{"id":7221,"date":"2021-09-16T06:04:31","date_gmt":"2021-09-15T23:04:31","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7221"},"modified":"2021-09-16T08:29:27","modified_gmt":"2021-09-16T01:29:27","slug":"petani-milenial-tumpuan-dan-penggerak-masa-depan-pertanian-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/petani-milenial-tumpuan-dan-penggerak-masa-depan-pertanian-indonesia\/","title":{"rendered":"Petani Milenial, Tumpuan &#038; Masa Depan Pertanian Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Zaman semakin maju, banyak orang-orang berlomba bekerja di perusahan-perusahan besar. Begitupun para anak-anak muda. Menyebabkan tidak adanya penerus masa depan pertanian. Bagaimana pendapat kamu sebagai anak milenial?<\/p>\n<h3><strong>Problematika dan Paradigma Pertanian Indonesia<\/strong><\/h3>\n<p>Indonesia merupakan salah satu negara kaya dan melimpah akan sumberdaya alam hingga ke seluruh pelosok negeri. Indonesia konon lahir dari rahim agraris dan maritim.<\/p>\n<p>Namun agaknya, wajahnya semakin menua. Kurang dari 80 persen petani yang ada di Indonesia berusia lebih dari 50 tahun.<\/p>\n<p>Kebanyakan dari mereka tidak berpendidikan tinggi. Namun, kami masih percaya bahwa masa depan dan kesejahteraan bangsa ini ada di pundak anak-anak muda.<\/p>\n<p>Keterpurukan para petani semakin lengkap, tatkala dari hari ke hari lahan pertanian yang mereka miliki semakin menyempit. Luasan lahan yang dimiliki oleh petani Indonesia tercatat kurang lebih 87,63%.<\/p>\n<p>Dapat dikatakan 22,9 juta rumah tangga petani adalah para petani yang memiliki kepemilikan lahan kurang dari 2 hektar. Sedangkan sekitar 5 juta rumah tangga petani dilaporkan memiliki luasan lahan di bawah 0,5 hektar.<\/p>\n<p>Dengan kondisi seperti ini, petani tidak dapat lagi memaksimalkan produksi di lahannya. Tentu saja hal ini menjadi salah satu pemicu yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>Akibatnya profesi petani bagi sebagian anak muda tidak masuk ke dalam daftar cita-cita. Mimpi menjadi petani muda sukses terkubur bersama tanah dan air yang sejatinya subur makmur.<\/p>\n<p>Banyak anak muda beranggapan profesi petani identik dengan pekerjaan orang tua. Harus mau kotor-kotoran bersama lumpur, menanam, dan memanen secara manual.<\/p>\n<p>Keuntungan yang didapat biasanya tak terlalu menjanjikan. Belum lagi apabila muncul permasalahan, seperti; kekeringan, cuaca ekstrim yang tidak menentu, ketersediaan bibit terbatas, pupuk yang mulai langka di lapangan, serta berbagai serangan OPT lainnya yang berimbas pada gagalnya panen.<\/p>\n<p>Menurunnya jumlah petani di Indonesia, ditambah kurangnya minat para anak muda mengancam kegagalan mimpi Indonesia, yakni mewujudkan kedaulatan pangan untuk rakyatnya.<\/p>\n<p>Penyelesaian problematika yang dialami oleh petani dalam usaha tani, diperlukan peran pemuda yang memiliki kekuatan dan semangat tinggi.<\/p>\n<p>Banyak ide kreatif serta inovatif yang dapat muncul dari para pemuda. Kelak hal tersebut tentu saja diharapakan berpengaruh pada pengembangan dan pembangunan pertanian.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/petani-buruh-tani-atau-juragan-tani-siapa-pemilik-kemiskinan-yang-sesungguhnya\/\">Petani, Buruh Tani Atau Juragan Tani. Siapa Pemilik Kemiskinan Yang Sesungguhnya?<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><strong>Mengubah Citra Petani<\/strong><\/h3>\n<p>Di era saat ini, sangat penting mengubah citra petani yang selama ini identik dengan pekerja kasar, menguras tenaga, miskin, dan penghasilannya kecil.<\/p>\n<p>Persepsi seperti ini harus segera diubah agar anak muda memiliki penilaian baru terhadap profesi petani. Bagi generasi milenial, pertanian tidak melulu harus kotor dengan bercocok tanam di sawah.<\/p>\n<p>Akan tetapi perlu dimulai dari proses manajemen yang baik dari awal pra tanam, budidaya, panen, hingga pascapanen. Terobosan inovasi teknologi pertanian di era modern ini juga perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.<\/p>\n<p>Diantaranya ada pertanian organik, hydroponik, mekanisasi alsintan, dan lain-lainnya.<\/p>\n<p>Proses manajemen yang baik dan tepat, serta terobosan inovasi teknologi tersebut diharapkan menimbulkan daya tarik bagi generasi milenial, serta menjadikan profesi petani sebagai gaya hidup baru yang keren dan kekinian.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-7243\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/petani-muda.jpg\" alt=\"petani muda\" width=\"831\" height=\"384\" \/><\/p>\n<h3><strong>Petani Milenial dan Teknologi Pertanian Modern<\/strong><\/h3>\n<p>Sektor pertanian merupakan salah satu profesi yang kurang diminati dan cenderung ditinggalkan oleh kalangan anak muda.<\/p>\n<p>Ironisnya, banyak lulusan dari kampus yang dulunya memilih jurusan yang berhubungan dengan pertanian, mendapat profesi selain dari sektor pertanian.<\/p>\n<p>Salah satu penyebabnya, doktrin dari keluarga dan masyarakat pada umumnya yang mengatakan bahwa berprofesi sebagai petani tidak menjanjikan dari segi finansial.<\/p>\n<p>Salah satu sebab anak muda malas menjadi seorang petani yaitu tak dimilikinya aset berupa tanah\/lahan, serta modal yang minim untuk mengelolanya.<\/p>\n<p>Anak muda mana yang memiliki lahan luas, kecuali mendapat warisan dari orangtuanya? Jikapun ada yang punya lahan, jumlahnya pasti jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang sama sekali tidak memiliki lahan.