{"id":7009,"date":"2024-02-12T01:21:23","date_gmt":"2024-02-11T18:21:23","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7009"},"modified":"2024-02-12T08:34:03","modified_gmt":"2024-02-12T01:34:03","slug":"langkah-ternak-ikan-nila-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-ternak-ikan-nila-merah\/","title":{"rendered":"Ikuti 4 Langkah Ini untuk Ternak Ikan Nila Merah"},"content":{"rendered":"<p>Mau ternak ikan nila yang mudah dan menjanjikan? Tapi bingung memulai usaha ikan nila darimana? Pak Tani Digital akan berbagi langkah-langkah ternak ikan nila merah yang mudah. Berikut Penjelasannya!<\/p>\n<p>Ikan nila merupakan salah satu ikan dengan cita rasa yang gurih, daging yang empuk dan ternak lembut serta makanan favorit untuk semua orang.<\/p>\n<p>Hal ini menjadikan budidaya ikan nila merah memiliki pangsa pasar sendiri serta menghasilkan keuntungan yang berlipat.<\/p>\n<p>Bagi kamu yang ingin memulai langkah \u2013 langkah dalam memelihara ternak ikan nila merah, simak ulasan singkat berikut ini :<\/p>\n<h2>Cara Ternak Ikan Nila Merah:<\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Persiapan dan Pembuatan Kolam Ikan Nila Merah<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Persiapan serta cara dalam mengelola kolam sebagai tempat budidaya ikan nila merah yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Tentukan lokasi strategis yang dapat dijangkau oleh kendaraan sehingga memudahkan proses transaksi jual-beli ikan nila merah ke pasar.<\/li>\n<li>Gali lobang untuk kolam ternak ikan nila merah, idelanya kedalaman 100\u2013120 cm, setelah itu, biarkan hasil galian selama 3\u20137 hari.<\/li>\n<li>Selanjutnya, dilakukan pemupukan sebagai pakan basal pada ternak ikan nila merah. Pupuk yang digunakan ialah pupuk organik dengan memanfaatkan pupuk organik dari ternak umumnya menggunakan kotoran ayam dengan dosis 1-2 ton per hektar. Pupuk ditebar secara merata di dasar kolam lalu dibiarkan selama 1-2 minggu.<\/li>\n<li>Selanjutnya, kolam digenangi dengan air mengalir sedalam 10-20 cm. Diamkan selama 3-5 hari. Pastikan sinar matahari dapat menembus dasar kolam sehingga ganggang atau organisme air tumbuh. Selanjutnya kolam diisi lagi dengan air dengan ketinggian mencapai 60-75 cm.\n<p><figure id=\"attachment_7013\" aria-describedby=\"caption-attachment-7013\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7013\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/bisnis-ikan-nila.jpg\" alt=\"ternak ikan nila merah\" width=\"400\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7013\" class=\"wp-caption-text\">nikojulius.com<\/figcaption><\/figure><\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-ternak-ikan-mas-bagi-pemula\/\">Ini Dia 5 Langkah Ternak Ikan Mas Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemilihan dan Penebaran Bibit Ternak Ikan Nila Merah<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pemilihan bibit sebaiknya menggunakan bibit yang seragam dengan jenis pejantan \u00a0dengan harapan pertumbuhan yang lebih cepat.<\/p>\n<p>Umumnya ukuran yang biasa menjadi acuan ialah 8 \u2013 12 cm dengan kepadatan tebar sekitar 10 \u2013 15 ekor per m2.<\/p>\n<p>Ciri-ciri bebit ternak ikan nila merah yang bagus dan baik adalah: 1) Ukuran bibitnya seragam, 2) Kondisi bibit sehat dan tidak ada cacat fisik serta 3) Pergerakan renangnya lincah dan gesit<\/p>\n<p>Penebaran bibit ternak ikan nila merah dilakukan secara bertahap untuk menghindari stress. Sebelumya, bibit dimasukkan pada baskom yang berisi air kolam untuk proses adaptasi, setelah itu baru ditebarkan ke dalam kolam. Proses penebaran bbit dilakukan di malam hari.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemeliharaan Ikan Nila Merah<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Proses pemeliharaan ikan nila merah dapat dilakukan sebagai berikut :<\/p>\n<p><strong>1. Penggantian Air Kolam<\/strong><\/p>\n<p>Kualitas air adalah hal paling fundamental dalam budidaya ikan, termasuk ikan nila merah. Penggantian air kolam dilakukan apabila air telah keruh karena berpengaruh pada produktivitas ikan nila merah.