{"id":6443,"date":"2019-11-16T10:00:14","date_gmt":"2019-11-16T03:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6443"},"modified":"2019-11-15T07:52:04","modified_gmt":"2019-11-15T00:52:04","slug":"dongkrak-ekspor-pangan-mendag-dan-mentan-susun-strategi-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dongkrak-ekspor-pangan-mendag-dan-mentan-susun-strategi-baru\/","title":{"rendered":"Dongkrak Ekspor Pangan, Mendag dan Mentan Susun Strategi Baru"},"content":{"rendered":"<p>Pada hari Senin 11 November 2019, Agus Supramanto selaku Menteri Perdagangan berkunjung ke kantor Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.<\/p>\n<p>Pertemuan keduanya ini membahas tentang persoalan ekspor-impor di Indonesia yang berfokus kepada kegiatan ekspor pangan. Pertemuan kali ini akan berfokus kepada peningkatan untuk dongkrak ekspor pangan Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Komunikasi politik, komunikasi ekonomi, komunikasi dan diplomatis pertanian harus dilakukan secara timbal balik. Jangan selalu bicara impor tapi lebih baik mari kita bicara ekspor,&#8221; tutur Syahrul di kantornya, Jakarta, Senin (11\/11\/2019).<\/p>\n<h4>Keselarasan Produk dan Pasar Untuk Dongkrak Ekspor Pangan<\/h4>\n<p>Namun dalam praktiknya, diperlukan suatu keselarasan antara ketersediaan hasil pertanian Indonesia dengan keterbukaan pasar luar negeri terhadap produk Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus utamakan yang kita miliki, kecuali ada ruang kosong di mana kita sudah berenang setengah mati pun akan sulit kalau ruang-ruang luar negeri itu kita buka. Jangan lupa kita juga ekspor yang cukup (yang tersedia),&#8221; terang Syahrul.<\/p>\n<p>Sembari demikian untuk menciptakan ekspor dapat terjadi, potensi ekspor juga harus disinergikan bersama urusan perdagangan Indonesia dengan luar negeri.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/potensi-ekspor-pisang-indonesia-pasar-internasional\/\">Melihat Potensi Ekspor Pisang Indonesia di Pasar Internasional<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Untuk komoditas pangan sendiri akan dilakukan penyesuaian dengan ketersediaan didalam negeri, ujar Mendag, Agus Supramanto.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan seperti impor daging sapi Brasil yang ditugaskan untuk Bulog akan dievaluasi dan disesuaikan dengan ketersediaan dalam negeri.<\/p>\n<p>Hal tersebut ia jelaskan terkait dengan pembatalan impor daging sapi Brasil oleh Bulog.<\/p>\n<p>&#8220;Kita akan evaluasi, jadi pada prinsipnya kalai impor itu kan mengisi kekosongan. Kekosongan itu kan artinya kita harus liat ada substitusi nggak. Karena kalau impor semua ternyata sudah ada substitusinya, kita juga nggak perlu impor. Namun kita akan evaluasi lagi mengenai impor daging,&#8221; kata Agus.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah itu dia sedikit ulasan mengenai pertemuan mendag dan mentan untuk dongkrak ekspor pangan. Bagaimana menurut kamu sobat PTD? Apakah kamu setuju?<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/melirik-data-pangan-satu-pintu-program-kerja-mentan-syahrul\/\">Melirik Data Pangan Satu Pintu, Program Kerja Mentan Syahrul<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari Senin 11 November 2019, Agus Supramanto selaku Menteri Perdagangan berkunjung ke kantor Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Pertemuan keduanya ini membahas tentang persoalan ekspor-impor di Indonesia yang berfokus&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6444,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[65,1226,18,943,52,6,12,233],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/5ece32f8-a81b-4e78-abf4-9afea4598b65_169.jpeg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6443"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6443"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6443\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6446,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6443\/revisions\/6446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}