{"id":6922,"date":"2022-04-13T04:58:52","date_gmt":"2022-04-12T21:58:52","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6922"},"modified":"2022-04-13T10:57:34","modified_gmt":"2022-04-13T03:57:34","slug":"langkah-budidaya-rumput-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-budidaya-rumput-jepang\/","title":{"rendered":"Budidaya Rumput Jepang Mudah Dilakukan dengan 5 Langkah Ini"},"content":{"rendered":"<p>Susah untuk budidaya rumput jepang? Pada artikel pertanian kali ini, saya akan membagikan langkah-langkah yang dapat Anda terapkan.<\/p>\n<p>Rumput jepang memberikan kesan hijau dan menyegarkan, rumput jepang juga dapat menyerap genangan air pada taman, sehingga tidak akan ada genangan air pada taman.<\/p>\n<p>Budidaya rumput jepang bisa dikatakan gampang-gampang susah, ada beberapa hal yang tidak boleh dilewatkan dalam proses budidayanya.<\/p>\n<h2>4 Langkah Budidaya Rumput Jepang<\/h2>\n<p>Berikut 4 langkah budidaya rumput jepang agar mendapatkan hasil rumput yang baik.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Memilih Bibit Tanam Rumput Jepang<\/span><\/h4>\n<p>Tahap utama dalam budidaya adalah memilih bibit. Biasanya bibit rumput jepang dijual dalam bentuk bongkahan, sehingga harus dipisahkan sedikit demi sedikit untuk menanamnya.<\/p>\n<p>Bibit rumput jepang yang baik memiliki kriteria seperti berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Pilihlah bibit yang berwarna hijau segar.<\/li>\n<li>Tidak terserang hama atau penyakit<\/li>\n<li>Rumput memiliki tekstur yang keras dan tidak layu.<\/li>\n<li>Pisahkan rumput menjadi beberapa bagian kecil-kecil<\/li>\n<li>Pastikan akar tanaman juga ikut terpisah<\/li>\n<li>Saat akan menanam, pastikan akar rumput jepang ikut ditanam<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_6932\" aria-describedby=\"caption-attachment-6932\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-6932 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/gambar-rumput-jepang.jpg\" alt=\"gambar-rumput-jepang\" width=\"400\" height=\"273\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6932\" class=\"wp-caption-text\">suluhtani.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tahap-menanam-bunga-mawar\/\">Ingin Menanam Bunga Mawar? Ikuti 5 Tahapan Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Mengolah Lahan Tanah<\/span><\/h4>\n<p>Pengolahan lahan tanam bisa dilakukan 10 hari sebelum proses menanam. Rumput jepang membutuhkan lahan tanam yang subur dan gembur. Untuk pengolahan lahan bisa dilakukan dengan cara berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Lahan digemburkan dengan cara mencangkulnya dengan kedalaman yang cukup<\/li>\n<li>Kemudian ratakan permukaan tanah yang sudah dicangkul<\/li>\n<li>Bersihkan batu dan rumput yang terlihat<\/li>\n<li>Selanjutnya taburkan pupuk kandang di permukaan lahan, setiap 1 meter persegi tanah ditaburi pupuk kandang sebanyak 2,5 kg.<\/li>\n<li>Kemudian lahan disiram kembali supaya pupuk meresap<\/li>\n<li>Lahan didiamkan selama 7 hari sebelum dilakukan penanaman<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_6927\" aria-describedby=\"caption-attachment-6927\" style=\"width: 540px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-6927 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Bibit-Rumput-Jepang.jpg\" alt=\"Bibit-Rumput-Jepang\" width=\"540\" height=\"350\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6927\" class=\"wp-caption-text\">hargabulanini.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Menanam Rumput Jepang di Lahan<\/span><\/h4>\n<p>Setelah lahan dan bibit siap, lakukan penanaman rumput jepang dengan cara yang baik seperti berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Siram bibit terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran yang menempel.<\/li>\n<li>Waktu penanaman sebaiknya dilakukan sore hari menjelang malam, agar rumput mempunyai cukup waktu untuk beradaptasi<\/li>\n<li>Jika dilakukan di siang hari, rumput jepang akan terbakar sinar matahari<\/li>\n<li>Buatlah lubang tanam dengan jarak 10&#215;10 cm.<\/li>\n<li>Tanam bibit kedalam lubang tanam, kemudian tutup kembali lubang tanam<\/li>\n<li>Kemudian siram tanaman dengan air secukupnya<\/li>\n<li>pada awal penanaman lakukan penyiraman secara rutin<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-langkah-menanam-bunga-marigold\/\">Ingin Menanam Bunga Marigold? Berikut ini Langkah-Langkahnya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perawatan dan Pemeliharaan<\/span><\/h4>\n<p>Rumput jepang akan tumbuh rata setelah berumur 5 bulan. Tahapan paling krusial dalam menanam rumput jepang adalah perawatannya, karena tidak akan tumbuh baik jika tidak dirawat dengan maksimal. Berikut perawatan yang bisa dilakukan:<\/p>\n<p><strong>1. Penyiraman<\/strong><\/p>\n<p>Penyiraman harus dilakukan secara maksimal, terutama pada saat awal penanaman. Penyiraman yang ideal dilakukan 2x sehari pada waktu pagi dan sore hari. Gunakan selang untuk menyiram supaya tidak merusak akar.<\/p>\n<p><strong>2. Pemupukan<\/strong><\/p>\n<p>Pemupukan dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu, Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dengan dosis 1\/2 kg untuk lahan 10 meter persegi.<\/p>\n<p>Ketika berumur 1,5 bulan dilakukan pemupukan kembali dengan menggunakan pupuk TSP dengan dosis yang sama seperti pemupukan pertama.<\/p>\n<p><strong>3. Penyiangan<\/strong><\/p>\n<p>Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di lahan tanam. Jaga lingkungan dan sanitasi dengan bersih supaya tidak ada gulma dan serangga yang mengganggu.<\/p>\n<p><strong>4. Pemangkasan<\/strong><\/p>\n<p>Pemangkasan perlu dilakukan pada saat tanaman berumur 3 bulan, supaya akar tanaman dapat terpapar sinar matahari. Jika pemangkasan tidak dilakukan, maka tanaman akan menguning dan kemudian bisa mati.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah itulah langkah-langkah dalam budidaya rumput jepang. Bagaimana sobat PTD, apakah kamu tertarik melakukannya?<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-mudah-budidaya-bunga-aster\/\">Ingin Budidaya Bunga Aster? Ini Dia 5 Langkah Mudahnya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Diya Antika<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumput jepang merupakan salah satu jenis tanaman hias yang cukup populer ditanam sebagai rumput taman. Selain memberikan kesan hijau dan menyegarkan, rumput jepang juga dapat menyerap genangan air pada taman, sehingga tidak akan ada genangan air pada taman. Untuk mendapatkan hasil yang baik maka perlu memperhatikan langkah penanamannya, seperti memilih bibit, mengolah lahan tanah, mengolah dan pemeliharaan. <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6925,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1332,1],"tags":[1329,1331,1330],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/the-lawn-1034954_640.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6922"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6922"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7151,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6922\/revisions\/7151"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}