<\/p>\n<p>Pengurasan dilakukan pada 1\/3 ketinggian air pada kolam lalu diisi kembali dengan air kolam yang baru.<\/p>\n<p><strong>2. Pemberian pakan<\/strong><\/p>\n<p>Pakan menyumbang biaya produksi terbesar dalam bisnis peternakan sehingga sangatlah penting mengatur pemberian pakan.<\/p>\n<p>Jadwal pemberian dilakukan pada pagi dan sore hari dengan perbandingan 3% dari berat tubuh ikan yang ada di kolam pemeliharaan.<\/p>\n<p>Pakan yang diberikan ialah pakan terapung sehingga lebih mudah dalam menilai kualitas pakan terbaik, pakan yang tidak dimakan akan menjadi amoniak sehingga sangat penting untuk menjaga kebersihan kolam dengan membersihkan pakan yang tersisa.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7015\" aria-describedby=\"caption-attachment-7015\" style=\"width: 350px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7015\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Gambar-Ilustrasi-Cara-Membuat-Pakan-Ikan.jpg\" alt=\"ternak ikan nila merah\" width=\"350\" height=\"262\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7015\" class=\"wp-caption-text\">mitalom.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/apa-saja-peluang-budidaya-ikan-di-pasaran\/\">Apa Saja Peluang Budidaya Ikan di Pasaran?<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>3. Cara pengendalian hama dan penyakit<\/strong><\/p>\n<p>Kebersihan kolam adalah hal yang paling penting dalam\u00a0 budidaya ikan nila merah. Keracunan akibat amoniak serta adanya parasit pada ikan umumnya disebabkan karena pencemaran pada air kolam.<\/p>\n<p>Gunakan air yang bersih dengan PH air yang sesuai sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit pada ikan anda.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Panen Ternak Ikan Nila Merah<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Panen ikan nila merah dilakukan pada berat 300\u2013500 gr\/ekor atau berumur sekitar 4\u20136 bulan.<\/p>\n<p>Proses panen ikan nila dilakukan dengan membuka lubang pembuangan air di kolam agar ikan bisa keluar lalu ditangkap dengan jaring yang disediakan pada pintu pembuangan.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah cara beternak ikan nila merah yang dapat diterapkan. Selamat mencoba sobat PTD !<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengolah-kaldu-ikan-menjadi-pupuk-cair\/\">Cara Mengolah Kaldu Ikan Menjadi Pupuk Cair<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis : <strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-budidaya-ikan-nila-merah-di-kolam-tembok.<\/li>\n<li>https:\/\/alamtani.com\/budidaya-ikan-nila\/<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan nila merupakan salah satu ikan dengan cita rasa yang gurih, daging yang empuk dan ternak lembut serta makanan favorit untuk semua orang. Hal ini menjadikan budidaya ikan nila merah memiliki pangsa pasar sendiri serta menghasilkan keuntungan yang berlipat. Berikut cara untuk usaha ternak ikan nila yaitu persiapan dan pembuatan kolam ikan nila merah, pemilihan dan penebaran  bibit ternak ikan nila merah, pemeliharaan ikan nila merah, panen ternak ikan nila merah.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":7012,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[843,1],"tags":[1352,1351,335,1350],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/gambar-induk-ikan-nila-dewasa-600x370.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7009"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7009"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7075,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7009\/revisions\/7075"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}