{"id":6369,"date":"2025-03-30T01:00:51","date_gmt":"2025-03-29T18:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6369"},"modified":"2025-03-30T09:27:06","modified_gmt":"2025-03-30T02:27:06","slug":"6-langkah-mudah-budidaya-tebu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/6-langkah-mudah-budidaya-tebu\/","title":{"rendered":"Ini Dia 6 Langkah Mudah Budidaya Tebu yang Perlu Kamu Coba"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu ingin mencoba budidaya tebu? Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkah mudahnya yang bisa kamu terapkan.<\/p>\n<p>Tebu (<em><i>Saccharum officinarum<\/i><\/em>) merupakan salah satu tanaman yang menjadi kebutuhan masyarakat sampai saat ini. Mulai dari pangkal sampai ujung batang, kandungan gulanya yang berkisar 20% memiliki banyak manfaat yaitu bisa menghasilkan produk utama berupa gula pasir.<\/p>\n<p>Terlebih dengan bertambahnya penduduk, peningkatan penghasilan,\u00a0dan bertambahnya industri yang memerlukan gula pasir sebagai bahan olah berbagai jenis makanan.<\/p>\n<p>Hal ini harus diimbangi dengan memperbanyak budidaya tanaman tebu yang menjadi peluang menjanjikan bagi siapa saja,\u00a0terutama petani yang memiliki lahan sendiri.<\/p>\n<p>Adapun 5 langkah mudah budidaya tebu yang perlu kamu coba yaitu:<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Iklim &amp; Keadaan Cuaca<\/span><\/h3>\n<p>Memulai budidaya tebu pertama yang harus diperhatikan adalah tentang agroklimatnya.<\/p>\n<p>Sifat iklim berkaitan dengan penyebaran curah hujan. Pada dasarnya,\u00a0tanaman tebu membutuhkan air pada masa vegetatifnya sehingga curah hujan bulanan yang ideal adalah 200 mm\/bulan.<\/p>\n<p>Tebu cocok ditanam di dataran rendah dengan suhu optimal sekitar 24-30<sup>0<\/sup>C. Kecepatan angin tidak lebih dari 10 km\/jam agar menghindari tanaman tinggi yang roboh dan berkurangnya rendemen (besar kecilnya kandungan gula di dalam batang tebu).<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Persiapan Lahan Budidaya Tebu<\/span><\/h3>\n<p>Sebelum budidaya tebu dilakukan,\u00a0lahan harus dipersiapkan. Pastikan tanah sudah memenuhi syarat pertumbuhan dengan pH antara 5,7-7.<\/p>\n<p>Sistem pengolahan lahan yang umumnya dipakai adalah Reynoso. Prinsip sistem tersebut membuat got-got untuk pembuangan dan penampungan air dan lebih tepat untuk kriteria lahan sawah.<\/p>\n<p>Langkah awalnya adalah\u00a0membolak-balikkan tanah dengan cara pembajakan agar gembur dan udara dapat masuk dengan\u00a0baik. Setelah itu, membuat got atau parit agar pembuangan air dapat lancar.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengolahan tanah, panjang got dan jumlah lubang per hektar dapat diperkirakan sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Got keliling : lebar 60 cm kedalaman 90 cm<\/li>\n<li>Got mujur : lebar 60 cm kedalaman 80 cm<\/li>\n<li>Got malang : lebar 50 cm kedalaman 70 cm<\/li>\n<li>Lubang tanam : lebar 40 cm kedalaman 30 cm<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-budidaya-lengkuas-di-dalam-pot\/\">Budidaya Lengkuas di dalam Pot, Terapkan 5 Langkah ini<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Persiapan Bibit<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6371\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Bibit-Tebu.jpg\" alt=\"Bibit Tebu\" width=\"400\" height=\"300\" data-wp-editing=\"1\" \/><\/p>\n<p>Berkaitan dengan pembibitan,\u00a0sekarang petani tidak perlu bersusah payah mendapatkannya. Biasanya,\u00a0bibit sudah disediakan oleh pemerintah dan banyak pabrik gula yang sudah menyediakan untuk para petani yang bekerja sama.<\/p>\n<p>Kriteria bibit harus memiliki mutu yang baik agar menghasilkan rendemen yang tinggi. Bibit tebu yang baik ialah yang memiliki daya tumbuh 90%, tingkat kemurnian &gt;95%, batang normal sesuai varietas,\u00a0dan dalam kondisi sehat.<\/p>\n<p>Macam-macam bibit sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Rayungan, bibit yang mata tunasnya telah tumbuh. Cocok untuk perairan yang cukup.<\/li>\n<li>Bagal, bibit yang mata tunasnya belum tumbuh. Cocok ditanam di lahan sawah maupun tegalan.<\/li>\n<li>Lonjoran, bibit yang belum dipotong-potong menjadi stek.<\/li>\n<li>Beberan, bibit bagal yang disemaikan terlebih dahulu sampai keluar tunasnya.