{"id":6423,"date":"2026-03-12T01:20:03","date_gmt":"2026-03-11T18:20:03","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6423"},"modified":"2026-03-12T17:32:31","modified_gmt":"2026-03-12T10:32:31","slug":"cara-menanam-markisa-bagi-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-menanam-markisa-bagi-pemula\/","title":{"rendered":"Ingin Mulai Menanam Markisa Tapi Masih Pemula? Ini Dia Caranya"},"content":{"rendered":"<p>Bagaimana memulai untuk menanam markisa di rumah? Pertanyaan yang bakal Anda temukan jawabannya dalam tulisan ini. Sebelum itu, kita kenalan lebih jauh dulu tentang buah markisa, ya!<\/p>\n<p>Markisa, nama latin <em><i>Passiflora<\/i><\/em>\u00a0sp., merupakan buah yang berasal dari Amerika dengan iklim tropik dan subtropik. Buah yang digemari di Indonesia karena rasa manis asam yang menggugah selera.<\/p>\n<p>Banyak ragam buah markisa yang ada di dunia. Mulai dari warna orange, kuning, ungu, hijau, hingga berastagi. Dan yang populer (+ cocok) di Indonesia, ialah spesies kuning dan ungu.<\/p>\n<p>Buah yang bagus dibudidaya saat memasuki musim penghujan ini sudah mulai berbunga pada usia 4 bulan. Sangat cocok ditanam di halaman rumah untuk mempercantik dekorasi eksterior.<\/p>\n<p>Bicara soal khasiat, buah markisa punya kandungan serat yang cukup tinggi, cocok mengatasi asma karena bersifat menenangkan. Kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi juga mampu memberi tubuh sedikit relaksasi. Buah ini juga rendah kalori, membantu meringankan insomnia.<\/p>\n<p>Oke, segitu dulu kenalannya. Sekarang, mari kita bahas tentang langkah mudah budidaya buah markisa dari biji. Yuk kita mulai!<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Siapkan Benih Buah Markisa<\/span><\/h3>\n<p>Siapkan buah markisa\u00a0terlebih dahulu, untuk mendapatkan benih buah markisa yaitu dengan cara, makan buah markisa lalu sisihkan biji buah markisa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6428\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Benih-Buah-Markisa.jpg\" alt=\"Benih Buah Markisa\" width=\"800\" height=\"450\" \/><\/p>\n<p>Bersihkan dari pulp yang menempel, cuci sampai benar-benar bersih.<\/p>\n<p>Lalu, taruh di atas tissue dan keringkan di bawah sinar matahari selama sehari penuh. Simpan dalam wadah dan tutup rapat-rapat, taruh di suhu kamar.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Siapkan Alat &amp; Bahan<\/span><\/h3>\n<p>Alat dan bahan yang butuh disiapkan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Pot kecil \/ polybag<\/li>\n<li>Tanah gembur<\/li>\n<li>Sekam padi<\/li>\n<li>Pupuk kandang<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-membudidayakan-mangga-yang-berbuah-manis\/\">4 Tips Membudidayakan Mangga yang Berbuah Manis<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Semai Benih Menjadi Bibit Tanaman<\/span><\/h3>\n<p>Campurkan bahan-bahan yang sudah Anda siapkan, yakni tanah, sekam, dan pupuk kandang; dengan komposisi 1:1:1. Masukkan ke dalam pot atau polybag, lalu buat satu lubang tanam. Masukkan 2-3 benih ke dalamnya.\u00a0Ratakan tanahnya, kemudian beri air secukupnya.<\/p>\n<p>Simpan pot atau polybag yang sudah di isi benih markisa\u00a0di dalam rumah dan usahakan tidak terkena sinar matahari. Siram sehari sekali tiap sore,\u00a0tunggu sampai bibit siap dipindahkan dengan ciri-ciri tumbuh tunas dan daun kecil berjumlah 8 helai.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6429\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Bibit-Buat-Markisa.jpg\" alt=\"Bibit Buat Markisa\" width=\"800\" height=\"450\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Siapkan Lahan untuk Menanam Markisa<\/span><\/h3>\n<p>Lahan yang perlu disiapkan berupa satu petak tanah dengan luas 25\u00d725 cm. Di tengah-tengahnya, bikin satu lubang tanam sedalam 30 cm, lalu tancapkan satu tiang (bisa dari bambu)\u00a0didekat lubang\u00a0sebagai media untuk merambat. Tambahkan pupuk kandang\u00a0dan sekam.