{"id":6298,"date":"2022-11-25T01:00:19","date_gmt":"2022-11-24T18:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6298"},"modified":"2022-11-25T11:15:06","modified_gmt":"2022-11-25T04:15:06","slug":"panduan-lengkap-budidaya-jamur-tiram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/panduan-lengkap-budidaya-jamur-tiram\/","title":{"rendered":"Ingin Budidaya Jamur Tiram? Ini Panduan Lengkapnya"},"content":{"rendered":"<p>Budidaya jamur tiram sebenarnya cukup diminati\u00a0tetapi banyak yang belum tahu bagaimana cara memulainya. Dalam artikel pertanian\u00a0ini, Pak Tani Digital akan\u00a0mengulasnya\u00a0dari awal sampai panen. Anda tinggal memahami lalu mempraktekkan.<\/p>\n<p>Ada begitu banyak alasan kenapa jamur tiram begitu diminati. Beragam manfaat kesehatan adalah salah satunya. Selain itu, jamur tiram mampu menurunkan berat badan karena punya kandungan serat yang tinggi, sekaligus membantu melancarkan pencernaan dalam tubuh.<\/p>\n<p>Selain menurunkan berat badan, juga mampu mengontrol kadar kolesterol, mencegah penyakit anemia, diabetes, hingga lever. Berdasarkan penelitian, jamur tiram juga berkhasiat sebagai antiviral dan antikanker.<\/p>\n<p>Bagi vegetarian, jamur tiram adalah komoditi yang paling cocok untuk dibikin\u00a0menjadi\u00a0berbagai olahan makanan.<\/p>\n<p>Jika dilihat dari aspek bisnis, budidaya jamur tiram cukuplah menguntungkan. Permintaan pasar cukup besar, perawatan mudah, juga waktu panen yang relatif cepat\u00a0menjadi alasannya.<\/p>\n<p>Nah, buat Anda yang ingin memulai budidaya jamur tiram, silakan baca panduan praktis berikut ini.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Persiapan Kumbung<\/span><\/h3>\n<p>Buat yang belum tau, kumbung ialah tempat menaruh baglog (media tanam dari jamur tiram), yakni berupa bangunan yang terbuat dari anyaman bambu atau papan kayu, berisikan rak-rak berjajar dengan ketinggian &amp; posisi tertentu, beralaskan tanah biasa tanpa diplester.<\/p>\n<p>Khusus untuk rak, ada spesifikasinya. Rak bambu dibikin berjajar dan bertingkat, disertai sela-sela untuk digunakan sebagai mobilisasi saat melakukan perawatan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6300\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Penyusunan-Baglog.jpg\" alt=\"Penyusunan Baglog\" width=\"600\" height=\"375\" \/><\/p>\n<p>Rak bertingkat ini mempunyai\u00a0tinggi 40 cm, lebar juga 40 cm. Ada 2-3 tingkat, tergantung kapasitas baglog. Biasanya, setiap rak panjang 1 meter bisa menampung 70 hingga 80 baglog.<\/p>\n<p>Terpenting dari persiapan kumbung ini adalah bersih dari kotoran. Anda sebaiknya melakukan pengapuran dan penyemprotan fungisida sebelum menambah baglog ke dalamnya. Diamkan selama 2 hari supaya baunya menghilang.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/media-tanam-budidaya-jamur-kuping\/\">Tahap-Tahap Menyiapkan Media Tanam Budidaya Jamur Kuping<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Persiapan Baglog<\/span><\/h3>\n<p>Baglog\u00a0ialah tempat dimana jamur tiram bakal tumbuh. Media tanam yang berisikan serbuk gergaji\u00a0paling cocok untuk jamur tiram, karena notabene ia merupakan jamur kayu.<\/p>\n<p>Media tanam serbuk gergaji ini dibungkus plastik silinder, persis ketika kita membungkus air untuk dijadikan es batu. Pada ujungnya,\u00a0dikasih lubang, dimaksudkan agar nantinya jamur tumbuh dari situ.<\/p>\n<p>Apabila ingin praktis, Anda bisa membeli media tanam ini seharga Rp\u00a02 ribuan untuk 1 kg-nya.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Perawatan Baglog<\/span><\/h3>\n<p>Apabila baglog sudah siap, kini saatnya melakukan penyusunan. Ada dua tipe penyusunan baglog, yakni secara vertikal dan horizontal. Kebanyakan\u00a0pembudidaya memilih untuk meletakkan baglog secara horizontal.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6302\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Jamur-Tiram.jpg\" alt=\"Jamur Tiram\" width=\"500\" height=\"281\" \/><\/p>\n<p>Ada beberapa kelebihan apabila baglog diposisikan secara horizontal, yakni media tanam aman dari siraman air dan proses pemanenan lebih mudah. Kekurangannya, ya menyita ruang lebih banyak. Namun,\u00a0hal ini tidak terlalu berarti.<\/p>\n<p>Baglog yang sudah disusun, cincin dan kertas penutupnya dibuka, lalu didiamkan selama 5 hari. Perawatan dilakukan dengan menyiram tanahnya (alas kumbung) saja, supaya suhu tetap lembab.<\/p>\n<p>Bila sudah lewat 5 hari, potong ujung baglog, lalu diamkan lagi selama 3 hari. Siram tanah (alas kumbung) lagi supaya kelembabannya terjaga.<\/p>\n<p>Bila sudah, barulah melakukan perawatan pada baglog. Perawatannya yakni dengan menggunakan sprayer. Usahakan penyiraman ini berupa kabut, jangan percikan air, dan dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam sehari.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Jamur Tiram Siap Panen<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6301\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Panen-Jamur-Tiram.jpg\" alt=\"Panen Jamur Tiram\" width=\"800\" height=\"444\" \/><\/p>\n<p>Saatnya memanen apa yang sudah kita tanam! Biasanya, jamur tiram\u00a0sudah bisa dipanen setelah 1-2 minggu. Dengan syarat, baglog pada awalnya tertutup rapat oleh miselium secara sempurna.<\/p>\n<p>Dengan perawatan yang rutin, baglog bisa dipanen sebanyak 5-8 kali, baru dibuang atau dijadikan sebagai pupuk kompos. Setiap 1 kg baglog bisa menghasilkan 0,5-0,8 kg jamur tiram.<\/p>\n<p>Ciri-ciri jamur tiram yang sudah siap panen adalah ujungnya meruncing, mekar besar, tudungnya belum pecah, dan warnanya putih bersih.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah tadi sederet langkah mudah budidaya\u00a0jamur tiram sampai memanennya. Cukup mudah, bukan?<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/banker-pintar-petani-jamur-gagal-panen-oleh-mahasiswa-umy\/\">Banker Pintar Petani Jamur Gagal Panen Oleh Mahasiswa UMY<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Ifan Prasya<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em><strong>Referensi:<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-budidaya-jamur-tiram<\/li>\n<li>https:\/\/sentrabudidaya.com\/budidaya-jamur-tiram\/<\/li>\n<li>https:\/\/alamtani.com\/cara-budidaya-jamur-tiram-putih\/<\/li>\n<li>https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jamur_tiram<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budidaya jamur tiram sebenarnya cukup diminati\u00a0tetapi banyak yang belum tahu bagaimana cara memulainya. Dalam artikel pertanian\u00a0ini, Pak Tani Digital akan\u00a0mengulasnya\u00a0dari awal sampai panen. Anda tinggal memahami lalu mempraktekkan. Ada begitu&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6299,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234,840,1],"tags":[1194,1193],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Budidaya-Jamur-Tiram.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6298"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6298"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12044,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6298\/revisions\/12044"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}