<\/li>\n<li>Bibit pucuk, bibit yang diambil dari ujung batang dengan 2-3 ruas.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Penanaman<\/span><\/h3>\n<p>Setelah bibit tebu sudah siap tanam,\u00a0kita perlu menentukan waktu tanam. Dalam budidaya tebu,\u00a0waktu tanam yang tepat adalah pada bulan Mei, Juni,\u00a0dan Juli.<\/p>\n<p>Hal ini disebabkan karena umur tebu sekitar 12 bulan bertepatan dengan tahun berikutnya dimana pabrik gula sedang giling.<\/p>\n<p>Bibit yang sudah siap tanam harus diletakkan sesuai dengan jenisnya. Jika menanam bibit rayungan,\u00a0maka harus diletakkan dengan posisi miring. Selain bibit rayungan,\u00a0diletakkan dalam posisi mendatar dengan mata tunas di samping. Kemudian,\u00a0bibit ditutup tanah agar tidak bergeser.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Pemeliharaan Budidaya Tebu<\/span><\/h3>\n<p>Berikut ini adalah pemeliharaan yang harus kita lakukan untuk mendukung pertumbuhan tebu.<\/p>\n<p><b><\/b><strong>1. Penyulaman<\/strong><\/p>\n<p>Bibit tebu yang berumur 1 minggu setelah tanam harus diganti dengan bibit baru jika tidak tumbuh atau mati. Penyulaman kedua bisa dilakukan pada saat umur 4 minggu setelah penyulaman kedua.<\/p>\n<p><b><\/b><strong>2. Pemberian air<\/strong><\/p>\n<p>Tanaman tebu memerlukan air yang cukup selama 4-5 bulan masa pertumbuhannya. Setelah umurnya tua,\u00a0maka semakin sedikit air yang akan dibutuhkan.<\/p>\n<p>Penyiraman dilakukan setiap 3\u00a0hari sekali sampai tanaman berumur 2 minggu. Saat tanaman tebu mencapai 2-4 minggu,\u00a0penyiraman menjadi 2\u00a0kali seminggu.<\/p>\n<p>Waktu tanaman berumur 4-6 minggu,\u00a0penyiraman dilakukan seminggu sekali. Terakhir,\u00a0umur 6-16 minggu, penyiramannya menjadi sebulan sekali.<\/p>\n<p>Jika waktu tanamnya sekitar bulan Juni,\u00a0maka bertepatan setelah 16 minggunya, sudah masuk musim penghujan sehingga tidak perlu melakukan penyiraman lagi.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-mudah-budidaya-kunyit\/\">5 Tips Mudah Budidaya Kunyit Sampai Panen<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p><b><\/b><strong><b>3. Pemeliharaan Got<\/b><\/strong><\/p>\n<p>Tujuan tahap ini yaitu untuk menjaga drainase tetap baik. Kegiatannya yaitu berupa kebersihan\u00a0got, perbaikan dinding got yang rusak,\u00a0dan pendalaman got.<\/p>\n<p><b><\/b><strong>4. Pembumbunan<\/strong><\/p>\n<p>Tahap ini merupakan penimbunan tanah terhadap tiap lubang tanam yang telah dibuat.<\/p>\n<p>Pembumbunan dilakukan 4\u00a0kali yaitu pada saat umur 1\u00a0bulan. Selanjutnya,\u00a0yang kedua tanaman tebu berumur 2-2,5 bulan dan yang ketiga umur 3-3,5 bulan.<\/p>\n<p>Pembumbunan terakhir yaitu pada saat tanaman umur 4-5 bulan. \u00a0Hal ini perlu dilakukan karena tanaman tebu yang semakin tinggi dan untuk menjaga bagian batang bawah sampai akar tetap kuat menopang tanaman.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6372\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Tanaman-Tebu.jpg\" alt=\"Tanaman Tebu\" width=\"1280\" height=\"787\" \/><\/p>\n<p><b><\/b><strong><b>5. Pemupukan <\/b><\/strong><\/p>\n<p>Ada 4\u00a0hal penting yang harus diperhatikan dalam pemupukan agar tanaman tebu mendapatkan unsur hara yang sesuai dan penyerapan yang tepat serta efisien.<\/p>\n<p>Jenis pupuk, dosis pupuk, waktu pemupukan,\u00a0dan cara pemupukan harus dilakukan secara tepat.<\/p>\n<p>Pupuk yang digunakan harus mengandung unsur N,\u00a0P,\u00a0dan K. unsur N bisa diperoleh dari pupuk ZA dan urea. Unsur P didapat dari pupuk TSP dan unsur K bisa diperoleh dari pupuk KCl dan ZK.<\/p>\n<p>Untuk pupuk TSP,\u00a0sebaiknya diberikan sebelum penanaman. Caranya, buatkan lubang pupuk dengan kedalaman yang sama dengan jarak tanaman tebu. Misal,\u00a010 cm lubang untuk pupuk,\u00a0maka jarak pemberian pupuk harus 10 cm dari tanaman.<\/p>\n<p>Dosis pupuk harus memperhatikan aturan yang ada di\u00a0kemasan atau aturan wadahnya.<\/p>\n<p><b><\/b><strong><b>6. Penyiangan <\/b><\/strong><\/p>\n<p>Pembersihan gulma atau tanaman pengganggu bisa dilakukan dengan tenaga manusia dan bahan kimia. Jika menggunakan tenaga manusia,\u00a0harus dibersihkan 4 kali dengan selang waktu 3 minggu setelah tanam.<\/p>\n<p>Selain itu,\u00a0bahan kimia yang dipakai adalah herbisida dengan komposisi Diuron 3 kg atau Gesapax 3 kg, ditambahkan 2,4-D Garam Amida 1,5 liter yang dilarutkan dalam 1 liter air. Itu adalah dosis untuk kebutuhan 1 ha.