{"id":7115,"date":"2025-09-24T01:41:59","date_gmt":"2025-09-23T18:41:59","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7115"},"modified":"2025-09-24T09:18:57","modified_gmt":"2025-09-24T02:18:57","slug":"cara-menanam-pare-dan-perawatannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-menanam-pare-dan-perawatannya\/","title":{"rendered":"6 Langkah Menanam Pare dan Perawatannya"},"content":{"rendered":"<p>Bingung cara menanam dan merawat tanaman pare? Berikut Pak Tani Digital membagikan uraian mengenai informasi budidaya pare.<\/p>\n<p>Sayuran\u00a0 pare merupakan\u00a0 sayuran\u00a0 yang terkenal akan\u00a0 rasanya yang\u00a0 pahit. Meskipun\u00a0 begitu, tanaman\u00a0 pare memiki daya tarik sendiri.<\/p>\n<p>Masyarakat Indonesia pada umumnya juga mengkonsumsi tanaman\u00a0 pare dengan\u00a0 tujuan untuk dijadikan, selain itu\u00a0 dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit seperti mengobati pencernaa, obat cacing, diabetes, serta antibotik.<\/p>\n<p>Khasiat sebagai obat ini didapatkan dari tanaman pare yang ternyata kaya akan gizi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin C, natrium, kalsium, zat besi, dll<\/p>\n<h2>Menanam Pare Dan Perawatannya<\/h2>\n<p>Dengan melihat baanyaknya manfaat tanaman\u00a0 pare. Berikut cara budidaya pare :<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Syarat Tumbuh Tanaman Pare<\/span><\/h4>\n<p>Tanaman pare dapat tumbuh dengan baik jika berada diketinggian lahan\u00a0 dataran\u00a0 rendah hingga dataran tinggi, yaitu sekitar 0 \u2013 1400 mdpl.\u00a0 Selain itu, pH tanah\u00a0 yang diperlukan tanaman pare untuk tumbuh adalah sekitar 4\u20137 pH.<\/p>\n<p>Media tanam\u00a0 lahan\u00a0 adalah\u00a0 tanah\u00a0 yang\u00a0 gembur serta mengandung banyak humus yang\u00a0 berfungsi untuk memberikan\u00a0 nutrisi bagi tanaman.<\/p>\n<p>Utuk area tanam tidak terlalu membutuhkan sinar matahari sehingga dapat diletakkan pada area yang jauh dari jangkauan sinar matahari.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7116\" aria-describedby=\"caption-attachment-7116\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7116\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/40-1.jpg\" alt=\"menanam pare\" width=\"400\" height=\"224\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7116\" class=\"wp-caption-text\">docplayer.info<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/terapkan-2-cara-ini-bagi-pemula-sistem-hidroponik\/\">Ingin Mencoba Sistem Hidroponik Tapi Masih Pemula? Terapkan 2 Cara Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Mempersiapkan Benih Pare<\/span><\/h4>\n<p>Untuk mengetauhi cara memlih benih dari pare yang baik serta buruk dapat dilakukan dengan cara hangatkan air jernih, masukkan benih pare yang akan digunakan, tunggulah selama 30 menit.<\/p>\n<p>Proses pemisahan akan dimulai, pada benih pare yang baik maka benih tersebut akan mengambang, apabila benih pare yang dimiliki tenggelam, maka benih cenderung tidak tumbuh.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perawatan Tanaman Pare<\/span><\/h4>\n<p>Berikut beberapa cara untuk melakukan proses perawatan tanaman pare :<\/p>\n<p><strong>1. Teknik Penyiangan<\/strong><\/p>\n<p>Proses penyiangan pada tanaman pare dilakukan untuk menghindari serangan hama dan gulma yang berada disekitar tanaman pare yang akan mengakibatkan terhambatnya proses pertumbuhan tanamannya<\/p>\n<p>Proses penyiraman \u00a0setelah penanaman dilakukan pada pagi dan sore hari \u00a0dengan air sebayak dua kali sehari<\/p>\n<p><strong>2. Pembuatan para-para<\/strong><\/p>\n<p>Para-para merupakan tempat tumbuh rambatan dari tanaman pare. Bahan Para-para terbuat dari\u00a0 belahan-belahan bamboo yang disusun berukuran 200 cm.<\/p>\n<p>Bentuk para-parayang baik yaitu \u00a0berbentuk kotak, karena akan membuat tumbuhan pare terlihat rapih serta tertata dengan baik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7117\" aria-describedby=\"caption-attachment-7117\" style=\"width: 350px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7117\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Pemanenan-pare.jpg\" alt=\"menanam pare\" width=\"350\" height=\"212\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7117\" class=\"wp-caption-text\">faunadanflora.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-membuat-pupuk-organik-buah-busuk\/\">Langkah-Langkah Membuat Pupuk Organik dari Buah Busuk<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penanaman pare<\/span><\/h4>\n<p>Gemburkanlah tanah pada lahan yang akan digunakan yang bertujuan untuk membuat racun yang mengendap pada tanah dapat dikeluarkan.<\/p>\n<p>Buatlah bendengan dengan ketinggian sekitar 30 x 150 cm dan panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan.<\/p>\n<p>Berikan pupuk organik sebelum menananm pare. Masukkanlah benih pare 3 biji pada lubang tanam yang sebelumnya telah dibuat dan tutup kembali dengan tanah.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pupuk Tanaman Pare<\/span><\/h4>\n<p>Agar meningkatkan proses pertumbuhan serta produktivitas dari tanaman pare itu sendiri, maka selain pupuk organic maka kita dapat memberikan pupuk anorganik pada tanaman pare yang ditanaman.<\/p>\n<p>Pupuk organik diberikan setelah tanaman memasuki umur 21 hari setelah proses penanaman, pupuk yang baik yaitu menggunakan pupuk NPK<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemanenan Pare<\/span><\/h4>\n<p>Setelah memasuki hari ke-60 setelah dari penanaman, maka tanaman pare siap untuk dipanen.<\/p>\n<p>Cara yang dapat dilakukan untuk memanen tanaman pare tersebut adalah dengan cara memotong pada bagian tangkai buah pare dengan menggunakan gunting atau pisau untuk stek, atau pisau.<\/p>\n<p>Pada saat pemotongan tersebut, sebaiknya alat pemotong berada pada kondisi yang tidak kotor atau steril.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah cara menanam dan merawat tanaman pare yang bisa kalian terapka. Selamat mencoba!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tahapan-budidaya-buncis-hingga-panen-banyak\/\">Tahapan Budidaya Buncis Hingga Panen Banyak<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Rini Itona<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bingung cara menanam dan merawat tanaman pare? Berikut Pak Tani Digital membagikan uraian mengenai informasi budidaya pare. Sayuran\u00a0 pare merupakan\u00a0 sayuran\u00a0 yang terkenal akan\u00a0 rasanya yang\u00a0 pahit. Meskipun\u00a0 begitu, tanaman\u00a0&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7118,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,840,1],"tags":[1372,1374,1373],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Capture.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7115"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7115"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7165,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7115\/revisions\/7165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}