{"id":7345,"date":"2024-04-17T01:42:58","date_gmt":"2024-04-16T18:42:58","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7345"},"modified":"2024-04-17T09:35:23","modified_gmt":"2024-04-17T02:35:23","slug":"budidaya-buah-salak-pondoh-dengan-memanfaatkan-pekarangan-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-buah-salak-pondoh-dengan-memanfaatkan-pekarangan-rumah\/","title":{"rendered":"Cara Budidaya Buah Salak Pondoh di Pekarangan Rumah"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya buah salak pondoh? Di artikel pertanian kali ini PTD akan mebagikan cara budidaya salak pondoh.<\/p>\n<p>Salak pondoh atau yang memiliki nama ilmiah <em>Salacca edulis<\/em> merupakan buah musiman yang daging buahnya rasanya manis dan bertestur renyah ketika dikomsumi dan disukai semua orang.<\/p>\n<p>Salak pondoh memiliki banyak varian, mulai pondoh super, pondoh hitam, pondoh gading, pondoh manggala, dan pondoh nglumut.<\/p>\n<p>Salak pondoh dikenal sebagai salak asli dari lereng Gunung Merapi tepatnya daerah Sleman sebagai central salak pondoh di Yogyakarta.<\/p>\n<p>Namun disisilain, rasanya menyenangkan memetik salak pondoh dari hasil perkebunan sendiri, yang ditanam di pekarangan dengan memanfaatkan kebun yang ada di sekitar rumah.<\/p>\n<p>Perkebunan salak pondoh di sekitar rumah tidak saja lingkungan rumah menjadi sejuk nan asri, melainkan juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi saat panen salak pondoh tiba. Dari hasil panen salak pondoh bisa menambah ekonomi keluarga.<\/p>\n<h3><strong>Budidaya Salak Pondoh Di Beberapa Daerah Di Indonesia<\/strong><\/h3>\n<p>Budidaya buah salak pondoh dengan memanfaatkan pekarangan dan kebun di sekitar rumah menjadi cara sederhana meraih kesuksesan.<\/p>\n<p>Tidak sedikit sebagian orang yang berhasil menjadi petani sukses hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumah menjadi perkebunan salak pondoh.<\/p>\n<p>Budidaya buah salak pondoh dengan memanfaatkan pekarangan dan kebun di sekitar rumah banyak dijumpai di daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di daerah Kabupaten Sleman seperti Temple Turi menjadi central salak pondoh.<\/p>\n<p>Ketika berkunjung ke kawasan Sleman banyak menjumpai perkebunan salak pondoh yang memanfaatkan pekarangan dan kebun sekitar rumah, yang kini menjelma menjadi desa wisata dengan menawarkan agrowisata perkebunan salak pondoh.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ini-dia-cara-budidaya-jeruk-nipis-agar-cepat-berbuah\/\">Ini Dia Cara Budidaya Jeruk Nipis Agar Cepat Berbuah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Budidaya Buah salak pondoh di pekarangan rumah tidak hanya ditemukan di Yogyakarta saja. Daerah Kalimantan tepatnya Kabupaten Sekadu juga mulai mengembangkan perkebunan salak pondoh yang hasilnya cukup memuaskan dan bisa \u00a0berbuah dengan merata. Menariknya dalam sebulan bisa mencapai 20 kg di daerah ini.<\/p>\n<p>Lain lagi di kota Subulussalam tepatnya di Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan bisa memetik buah salak pondoh langsung dari pohon sembari menikmati hawa kebun yang sejuk.<\/p>\n<p>Di Desa ini warga menjadikan halaman rumah sebagai kebun salak pondoh. Buah salak pondoh\u00a0 telah hampir 20 tahun menjadi komoditas unggulan penduduk sekitar.<\/p>\n<p>Perawatan salak pondoh yang\u00a0 mudah dan tidak sulit membuat sebagian orang tertarik kemudian beralih profesi\u00a0 menjadi petani salak pondoh, karena hasil perkebunan salak pondoh memiliki prospek yang cerah dimasa depan.<\/p>\n<p>Namun, dibalik kesuksesan para\u00a0 petani salak pondoh di daerah Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, tidak lepas dari pola atau cara mereka mengelola perkebunan salak pondoh menjadi perkebunan salak pondoh yang produksitif.<\/p>\n<p>Budidaya salak pondoh memerlukan waktu 2-3 tahun hingga bisa berbuah merata. Sisi lain dalam budidaya salak pondoh yang sukses terletak pada lahan perkebunan salak pondoh yang lembab, subur atau bisa juga bertestur lempung dan berpasir, menjadi tempat yang cocok untuk budidaya salak pondoh.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7358\" aria-describedby=\"caption-attachment-7358\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7358\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/buah-salak.jpg\" alt=\"buah salak\" width=\"500\" height=\"333\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7358\" class=\"wp-caption-text\">indonesiakaya.com<\/figcaption><\/figure>\n<h2>Budidaya Salak Pondoh<\/h2>\n<p>Hal-hal yang perlu di ketahui saat akan melakukan budidaya salak pondoh, yaitu:<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Media Tanam<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Cara lain dalam budidaya salak pondoh, yaitu dengan memanfaatkan pekarangan dan kebun di sekitar rumah menjadi cara sederhana dalam budidaya tanaman salak pondoh.