<\/p>\n<p>Penyiangan tidak hanya pembersihan gulma, tetapi juga pengelupasan daun kering yang disebut klentek. Pengklentekan memiliki tujuan agar menurunkan kelembaban dan meringankan beban tanaman sehingga tanaman tidak roboh.<\/p>\n<p><b><\/b><strong><b>7. Hama dan Penyakit <\/b><\/strong><\/p>\n<p>Hama merupakan hewan pengganggu tanaman dengan cara menghisap atau memakan bagian tanaman.<\/p>\n<p>Untuk menghindarinya, dapat dicegah\u00a0dengan menanam varietas tebu tahan lama, kebersihan kebun terjamin,\u00a0dan rotasi tanaman.<\/p>\n<p>Penyakit tebu merupakan gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme yang merugikan dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman.<\/p>\n<p>Cara untuk mencegahnya yaitu dengan menanam varietas tebu tahan penyakit, memilih bibit yang sehat, sterilisasi pisau pemotong bibit, pemberian nematisida waktu pengolahan lahan.<\/p>\n<p>Bila tanaman terlanjur terkena penyakit, sebaiknya potong bagian dan seluruh tanaman kemudian dibakar agar tidak menulari tanaman tebu lainnya.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Pemanenan<\/span><\/h3>\n<p>Proses pemanenan biasanya dilakukan saat memasuki bulan kering yaitu sekitar bulan 4 sampai bulan 10.<\/p>\n<p>Untuk memanen tebu, kita dapat menggali dan mengeluarkan tanah di sekitar tanaman tebu dengan kedalaman sekitar 20 cm.<\/p>\n<p>Jika kita ingin menanam kembali tebu, maka sisakan 3 ruas pada bagian batang tebu. Jika tidak, maka kita bisa mencabutnya sampai bagian akar.<\/p>\n<p>Saat memanen, buang bagian pucuk dari tanaman tebu dan ikat batang-batang tebu yang dipanen menjadi satu (biasanya sekitar 20-30 batang).<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah langkah-langkah mudah budidaya tebu yang bisa kamu praktekkan. Bagaimana Sobat PTD? Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel pertanian ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-mudah-budidaya-cabe-hidroponik\/\">5 Langkah Mudah Budidaya Cabe Hidroponik<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Erna Mutiasari<\/strong><br \/>\n<em>(Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian UMK 2016)<\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em><strong><b>Referensi:<\/b><\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Tim Penulis PS. 1992. <em><i>Pembudidayaan Tebu di Lahan Sawah dan Tegalan<\/i><\/em>. Penebar Swadaya. Jakarta: Hal 112.p<\/li>\n<li>Sutardjo, R.M. Edhi. 1994. <em style=\"font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;\"><i>Budidaya Tanaman Tebu<\/i><\/em><span style=\"font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;\">. PT. Bumi Aksara. Jakarta: Hal 76 p<\/span><\/li>\n<li>Mulyana, Wahyu. 2011. <em style=\"font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;\"><i>Teori dan Praktek Cocok Tanam Tebu dengan Segala Masalahnya.<\/i><\/em><span style=\"font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;\"> CV. Aneka Ilmu. Semarang: 56 p<\/span><\/li>\n<li>Rizky, Danny. 11 <em style=\"font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;\"><i>Cara Menanam Tebu yang Baik dan Benar.<\/i><\/em><span style=\"font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;\">\u00a0<\/span>https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam-tebu<span style=\"font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;\">\u00a0(diakses pada 05 November 2019)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu ingin mencoba budidaya tebu? Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkah mudahnya yang bisa kamu terapkan. Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu tanaman yang menjadi kebutuhan masyarakat sampai saat&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6370,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[1208,1207,1209,478],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Langkah-Budidaya-Tebu.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6369"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6369"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6374,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6369\/revisions\/6374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}