{"id":6304,"date":"2023-12-30T01:00:00","date_gmt":"2023-12-29T18:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6304"},"modified":"2023-12-30T09:43:40","modified_gmt":"2023-12-30T02:43:40","slug":"mudah-budidaya-udang-galah-dengan-4-tips-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mudah-budidaya-udang-galah-dengan-4-tips-ini\/","title":{"rendered":"Mudah Budidaya Udang Galah dengan 4 Tips Ini"},"content":{"rendered":"<p>Salah satu bahan makanan yang dapat dijadikan sebagai olahan seafood adalah udang galah. Wajar saja bila banyak orang yang berusaha melakukan budidaya udang galah.<\/p>\n<p>Nah, bagi kamu yang tertarik namun tidak tahu caranya, berikut ini adalah 4 tips yang dapat membantu kamu dalam membudidayakan\u00a0udang galah:<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Optimalisasi Kolam Budidaya Udang Galah<\/span><\/h3>\n<p>Dalam melakukan usaha budidaya udang galah, berikut ini adalah langkah \u2013 langkah persiapan yang dapat kamu lakukan:<\/p>\n<ul>\n<li>Udang galah termasuk jenis udang air tawar sehingga kamu dapat membudidayakannya dengan memanfaatkan kolam ataupun terpal<\/li>\n<li>Usahakan pilih lokasi yang strategis, dapat diakses kendaraan, jauh dari kerumunan serta kawasan industri<\/li>\n<li>Pastikan air yang kamu gunakan bersih dari sampah atau limbah rumah tangga.<\/li>\n<li>Siapkan alat pengangkut benur, serok, ember, seser, ayakan dari kain, dan cangkul<\/li>\n<li>Untuk tahapan persiapan awal masa pemeliharaan, siapkan pupuk sebagai pakan alami udang galah, kapur pertanian, dan jaring<\/li>\n<\/ul>\n<p>Derajat keasaman tanah udang galah yaitu sedikit berlumpur dan tidak porous. Lumpur yang dalam adalah kondisi\u00a0yang tidak menguntungkan sehingga setelah satu siklus pembesaran selama 4-6 bulan, mengangkat lumpur dari dasar kolam\u00a0akan lebih menjamin keberhasilan usaha budidaya.<\/p>\n<p>Pengapuran dilakukan setelah dasar kolam digemburkan dan diratakan. Selain meningkatkan kebasaan kolam\u00a0dalam kondisi optimal (pH\u00a07-8,5), pengapuran juga berfungsi untuk membunuh telur-telur ikan predator dan jamur. Dosis yang dianjurkan adalah 600-1.000 kg\u00a0per hektar.<\/p>\n<p>Pemupukan dilakukan untuk menyediakan pakan alami benih udang galah yaitu\u00a0fitoplankton dan zooplankton. Kegiatan pemupukan biasanya dilaksanakan 7-10 hari sebelum benih ditebar, dengan memakai\u00a0kotoran ayam kering yang dosisnya\u00a0100 kg\/ha\u00a0serta 15 kg\/ha urea\u00a0dan 10 kg\/ha TSP.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membudidayakan-belut-kolam-air-jernih\/\">5 Langkah Membudidayakan Belut di Kolam Air Jernih<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<figure id=\"attachment_6306\" aria-describedby=\"caption-attachment-6306\" style=\"width: 575px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-6306\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Panen-Udang-Galah.jpg\" alt=\"Panen Udang Galah\" width=\"575\" height=\"420\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6306\" class=\"wp-caption-text\"><em>Panen Udang Galah | Foto: trobos.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h3><b><\/b>Benih Unggul Udang Galah<\/h3>\n<p>Benih unggul udang galah yang baik memiliki ciri \u2013 ciri:<\/p>\n<ul>\n<li>Tingkat pertumbuhan yang cepat<\/li>\n<li>Daya adaptasi lingkungan yang baik<\/li>\n<li>Tingkat ketahanan yang tinggi terhadap insidensi penyakit<\/li>\n<li>Tidak cacat atau necrosis, dan lincah atau aktif berenang apabila dipindahkan ke wadah lain<\/li>\n<\/ul>\n<p>Benih yang digunakan harus sudah cukup umur,\u00a0yang dihasilkan dari kegiatan pendederan selama 30-60 hari (ukuran 1-5 gram).<\/p>\n<p>Benih ukuran itu mampu beradaptasi terhadap\u00a0perubahan lingkungan dan menghindari predator. Selain itu, benih lebih baik bila seragam. Kemampuan dalam mendapatkan pakan relatif sama, sehingga dapat dicapai ukuran panen yang seragam.