{"id":7435,"date":"2024-11-15T01:39:58","date_gmt":"2024-11-14T18:39:58","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7435"},"modified":"2024-11-15T10:50:25","modified_gmt":"2024-11-15T03:50:25","slug":"tahap-mudah-budidaya-ikan-gabus-bagi-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tahap-mudah-budidaya-ikan-gabus-bagi-pemula\/","title":{"rendered":"Tahap Mudah Budidaya Ikan Gabus Bagi Pemula"},"content":{"rendered":"<p>Ingin melakukan budidaya pada ikan gabus? Di artikel berikut ini PTD akan membagikan tahap-tahap budidayanya.<\/p>\n<p>Ikan gabus (<em>Channa striata<\/em>) merupakan jenis ikan predator yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bagi peternak ikan pemula tentu sangatlah memerlukan panduan praktis untuk dapat berbudidaya ikan ini.<\/p>\n<h2>Tahap-Tahap Budidaya Ikan Gabus<\/h2>\n<p>Berikut kami jabarkan tahap-tahap mudah dalam membudidayakan ikan gabus agar menghasilkan panen yang melimpah:<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemilihan Tempat<\/span><\/h4>\n<p>Langkah ini didasarkan pada tiga jenis\u00a0 kolam berdasarkan medianya, seperti kolam tanah, kolam terpal, dan kolam beton. Perbedaannya yaitu:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/apa-saja-peluang-budidaya-ikan-di-pasaran\/\">Apa Saja Peluang Budidaya Ikan di Pasaran?<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>1. Kolam Tanah<\/strong><\/p>\n<p>Tempat pemeliharaan yang cara membuatnya paling sederhana. Untuk sumber air dapat dialiri langsung dari sungai.<\/p>\n<p>Keuntungan lainnya yaitu praktis, hemat biaya, dan peluang tinggi akan ketersedian pakan alami, seperti: ikan-ikan kecil, udang-udang liar dan beberapa zat renik.<\/p>\n<p><strong>2. Kolam Terpal<\/strong><\/p>\n<p>Tempat pemeliharaan ikan gabus yang paling popular. Keuntungannya lebih praktis, hemat biaya, dan sangat cocok untuk lokasi budidaya yang jauh dari sumber air.<\/p>\n<p>Selain itu, hasil ikan tidak terlalu berbau lumpur maupun bau tanah, panen ikan lebih mudah dan cepat. Serta diketahui jarang terserang penyakit maupun hama.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7486\" aria-describedby=\"caption-attachment-7486\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7486\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Kolam-Terpal-ikan-gabus.jpg\" alt=\"Kolam Terpal ikan gabus\" width=\"500\" height=\"375\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7486\" class=\"wp-caption-text\">bisnisbudidayaikan.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>3. Kolam Beton<\/strong><\/p>\n<p>Kelebihannya yaitu air yang mengalir kedalam kolam lebih bersih dan higenis, media dari beton cenderung lebih awet. Ketika masa panen ikan, maka kolam akan lebih mudah dibersihkan dan ikan hasil panen tidak akan berbau tanah maupun lumpur.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemilhan Indukan Ikan Gabus<\/span><\/h4>\n<p>Pilihlah indukan yang bagus, sehat dan aktif, lalu, tentukan induk jantan dan betina ikan gabus.<\/p>\n<p>Ikan jantan memiliki kepala yang oval dan betina kepala bulat, tubuh jantan berwarna gelap, lubang genital jantan terdapat cairan bening jika ditekan, sedangkan genital betina terdapat pada bagian perut yang akan keluar telur jika ditekan.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-budidaya-lele-dengan-buis-beton\/\">Budidaya Lele dengan Buis Beton? Ikuti 5 Tips Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Proses Pemijahan dan Penetasan Telur<\/span><\/h4>\n<p>Pada proses ini, beberapa indukan jantan dan betina diperlukan sebanyak 20-30 indukan. Diamkan indukan ikan gabus kira-kira selama 3-4 hari. Hasilnya, indukan gabus betina dapat menghasilkan telur kira-kira sebanyak 11.000 butir.<\/p>\n<p>Daya dukung lain agar telur dapat menetas dengan baik, maka aturlah suhu kolam hingga 28<sup>o<\/sup> C. Anakan gabus yang menetas dapat dibiarkan, karena masih menyimpan cadangan makanan sendiri yang dapat dimanfaatkan oleh anakan kira-kira 2 hari.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7483\" aria-describedby=\"caption-attachment-7483\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7483\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/pemijahan-ikan-gabus.png\" alt=\"pemijahan ikan gabus\" width=\"600\" height=\"318\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7483\" class=\"wp-caption-text\">bertaniorganik.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perawatan Larva Ikan Gabus<\/span><\/h4>\n<p>Pada proses perawatan larva dari ikan gabus, beberapa langkah yang bisa dilakukan yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Pemberian pakan untuk larva setelah umur 2 hari: dilakukan sebanyak 3 kali\/hari yang bertujuan agar pertumbuhan larva lebih besar dengan cepat.<\/li>\n<li>Pemberian pakan untuk larva berumur 5 hari: tetap dilakukan sebanyak 3 kali\/hari dan disisipkan makanan tambahan seperti daphina.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Hal penting lainnya dalam proses ini, yaitu mengganti air kolam agar sirkulasi dikolam tetap lancar.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Proses Penebaran Benih<\/span><\/h4>\n<p>Proses ini dilakukan saat anakan ikan berumur 2 minggu, dan dilakukan saat pagi hari ketika ikan belum diberi makan. Pemberiaan pakan kembali dapat dilakukan setelah 2 hari, pakan dapat berupa pellet atau makanan buatan pabrik.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Cara Pemberian Pakan Rutin<\/span><\/h4>\n<p>Pakan dapat berupa pellet, anakan rayap, maupun sisa daging ampasan dan ikan teri, serta juga dapat berupa campuran pakan yang dibuat sendiri dengan bahan-bahan seperti ampas tahu, bekatul, ikan teri dan juga jagung.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Proses Panen<\/span><\/h4>\n<p>Tipsnya yaitu dengan mengelompokkan ikan-ikan berdasarkan fisik dan ukuran. Pilih ikan yang ukurannya sama besar.<\/p>\n<p>Selain itu, lakukan pemisahan antar ikan dengan ukuran yang kecil dan besar, yang bertujuan untuk mencegah ikan besar memakan ikan yang lebih kecil.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itudia tahap mudah budidaya ikan gabus bagi pemula. Bagaimana apakah kalian tertarik untuk melakukannya? Selamat mencoba.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/panduan-lengkap-ternak-lele-di-kolam-terpal\/\">Panduan Lengkap Ternak Lele di Kolam Terpal dengan Mudah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>RM Winnie<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>http:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-budidaya-ikan-gabus<\/li>\n<li>Listyanto N, Andriyanto S. 2009. Ikan Gabus (Cahnna striata) Manfaat Pengembangan dan Alternatif Teknik Budidayanya. Media Akuakultur 4 (1): 18-25<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ingin melakukan budidaya pada ikan gabus? Di artikel berikut ini PTD akan membagikan tahap-tahap budidayanya. Ikan gabus (Channa striata) merupakan jenis ikan predator yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bagi peternak&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7436,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[843,1],"tags":[365,322,1431],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Ikan-gabus.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7435"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7435"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7435\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7494,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7435\/revisions\/7494"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}