{"id":7729,"date":"2023-01-13T01:05:46","date_gmt":"2023-01-12T18:05:46","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7729"},"modified":"2023-01-13T08:44:45","modified_gmt":"2023-01-13T01:44:45","slug":"cara-budidaya-terong-belanda-dengan-cara-mudah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-terong-belanda-dengan-cara-mudah\/","title":{"rendered":"Cara Budidaya Terong Belanda Dengan Cara Mudah"},"content":{"rendered":"<p>Mau budidaya terong belanda? Mau tau cara mudahnya? Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Berikut ulasannya!<\/p>\n<h2>Terong Belanda<\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Apa itu buah terong belanda?<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_7730\" aria-describedby=\"caption-attachment-7730\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7730\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Tamarillo.gif\" alt=\"terong belanda\" width=\"400\" height=\"305\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7730\" class=\"wp-caption-text\">pinterest.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-membudidayakan-mangga-yang-berbuah-manis\/\">4 Tips Membudidayakan Mangga yang Berbuah Manis<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Terong belanda atau terung belanda adalah jenis tanaman anggota keluarga terung-terungan <em><u>(<\/u><\/em><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Solanaceae\"><em>Solanaceae<\/em><\/a>)\u00a0telah mempunyai penggemarnya sendiri.<\/p>\n<p>Tanaman ini paling cocok hidup di daerah dataran tinggi dengan suhu 22-20\u00baC dengan pH tanah antara 5-6. Bila ditanam di suhu yang panas tanaman ini akan susah berbuah bahkan bisa mati karena tunasnya tidak dapat menerima panas matahari secara langsung.<\/p>\n<p>Kandungan nutrisi pada terong belanda ini yaitu Vitamin C, E, A yang mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh untuk kekebalan tubuh, mengendalikan diabetes, dan baik untuk kesehatan kulit, mata dan jantung<\/p>\n<p>Dengan segala keunggulan dan manfaat terong belanda, tentu akan mengundang pula peluang yang bisa diraih dari budidaya tanaman ini. Terong yang mudah tumbuh ini dapat menjadi sebuah kesempatan untuk menambah penghasilan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Cara Budidaya Terong Belanda<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_7732\" aria-describedby=\"caption-attachment-7732\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7732\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/560625_8458567f-375a-4cf8-b3f5-6c1595b356a7_500_446.jpg\" alt=\"terong belanda\" width=\"400\" height=\"357\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7732\" class=\"wp-caption-text\">tokopedia.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-buah-salak-pondoh-dengan-memanfaatkan-pekarangan-rumah\/\">Cara Budidaya Buah Salak Pondoh di Pekarangan Rumah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Berikut cara mudah untuk membudidayakan terong belanda :<\/p>\n<ol>\n<li>Persemaian<\/li>\n<\/ol>\n<p>Persemaian dilakukan dengan menggunakan bedengan dan memerlukan waktu 1,5 bulan hingga muncul daun kecil dan siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Penanaman<\/li>\n<\/ol>\n<p>Buatlah bedengan dengan tinggi sekitar 40 cm x 120 cm dan panjang menyesuaikan lahan, jarak antar bedengan adalah sekitar 50 cm guna sebagai sistem drainase atau parit untuk penyiraman.<\/p>\n<p>Campurkan tanah dengan pupuk organik sekitar 1 minggu, setelah 1 minggu lobang yang telah dibuat masukkan benih 2-3 biji kedalamnya, persemaian sebaiknya dilakukan pada sore hari.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Pemeliharaan<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Penyiraman dilakukan 3 hari sekali secara rutin, jika berbunga dilakukan 2 hari sekali<\/li>\n<li>Pemupukan tingkat I dengan pupuk dasar usia 7-14 hari setelah penanaman, tingkat II pada saat sudah berbunga pada takaran tertentu. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk kandang, urea, TSP dan Kcl<\/li>\n<li>Pengendalian hama dan penyakit menggunakan inteksida atau fungisida yang digunakan sesuai dosis yang dianjurkan<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"4\">\n<li>Pemanenan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Terong belanda dipanen biasnaya berusia 4 bulan dan dipanen 6-7 kali. Untuk menghindari kerusakan pada proses pemanenan sebaiknya pengambilan terong di lakukan dengan cara pengguntingan \u00a0atau pemetikan \u00a0pada bagian tangkai tanaman terong belanda.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah cara budidaya yang mudah pada terong belanda. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-budidaya-lengkuas-di-dalam-pot\/\">Budidaya Lengkuas di dalam Pot, Terapkan 5 Langkah ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Rini Itona<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau budidaya terong belanda? Mau tau cara mudahnya? Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Berikut ulasannya! Terong Belanda Apa itu buah terong belanda? Baca juga: 4 Tips Membudidayakan Mangga yang&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7734,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,840,1],"tags":[1466,1464,1465],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Terong-Belanda.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7729"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7729"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7729\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7753,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7729\/revisions\/7753"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7734"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}