{"id":6902,"date":"2025-02-12T01:20:27","date_gmt":"2025-02-11T18:20:27","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6902"},"modified":"2025-02-12T14:00:02","modified_gmt":"2025-02-12T07:00:02","slug":"5-tahap-mempermudah-ternak-ikan-nila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tahap-mempermudah-ternak-ikan-nila\/","title":{"rendered":"Ternak Ikan Nila Menjadi Mudah dengan 5 Tahap Ini"},"content":{"rendered":"<p>Halo Sobat PTD, pada artikel pertanian kali ini, Pak Tani Digital akan membagikan tahap-tahap mudah dalam melakukan ternak ikan nila.<\/p>\n<p>Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki keunggulan dengan pertumbuhan yang relatif cepat dan pesat. Waktu panen yang cepat serta dapat dibudidayakan di beranekaragam tempat.<\/p>\n<h2>5 Tahap Mudah Ternak Ikan Nila<\/h2>\n<p>Bagi kamu yang tertarik untuk memulai beternak ikan nila, berikut ini 5 tahapan yang dapat kamu ikuti:<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Lokasi<\/span><\/h4>\n<p>Lokasi pemeliharaan ternak ikan nila menyangkut akses serta jenis tanah, kemiringan, dan lain-lain. Lokasi yang dipilih seharusnya yang dapat diakses oleh kendaraan, sehingga akan memudahkan dalam proses penjualan hasil ternak ikan nila.<\/p>\n<p>Jenis tanah yang digunakan yakni tanah liat\/lempung yang tidak berporos. Kemiringan tanah yang digunakan dengan kisaran 3% sampai 5%, sehingga dalam proses budidaya akan lebih memudahkan dalam pengairan kolam serta pada saat panen ternak ikan nila.<\/p>\n<p>Lokasi yang dipilih dengan ketinggian rendah sampai sedang, dengan ketinggian 500 mdpl.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membudidayakan-ikan-koi-kolam-terpal\/\">Cara Membudidayakan Ikan Koi di Kolam Terpal<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Kualitas Air<\/span><\/h4>\n<p>Kualitas air merupakan syarat mutlak untuk tempat hidup ikan nila, serta yang membantu dalam memperoleh oksigen dalam proses pernafasan.<\/p>\n<p>Kualitas air seharusnya berada pada kisaran pH 6,5-8,6, dengan suhu 25-30oC. Oksigen terlarut (DO)&gt;5 mg\/l (ppm) dengan kandungan moniak (NH3) &lt;0,02 ppm.<\/p>\n<p>Kolam air untuk ternak ikan nila dengan debit 8-15 liter\/detik\/ha dengan arus yang tenang, sehingga tidak membuat stress ikan nila. Kualitasnya harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia yang beracun dan berbahaya dari limbah pabrik.<\/p>\n<p>Kekeruhan pada air dapat memperlambat pertumbuhan ikan. Kekeruhan disebabkan oleh plankton, sehingga air berwarna hijau kekuningan dan hijau kecokelatan.<\/p>\n<p>Karena mengandung Diatomae baik bagi pertumbuhan ikan nila, yang akan berfungsi sebagai pakan alami ikan nila. Namun, plankton\/alga biru buruk untuk pertumbuhan ikan nila. Tingkat kecerahan air antara 20-35 cm.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6907\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/nila-1.jpg\" alt=\"Ikan Nila\" width=\"600\" height=\"580\" \/><\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Kualitas Bibit<\/span><\/h4>\n<p>Memilih bibit ikan nila dilakukan untuk ukuran seragam 8-12 cm, dengan kepadatan tebal sekitar 10-15 ekor per m2. Ciri-ciri benih ikan nila yang bagus adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Ukuran benihnya seragam<\/li>\n<li>Kondisi benih sehat dan tidak ada cacat fisik<\/li>\n<li>Pergerakan renangnya lincah dan gesit<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-membudidayakan-ikan-salmon\/\">Langkah-Langkah Membudidayakan Ikan Salmon<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tempat Budidaya<\/span><\/h4>\n<p>Tempat budidaya atau kolam untuk pemeliharaan ikan nila dapat dikategorikan dalam beberapa macam, yakni :<\/p>\n<ol>\n<li>Kolam pembesaran tahap I, memelihara benih ikan dari kolam pendederan. Usahakan jumlahnya 2-4 buah dengan luas 250-500 m persegi\/kolam. Kolam ini sebaiknya terbuat dari kolam semen, sebab benih ukuran ini memerlukan ruang yang\u00a0 Setelah benih\u00a0 menjadi gelondongan kecil, dapat dimasukkan pada kolam berikutnya atau dijual.<\/li>\n<li>Kolam pembesaran tahap II, memelihara benih gelondongan besar, dapat berupa kolam tanah atau sawah. Keramba apung, dapat digunakan dengan mata jaring 1,25 \u2013 1,5 cm. Jumlah penebaran sebaiknya &lt;10 ekor\/meter persegi.<\/li>\n<li>Kolam pembesaran tahap III, kolam untuk pembesaran memerlukan kolam tanah antara 80-100 cm, luas 500-2.000 m persegi.<\/li>\n<li>Kolam\/tempat pemberokan, pembesaran ikan nila dilakukan di jaring apung, berupa hapa berukuran 1\u00d72 m &#8211; 2&#215;3 m, kedalaman 75-100 cm. Sebelum digunakan, petak sawah diperdalam untuk menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1-1,5 m, kedalaman 60-75 cm.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Proses Pemeliharaan Ikan Nila<\/span><\/h4>\n<p>Proses pemeliharaan ikan nila terbagi atas 3 tahapan, yakni:<\/p>\n<ol>\n<li>Persiapan lahan, dalam hal ini untuk menyiapkan lahan yang akan digunakan utamanya pengeringan dan pemupukan. Pengeringan kolam dilakukan selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram\/m2. Pemupukan dilakukan dengan mencampur pupuk buatan, urea dan TSP masing-masing dosis 50-700 gram\/m2, atau dengan pupuk buatan urea dan TSP masing-masing dosis 15 gram dan 10 gram\/m2.<\/li>\n<li>Proses pemeliharaan, lama pemeliharaan ialah 4 bulan dengan tingkat kelangsungan hidup (SR) 80 %. Pakan\u00a0 ialah pellet apung dosis 3-4 % dari biomassa ikan. Frekuensi pemberian\u00a0 pakan 2-3 kali sehari, rasio konversi pakan (FCR) 1,2.<\/li>\n<li>Proses panen, panen ikan nila ialah 500 gr\/ekor, dilakukan pagi hari untuk mengurangi resiko kematian ikan. Agar ikan sampai ke konsumen dalam keadaan hidup dan segar, hendaknya dalam pengangkutan menggunakan air yang bersuhu rendah.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p>Itulah beberapa tahap memepermudah ternak ikan nila yang dapat Anda lakukan. Selamat mencoba.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-ternak-ikan-mas-bagi-pemula\/\">Ini Dia 5 Langkah Ternak Ikan Mas Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<ul>\n<li>Direktorat Usaha Budidaya. 2013. Usaha Pembesaran Ikan Nila Skala Rumah Tangga. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo Sobat PTD, pada artikel pertanian kali ini, Pak Tani Digital akan membagikan tahap-tahap mudah dalam melakukan ternak ikan nila. Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki keunggulan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6906,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[843],"tags":[1328,335,364],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/ikan-nila.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6902"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6902"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7078,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6902\/revisions\/7078"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}