<\/p>\n<h3><b><\/b>Media Budidaya Udang Galah<\/h3>\n<p>Setelah menentukan lokasi yang tepat dalam budidaya udang galah, maka selanjutnya \u00a0media budidaya menjadi hal lain yang perlu dikerjakan. Adapun media budidaya udang galah yang ideal ialah:<\/p>\n<ul>\n<li>Kolam terbuat dari kolam tanah dengan ketinggian 70 &#8211; 100 m dan luas 300 &#8211; 1000m<sup>2<\/sup><\/li>\n<li>Buatlah parit di sekitar kolam sedalam 50 cm dan lebar 30 cm untuk mencegah banjir serta genangan air<\/li>\n<li>Masukkan pupuk kandang sebagai pakan alami lalu diamkan lebih dari 1 minggu hingga warna air kolam berubah<\/li>\n<li>Ukur juga pH air dan tanah, pH yang direkomendasikan yaitu 6 hingga 7<\/li>\n<li>Masukkan air secara bertahap. Sisakan ruang kosong setinggi 20 cm dari atas kolam<\/li>\n<li>Debit air kolam untuk budidaya udang galah yaitu 0,5 hingga 1 liter per detik<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kualitas air memegang peranan yang sangat penting untuk\u00a0kehidupan udang yang dipelihara.\u00a0Kondisi optimal untuk pemeliharaan udang galah adalah: suhu air antara 27\u00b0C-30\u00b0C, oksigen terlarut minimal 3 mg\/L, kesadahan 20-200 mg\/L, dan pH 7,0-8,5.<\/p>\n<p>Batas aman amonia (NH3) yaitu di bawah 0,1 mg\/L. Kadar amonia yang mencapai 0,6 mg\/L dapat mematikan udang.<\/p>\n<p>Kontrol kualitas air dapat dilakukan pada pagi hari dengan berbagai alat dan indikator kit yang telah ada.<\/p>\n<p>Bagi pembudidaya\u00a0yang memiliki\u00a0luasan dan modal terbatas,\u00a0monitoring kelayakan air dapat dilakukan dengan mengamati perilaku udang, warna dan bau air, terutama di pagi hari.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-mudah-ternak-ikan-lele-dari-telur\/\">5 Tips Mudah Ternak Ikan Lele dari Telur<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b>Pemberian Pakan<\/h3>\n<p>Pemeliharaan udang galah perlu diberikan pakan tambahan, berupa pelet udang yang kadar proteinnya\u00a028%-32%.<\/p>\n<p>Hal ini dilakukan karena pemberian pakan alami tidak mampu menyuplai kebutuhan nutrisi dari udang galah apalagi bila tujuannya\u00a0untuk budidaya komersial. Pemberian pakan tambahan diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan.<\/p>\n<p>Untuk pemeliharaan secara monokultur,\u00a0jumlah pakan tambahan yang diberikan dapat berjumlah 20% pada dua minggu pertama, menurun sampai 5% dari bobot badan total populasi, dengan frekuensi pemberian 4-5 kali sehari.<\/p>\n<p>Untuk pemeliharaan secara polikultur,\u00a0jumlah pakan tambahan yang diberikan mulai dari 6% menurun sampai 3%.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 4 langkah budidaya udang galah yang bisa Anda praktekkan. Bagaimana Sobat PTD? Apa kamu tertarik untuk mencobanya?<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/teknologi-nanobbuble\/\">Teknologi Nanobubble, Ciptaan Sarjana S2 ITB Untuk Panen Udang Lebih Maksimal<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em><strong>Referensi:<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Khasani, I. 2008. Upaya Peningkatan Produktivitas dalam Usaha Pembesaran Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man). <em><i>Media Akuakultur Volume 3 Nomor 1<\/i><\/em>. Hal. 25 \u2013 30.<\/li>\n<li>Anonim. 2018. Cara Budidaya Udang Galah untuk Pemula Paling Mudah. Diakses dari : https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-budidaya-udang-galah<span style=\"font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Sumber gambar utama: wikipedia.com<\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu bahan makanan yang dapat dijadikan sebagai olahan seafood adalah udang galah. Wajar saja bila banyak orang yang berusaha melakukan budidaya udang galah. Nah, bagi kamu yang tertarik namun&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6305,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[843,1],"tags":[1198,1196,1197,1195],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Udang-Galah.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6304"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6304"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6304\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6307,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6304\/revisions\/6307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}