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Pindahkan Bibit ke Lahan yang Sudah Siap<\/span><\/h3>\n<p>Sebelum memasukkan bibit ke lubang tanam, tambahkan dulu tanah+sekam+pupuk setinggi 2\/3 lubang tanam (atau sekitar 20 cm), sehingga tersisa kedalaman 10 cm.<\/p>\n<p>Lepas bibit dari pot atau polybag secara hati-hati, usahakan akar tidak sampai terputus atau rusak parah. Pindahkan ke lubang tanam, dan ratakan tanah di sekitarnya.<\/p>\n<p>Jika sudah, kasih ikatan longgar antara batang bibit dengan tiang di dekatnya. Siram air secukupnya dan bersihkan seluruh gulma di sekitarnya.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Rawat dengan Sepenuh Hati<\/span><\/h3>\n<p>Perawatan budidaya buah markisa dimulai dengan menyirami setiap hari, bisa pagi dan sore hari. Bersihkan pula gulma yang ada di sekitarnya. Tanah juga digemburkan.<\/p>\n<p>Pagar rambat juga bisa dibikin selanjutnya, supaya tambah lebat. Pangkas juga batang tanaman yang keluar dari jalur tiang rambat untuk peremajaan. Tanda tanaman tumbuh baik ialah muncul bunga pada usia 4 bulan.<\/p>\n<p>Pemupukan juga bisa dilakukan 4 bulan sekali, paling bagus pada bulan November sampai Mei. Jangan lupa untuk membasmi hama dan penyakit, bisa diatasi dengan insektisida.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Buah Markisa Siap Panen<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6430\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Panen-Buah-Markisa.jpg\" alt=\"Panen Buah Markisa\" width=\"660\" height=\"300\" \/><\/p>\n<p>Progres pertumbuhan dari buah markisa dimulai dari tumbuhnya batang secara merambat pada usia 2 minggu setelah\u00a0di\u00a0tanam. Kemudian, tumbuh bunga pada usia 4 bulan. Di usia 5 bulan, biasanya sudah mulai tumbuh buah. Buah ini matang pada usia 9 bulan.<\/p>\n<p>Ciri-ciri buah markisa yang siap dipanen ialah warna kulit kuning atau ungu (tergantung spesies yang ditanam), tekstur buah lunak dan empuk, aroma buah cukup kuat.<\/p>\n<p>Cara memanen buah markisa ialah dengan memetiknya langsung atau digunting. Usahakan untuk memotong dengan mengambil sedikit tangkainya untuk peremajaan. Taraaa! Buah siap dicuci bersih dan disimpan di kulkas.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, bagaimana Sobat PTD, cukup mudah, bukan? Selain bermanfaat untuk kita konsumsi, buah markisa juga bisa mempercantik hunian rumah Anda. Banyak benefitnya, ya!<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mulai-budidaya-buah-naga-dengan-4-tahap-ini\/\">Mulai Budidaya Buah Naga dengan 4 Tahap Ini<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Ifan Prasya<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong><b>Referensi<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam-markisa<\/li>\n<li>https:\/\/bibitbunga.com\/tanam-buah-markisa-yuk<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana memulai untuk menanam markisa di rumah? Pertanyaan yang bakal Anda temukan jawabannya dalam tulisan ini. Sebelum itu, kita kenalan lebih jauh dulu tentang buah markisa, ya! Markisa, nama latin&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6427,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[1220,1219,1221],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Menanam-Markisa-Bagi-Pemula.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6423"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6423"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6432,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6423\/revisions\/6432"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}