertumbuhan anggrek bulan.<\/p>\n<p>Media tanamnya bisa beragam, di antaranya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Pecahan genteng atau batu bata: akar anggrek melekat, mudah mengatur kelembaban, air dan unsur hara terpenuhi<\/li>\n<li>Serabut kelapa: unsur hara lebih banyak, penyimpanan airnya bagus<\/li>\n<li>Arang: tidak mudah lapuk, tidak disukai bakteri<\/li>\n<li>Serutan kayu: punya aerasi dan drainase yang bagus<\/li>\n<li>Kayu pakis: pengikatan air cukup bagus.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-tanam-anggrek-sabut-kelapa\/\">Ingin Tanam Anggrek dengan Sabut Kelapa? Ikuti 5 Tips Ini<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Taruh Pot Secara Menggantung<\/span><\/h3>\n<p>Penting sekali untuk menaruh pot secara menggantung, sebab sinar matahari akan lebih mudah menjangkau tanaman sehingga kebutuhannya tercukupi.<\/p>\n<p>Sirkulasi udara juga lebih bagus. Perawatannya mudah karena cenderung sulit ditumbuhi lumut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berbeda jika ditaruh secara menempel di dinding. Kekurangannya adalah mudah sekali diserang hama seperti keong atau bekicot, juga drainase dan aerasi yang tidak maksimal.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6293\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Perawatan-Anggrek-Bulan.jpg\" alt=\"Perawatan Anggrek Bulan\" width=\"600\" height=\"416\" \/><\/p>\n<p>Sekali lagi, penting untuk memperhatikan kebersihan pot tanaman anggrek bulan. Sebisa mungkin jangan sampai ditumbuhi\u00a0lumut atau gulma. Selalu pastikan agar bunga anggrek tumbuh sehat semestinya.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Pemupukan<\/span><\/h3>\n<p>Apabila sudah diletakkan secara menggantung, dan sudah rutin dibersihkan potnya, selanjutnya ialah memberi nutrisi. Caranya adalah dengan memupuk lewat daun. Kenapa dipilih daun? Karena kemampuan menyerap nutrisinya sebesar 90%, jauh lebih besar ketimbang akar yang hanya 10%.<\/p>\n<p>Karena itu, pupuk dekastar paling cocok digunakan. Menyuburkan tanaman, memunculkan bunga, daun tumbuh lebat, sampai menumbuhkan tunas.<\/p>\n<p>Selain dekastar, tambah juga pupuk NPK dengan perbandingan 30:10:10 apabila bunga anggrek masih pada pertumbuhan awal. Pertumbuhan sedang beda lagi komposisinya, yakni 10:10:10. Untuk pertumbuhan akhir, perbandingannya berubah menjadi 10:30:30.<\/p>\n<p>Inilah peranan penting dari pot yang berlubang, karena kita bisa memantau pertumbuhan akar dan bisa menentukan posisi bunga anggrek sedang berada di fase mana.<\/p>\n<p>Penyemprotan pupuk menggunakan sprayer yang dilakukan pada pagi dan sore hari untuk daun dan akar.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/santri-pesantren-bertani-anggrek\/\">Santri Pesantren Ini Bertani dengan Membudidayakan Anggrek<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Penyiraman Anggrek Bulan<\/span><\/h3>\n<p>Bila sudah aman nutrisinya, kini giliran kebutuhan air yang harus dipenuhi. Tidak perlu berlebihan, secukupnya saja, mengingat karakter bunga anggrek yang tidak terlalu banyak membutuhkan air.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6294\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Budidaya-Anggrek-Bulan.jpg\" alt=\"Budidaya Anggrek Bulan\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p>Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan cara <em><i>spraying<\/i><\/em>\u00a0supaya tidak berlebihan. Penyiraman yang berlebihan justru akan membuat media tanam menjadi becek, sehingga dapat merusak pertumbuhan akar.<\/p>\n<p>Siram pula untuk bagian daun dan batang guna menghindari hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari sebelum pemupukan. Kalau cuaca sedang panas-panasnya, bisa ditambah dengan menyiramnya pada malam hari.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Yeay! Selesai sudah panduan praktis menanam anggrek bulan di dalam pot. Mudah bukan? Sekarang, Anda dapat menambah eksterior rumah menjadi lebih cantik dari biasanya dengan budidaya anggrek bulan.<\/p>\n<p>Selamat mencoba!\u00a0<strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-merawat-bunga-anggrek-agar-cepat-berbunga\/\">6 Tips Merawat Bunga Anggrek Supaya Cepat Berbunga<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Ifan Prasya<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em><strong>Referensi:<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam-anggrek-bulan<\/li>\n<li>https:\/\/goodminds.id\/budidaya-tanaman-anggrek\/<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anggrek bulan\u00a0biasa disebut dengan Butterfly Orchid\u00a0karena mempunyai\u00a0bentuk yang unik, menyerupai bentuk sayap kupu-kupu. Warnanya pun demikian, cerah menyegarkan. Saking indahnya, anggrek bulan termasuk salah satu dari 3\u00a0bunga nasional Indonesia. Ia&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6291,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[591,1192,1095],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Menanam-Anggrek-Bulan-di-dalam-Pot.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6290"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6290"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6314,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6290\/revisions\/6314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}