{"id":6816,"date":"2023-04-12T13:00:47","date_gmt":"2023-04-12T06:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6816"},"modified":"2023-04-12T12:06:15","modified_gmt":"2023-04-12T05:06:15","slug":"5-langkah-budidaya-kacang-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-budidaya-kacang-tanah\/","title":{"rendered":"5 Langkah Budidaya Kacang Tanah Agar Panen Banyak"},"content":{"rendered":"<p>Kacang tanah merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia. Biasanya, budidaya tanaman kacang tanah dilakukan di sawah atau tegalan, dalam sistem tumpang sari maupun rotasi tanaman.<\/p>\n<p>Sebagai bahan pangan, biji kacang tanah memiliki manfaat yang sangat banyak bagi makanan manusia, makanan ternak, bahan minyak goreng dan kandungan proteinnya yang bermanfaat bagi kesehatan.<\/p>\n<p>Semakin meningkatnya kebutuhan tentang bahan kacang tanah menyebabkan harus adanya solusi untuk membuat budidaya kacang tanah, yang dapat menghasilkan produksi panen yang lebih banyak dari sebelumnya.<\/p>\n<p>Terlebih berbagai kendala mulai dari mutu benih rendah, faktor alam kekeringan dan pemeliharaan yang kurang optimal.<\/p>\n<h2><strong>Langkah-Langkah Budidaya Kacang Tanah<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut 5 langkah budidaya kacang tanah agar panen banyak:<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pola Pergiliran Tanaman<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pergiliran tanaman sering disebut juga rotasi tanaman. Tahap ini perlu direncanakan sebelum budidaya tanaman kacang dilakukan, untuk mengurangi hama dan penyakit.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dosis-pupuk-kacang-hijau-yang-tepat\/\">Tips Untuk Dosis Pupuk Kacang Hijau yang Tepat<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Khusus tanaman <em>Solanaceae<\/em> (cabai, tomat, terong, kentang) kurang baik ditanami kacang tanah, karena menimbulkan penyakit layu (<em>Pseudomonas solanacearum<\/em>). Berikut pola rotasi tanaman di beberapa jenis lahan:<\/p>\n<p><strong>1. Lahan sawah berpengairan<\/strong><\/p>\n<p>Di lahan ini, kacang tanah sebaiknya ditanam setelah tanaman utama. Penanaman dilakukan pada awal atau akhir musim kemarau. Pola tanamnya sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Padi\u2014padi\u2014kacang tanah<\/li>\n<li>Padi\u2014kacang tanah\u2014jagung\/bero<\/li>\n<li>Tebu\u2014kacang tanah<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Lahan kering tadah hujan<\/strong><\/p>\n<p>Penanaman dilakukan pada awal atau akhir musim penghujan. Pola tanamnya sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Kacang tanah\u2014jagung\/kedelai<\/li>\n<li>Padi gogo\u2014kacang tanah<\/li>\n<li>Kacang tanah\u2014kacang tanah<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemilihan Varietas<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Kerugian yang sering dialami petani ialah salah dalam memilih benih dengan berbagai macam varietas yang ada. Jika mau melakukan budidaya kacang tanah, pastikan sifat varietas tersebut memenuhi kriteria sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Produktivitasnya tinggi<\/li>\n<li>Kualitas produktivitas bagus<\/li>\n<li>Tahan terhadap hama dan penyakit<\/li>\n<li>Umur genjah<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6819 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Kacang-Tanah.jpg\" alt=\"Kacang Tanah\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pengolahan Tanah<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tanah sisa tanaman padi atau lainnya harus diolah kembali, agar tanah selalu gembur, kelembaban cukup, dan peredaran udaranya baik.<\/p>\n<p>Sisa- sisa tanaman yang ada harus dibabat, lalu dibenamkan ke dalam tanah dengan membalikkan permukaan tanah. Paling penting juga keadaan drainase tanah harus selalu diperhatikan, agar air bisa meresap dengan lancar.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-membudidayakan-kacang-kapri\/\">5 Langkah Membudidayakan Kacang Kapri<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Cara Penanaman<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dengan jarak tanam yaitu (40 x 15) cm atau (30 x 20) cm. Sedangkah pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu dengan jarak tanam (40 x 10) cm, atau (20 x 20) cm.<\/p>\n<p>Lubang tanamnya sedalam 3 cm dengan cara ditugal. Setiap lubang diisi 1-2 biji kacang tanah, lalu ditutup dengan tanah yang halus.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemeliharaan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><strong>1. Pengairan<\/strong><\/p>\n<p>Kacang tanah meruapakan tanaman yang banyak membutuhkan air lebih banyak daripada jenis kacang lainnya. Lingkungan lembab diperlukan sejak saat tanam sampai dua minggu sebelum panen.<\/p>\n<p>Apalagi saat fase perkecambahan, pembungaan dan pengisian polong. Jika tidak ada hujan, air irigasi sangat dianjurkan.<\/p>\n<p><strong>2. Penyiangan <\/strong><\/p>\n<p>Pembersihan dari tanaman pengganggu harus rutin dilakukan, karena tanaman kacang tanah sangat sensitif terhadap persaingan. Jenis gulma dan rerumputan sebaiknya dibersihkan.<\/p>\n<p>Selain itu, bersamaan dengan penyiangan dilakukan penggemburan tanah di antara barisan tanaman. Penggemburan tanah bertujuan agar bakal buah mudah masuk ke dalam tanah.<\/p>\n<p><strong>3. Pemupukan<\/strong><\/p>\n<p>Tahap ini paling utama, agar budidaya kacang tanah dapat menghasilkan produksi yang melimpah.<\/p>\n<p>Pemupukan memegang peran penting, karena pupuk mengandung hara yang dapat menambah kesuburan tanah dan memperbaiki nutrisi tanaman. Untuk kacang tanah, pupuk yang banyak dipakai adalah pupuk Nitrogen (N), Fosfat (P) dan Kalium (K).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6818\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Menanam-Kacang-Tanah.jpg\" alt=\"Lahan Kacang Tanah\" width=\"1280\" height=\"851\" \/><\/p>\n<p><strong>4. Pembasmian hama dan penyakit <\/strong><\/p>\n<p>Salah satu peneyebab rendahnya produktivitas dalam budidaya kacang tanah adalah karena adanya serangan hama dan penyakit.<\/p>\n<p>Biasanya yang sering diserang tanaman ini yaitu pada bagian perakaran, buah\/polong dan daunnya. Oleh karena itu, pentingnya mempelajari gejala dan cara pembasmiannya.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan saat ingin budidaya kacang tanah. Selamat mencoba!<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/7-langkah-budidaya-kacang-panjang-saat-musim-kemarau\/\">Hanya 7 Langkah Budidaya Kacang Panjang Saat Musim Kemarau<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Erna Mutiasari<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Suprapto. 1993. <em>Bertanam Kacang Tanah<\/em>. Penebar Swadaya. Jakarta: Hal 33p<\/li>\n<li>AAK. 1989. <em>Kacang Tanah<\/em>.Kanisius. Yogyakarta: Hal 84 p<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kacang tanah merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia. Biasanya, budidaya tanaman kacang tanah dilakukan di sawah atau tegalan, dalam sistem tumpang sari maupun rotasi tanaman. Sebagai bahan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6817,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[1318,164,1317],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Budidaya-Kacang-Tanah.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6816"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6816"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6816\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8312,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6816\/revisions\/8312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}