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, kita dapat memotivasi anak muda, semisal memulai usaha pertanian dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk hidroponik, aquaponik, hidroganik serta solusi teknologi pertanian lainnya yang lebih kekinian.<\/p>\n<p>Perkembangan dan kemajuan teknologi pertanian dewasa ini telah banyak mengubah citra petani dan membuka berbagai peluang baru di sektor pertanian.<\/p>\n<p>Petani muda yang identik melek dengan informasi dan teknologi tentu saja dapat memanfaatkan peluang ini untuk melakukan berbagai perbaikan dan perubahan yang lebih baik di sektor pertanian.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/petani-dan-solusi-perubahan-iklim\/\">Petani dan Solusi Perubahan Iklim<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><strong>Harapan Baru Sektor Pertanian<\/strong><\/h3>\n<p>Petani sebagai ujung tombak penyedia kebutuhan pangan di negeri ini harus diletakkan pada posisi yang terhormat.<\/p>\n<p>Keluarga petani harus berdaulat untuk kebutuhan pangannya dan terhindar dari kelaparan, sebelum memenuhi kebutuhan pangan nasional.<\/p>\n<p>Sebab, bukan rahasia umum lagi bahwa pada saat puncak musim kemarau dan penghujan, keluarga petani justru mengalami kelangkaan pangan karena rusaknya lahan pertanian diterjang dinamika alam.<\/p>\n<p>Ada pula yang hanya bertani dengan satu jenis komoditi, sehingga harus membeli bahan pangan di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.<\/p>\n<p>Kita harus merangkul para petani milenial, yang mungkin baru mampu bertani di pekarangan rumah atau di lahan pertanian yang luasannya sempit.<\/p>\n<p>Kita beri perhatian dan peningkatan keterampilan yang serupa dengan petani-petani lain yang sudah mapan. Prestasi para petani milenial dan komunitasnya harus mendapatkan apresiasi yang memadai.<\/p>\n<p>Besar atau kecilnya skala praktik pertanian bukan lagi persoalan, jika semua potensi yang ada di sektor pertanian ini diberdayakan sesuai dengan kadarnya untuk bersama-sama membesarkan dan memajukan pertanian Indonesia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-7244\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/petani-milenial.jpg\" alt=\"petani milenial\" width=\"899\" height=\"506\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Posisi dan Peran Strategis Petani Milenial<\/strong><\/h3>\n<p>Petani milenial adalah sebuah gerakan tentang optimisme dari generasi muda Indonesia di bidang pertanian yang dilakukan di berbagai wilayah nusantara.<\/p>\n<p>Masa depan pangan Indonesia, bahkan dunia, jelas berada di tangan petani. Kita ditantang untuk dapat mengambil peran penting tersebut.<\/p>\n<p>Bagi seorang pemuda, dalam kamus hidupnya tidak mengenal frasa saling menyalahkan. Menyesali bahkan sampai mengutuk yang telah berlalu, ibarat menepak air didulang terpercik muka sendiri.<\/p>\n<p>Macetnya regenerasi petani di Indonesia harus direspon dengan jalan keluar yang penuh dengan kreatifitas serta keinovatifan. Problematika yang kusut tersebut justru dapat menghadirkan tantangan yang lebih menarik.<\/p>\n<p>Akan muncul banyak sekali kesempatan baru jika kita dapat mengurai benang-benang masalah yang ada di sektor pertanian menjadi solusi.<\/p>\n<p>Kelak, kita mungkin akan sangat bangga saat seorang anak kecil ditanya oleh sang guru di sekolah tentang cita-citanya. Sang anak dengan lugas dengan sorot mata terang yang mengungkap kepercayaan diri tinggi menjawab. \u201c<em>Saya ingin menjadi seorang petani sukses, Bu<\/em>!\u201d<\/p>\n<p>Bung Karno berkata. \u201cGenerasi sekarang biarlah generasi sekarang. Tetapi engkau, pemuda pemudi di seluruh Indonesia, yang sekarang duduk di bangku-bangku SMA adalah generasi baru.<\/p>\n<p>Engkau adalah generasi yang akan datang! Engkaulah yang bertanggung jawab atas nasib bangsamu di masa depan. Kita kekurangan kader bangsa, terutama di lapangan pertanian dan peternakan.<\/p>\n<p>Soal persediaan makan rakyat ini bagi kita adalah soal hidup atau mati, kenapa dari kalangan-kalanganmu begitu kecil minat untuk studi ilmu pertanian dan ilmu perhewanan? Pemuda bertani, berarti memilih untuk Merdeka. (By : Muhammad Syahri Mubarok, SST)<\/p>\n<hr \/>\n<p>Bagaimana menurut kamu, apakah kamu sudah tertarik untuk menjadi seorang petani milenial?<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/indonesia-krisis-petani\/\">Indonesia Akan Krisis Petani 15 Tahun Mendatang<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Syahri Mubarok<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zaman semakin maju, banyak orang-orang berlomba bekerja di perusahan-perusahan besar. Begitupun para anak-anak muda. Menyebabkan tidak adanya penerus masa depan pertanian. Bagaimana pendapat kamu sebagai anak milenial? Problematika dan Paradigma&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7239,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[19],"tags":[272,12,185],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/petani-1.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7221"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7221"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7697,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7221\/revisions\/7697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}