<\/p>\n<p>Hal yang penting dalam budidaya salak pondoh adalah area perkebunan salak pondoh tersebut dekat dengan sumber air. Selanjutnya membuat lubang untuk tanam tanaman salak pondoh dengan menggunakan beberapa sistem.<\/p>\n<p>Sistem monokultur dengan ukuran lubang 50\u00d750\u00d750 cm, jarak tanam 2\u00d72-2,5\u00d72,5 m, dan sistem polikultur dengan jarak tanam 1,5\u00d71,5 m.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7357\" aria-describedby=\"caption-attachment-7357\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7357\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/pohon-salak.jpg\" alt=\"pohon salak\" width=\"600\" height=\"338\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7357\" class=\"wp-caption-text\">salakmadu.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemupukan <\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Setelah membuat lubang untuk tanam pohon salak pondoh selesai, langkah selanjutnya adalah pemupukan. Pupuk kandang atau pupuk organik cocok untuk tanaman salak pondoh.<\/p>\n<p>Masing-masing setiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 10 kg. Jenis pupuk lain yang cocok untuk budidaya salak pondoh adalah pupuk anorganik NPK dicampur urea, TSP dan KCL dengan perbandingan 1:1.<\/p>\n<p>Pemilihan bibit salak pondoh dengan cara vegetatif sebagai langkah mempertahankan sifat unggul. Bibit yang berkualitas adalah bibit yang siap tanam dan lebih baik lagi dipilih juga bibit pejantannya agar nanti hasilnya berkualitas.<\/p>\n<p>Pasca masa tanam selesai dengan melakukan perawatan menjadi kunci keberhasilan dalam budidaya salak pondoh.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mulai-budidaya-buah-naga-dengan-4-tahap-ini\/\">Mulai Budidaya Buah Naga dengan 4 Tahap Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Penyulaman Bibit<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Langkah awal setelah masa tanam adalah penyulaman yang dilakukan setiap awal musim hujan. Ketika melakukan penyulaman terhadap bibit salak pondoh yang sudah ditanam dengan memeriksa produktivitas tanaman setelah 2-3 minggu penanaman bibit.<\/p>\n<p>Cara lain dalam penyulaman terhadap tanaman salak pondoh: mengganti pohon bibit salak pondoh yang mati, tidak berkembang, tidak berproduksi dengan baik .<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Perawatan Tanaman<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Langkah lain yang perlu dilakukan dalam budidaya tanaman salak pondoh adalah\u00a0 perawatan. Salak pondoh bisa berbuah banyak dan merata perlu\u00a0 perawatan dilakukan intensif agar hasil panen nanti berkualitas.<\/p>\n<p>Biaya perawatan yang murah dan mudah membuat sebagian orang banyak tertarik ikut budidaya tanaman salak pondoh.<\/p>\n<p>Salak pondoh tidak mengenal musim, namun hal yang penting dalam budidaya salak pondoh adalah perlu kesabaran, ketekunan dan rajin membersihkan tunas-tunas tanaman salak yang cepat tumbuh.<\/p>\n<p>Hal lain yang menarik dalam budidaya salak pondoh adalah menjaga pelepah jangan sampai rimbun atau tidak lebih dari sepuluh pelepah disetiap pohonnya. Pohon tanaman salak pondoh yang rimbun akan menghambat produksi buah.<\/p>\n<p>Cara lain dalam budidaya tanaman salak pondoh: rajin membersihkan lahan dengan memberantas rumput, gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang merusak pohon salak pondoh. Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkul secara berkala.<\/p>\n<p>Cangkul tanah dengan alat pacul untuk menggempurkan tanah hingga membentuk gundukan, agar menguatkan akar dan batang biar nanti bisa menghasilkan salak pondoh yang berkualitas.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya salak pondoh yang dapat Anda jadikan pedoman. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-tanaman-salak-cepat-berbuah\/\">Ingin Menanam Tanaman Salak yang Cepat Berbuah? Ketahui Tips Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Suryatiningsih<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya buah salak pondoh? Di artikel pertanian kali ini PTD akan mebagikan cara budidaya salak pondoh. Salak pondoh atau yang memiliki nama ilmiah Salacca edulis&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7354,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,1],"tags":[471,1416,1417],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/salakpondoh.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7345"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7345"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7345\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7431,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7345\/revisions\/7431"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}