{"id":7797,"date":"2023-07-03T08:15:55","date_gmt":"2023-07-03T01:15:55","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7797"},"modified":"2023-07-03T06:38:31","modified_gmt":"2023-07-02T23:38:31","slug":"budidaya-pohon-matoa-hanya-dengan-5-langkah-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-pohon-matoa-hanya-dengan-5-langkah-saja\/","title":{"rendered":"Budidaya Pohon Matoa Hanya dengan 5 Langkah Saja"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya pohon matoa? Artikel pertanian kali ini PTD akan membagikan langkah-langkahnya.<\/p>\n<p><em>Pometia pinnata<\/em> merupakan nama latin dari buah matoa. Pohon matoa berasal dari daerah hutan yang ada di Papua. Dulu, orang mengambilnya harus masuk ke dalam hutan untuk bisa menikmatinya.<\/p>\n<p>Akan tetapi, sekarang pohon matoa sudah dibudidayakan di kebun, pekarangan rumah bahkan terdapat hampir di berbagai daerah Indonesia. Banyaknya permintaan di pasar membuat pohon matoa dijadikan sebagai peluang usaha masyarakat.<\/p>\n<p>Buah matoa terkenal dengan rasanya yang manis dan bentuk dagingnya putih seperti buah kelengkeng. Buah yang kulitnya keras tersebut, membuat tahan terhadap hama dan penyakit sehingga banyak yang menyukainya.<\/p>\n<p>Selain itu, dari segi kesehatan buah matoa dapat mengurangi sel kanker, meningkatkan sistem imun dan menyehatkan jantung.<\/p>\n<h2>Langkah-Langkah Budidaya<\/h2>\n<p>Nah, dari peluang usaha dan manfaat yang dijelaskan diatas, Anda dapat melakukannya dengan 5 langkah ini:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-jambu-madu-dengan-6-langkah\/\">Budidaya Jambu Madu Dengan 6 Langkah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pembibitan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ada 2 metode yang dapat dipilih yaitu dengan cara generatif (biji) maupun vegetatif (cangkok), yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>1. Pembibitan Melalui Biji<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pilihlah biji dari buah matoa yang sudah matang dan sehat.<\/li>\n<li>Cuci biji hingga bersih, kemudian rendam dengan air. Buah yang melayang jangan digunakan.<\/li>\n<li>Jemur biji matoa di bawah sinar matahari agar tidak membusuk tetapi juga jangan terlalu lama.<\/li>\n<li>Semai biji ke dalam polybag yang berisi tanah gembur, setelah tumbuh dengan tinggi sekitar 40-50 cm bisa di pindah tanam ke lahan permanen.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_7838\" aria-describedby=\"caption-attachment-7838\" style=\"width: 540px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7838 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/bibit-dari-biji.jpg\" alt=\"bibit dari biji\" width=\"540\" height=\"350\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7838\" class=\"wp-caption-text\">fahmipedia.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>2. Pembibitan Melalui Cangkok<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pilihlah indukan dari pohon matoa yang sehat, kuat, produktif dan tahan terhadap penyakit.<\/li>\n<li>Batang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda dipilih untuk mencangkok.<\/li>\n<li>Sayatlah kulit dengan menghilangkan kambiumnya, kemudian tutup dengan tanah atau serabut kelapa dan lapisi plastic, lalu ikat dengan tali.<\/li>\n<li>Tunggu hingga cangkokan keluar akar-akar baru, kemudian pindahkan ke polybag.<\/li>\n<li>Setelah itu, bibit yang mulai tumbuh dan siap dipindah tanam bisa di letakkan ke lahan permanen.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Menentukan Media Tanam<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pohon matoa bisa ditanam ke pot besar atau sering disebut tanaman buah dalam pot (tabulampot), tetapi pertumbuhannya kurang maksimal dan buah yang dihasilkan juga kurang produktif.<\/p>\n<p>Lebih baik, pohon matoa ditanam langsung di lahan yang cukup luas. Lubang tanam bisa dibuat sekitar 50 cm x 50 cm dengan kedalaman 50-60 cm.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7845\" aria-describedby=\"caption-attachment-7845\" style=\"width: 456px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7845 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/lubang-tanam.jpg\" alt=\"lubang tanam\" width=\"456\" height=\"297\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7845\" class=\"wp-caption-text\">samudrabibit.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ini-dia-5-langkah-menanam-pohon-pisang-agar-cepat-berbuah\/\">Ini Dia 5 Langkah Menanam Pohon Pisang Agar Cepat Berbuah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penanaman<\/span><\/h4>\n<p>Bibit pohon matoa yang sudah siap dipindah ke lahan, buka plastik polybag secara perlahan-lahan. Masukkan ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Tutup dengan tanah sisa galian, kemudian padatkan. Siram dengan air yang cukup.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Perawatan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><strong>1. Pemupukan <\/strong><\/p>\n<p>Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk anorganik dari NPK karena dapat mempercepat pertumbuhan dan memperbanyak hasil buah. Pupuk kandang juga perlu diberikan agar menambah unsur hara yanga ada di dalam tanah.<\/p>\n<p><strong>2. Pemangkasan<\/strong><\/p>\n<p>Pemangkasan cabang pohon matoa dilakukan saat minimal berumur 3 tahun agar menghasilkan cabang-cabang baru dan menambah bakal buah yang lebih besar.<\/p>\n<p><strong>3. Penyiangan<\/strong><\/p>\n<p>Bersihkan lahan dari gangguan gulma rumput yang dapat mengganggu di sekitar pohon matoa secara rutin.<\/p>\n<p><strong>4. Pengendalian Hama<\/strong><\/p>\n<p>Kelelawar, lalat daun dan tawon kecil biasanya sering menyerang\u00a0 buah matoa. Pembasmian dengan insektisida dan lindungi buah dengan penutup jaring. Plastik tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan buah membusuk.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Panen<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pemanenan buah dari pohon matoa minimal 4 tahun sejak pindah tanam ke lahan. Buah yang matang dipotong dari tangkai buah menggunakan gunting besi atau pisau tajam. 1 pohon matoa yang sehat dapat menghasilkan hingga 5 kg buah.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Demikianlah 5 langkah dalam budidaya pohon matoa. Terima kasih semoga berhasil bagi Anda yang mau mencobanya.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-budidaya-pohon-penghasil-gaharu\/\">5 Langkah Membudidayakan Pohon Penghasil Gaharu<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Erna Mutiasari<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Anonim. https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam-pohon-matoa diakses pada 24 Desember 2019<\/li>\n<li>Anonim. https:\/\/fahmipedia.com\/cara-menanam-pohon-matoa\/. diakses pada 24 Desember 2019<\/li>\n<li>Mausuahislamiyah.2016.https:\/\/coffesiana.blogspot.com\/2016\/05\/5-langkah-sederhana-budidaya-matoa-agar.html. diakses pada 24 Desember 2019<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya pohon matoa? Artikel pertanian kali ini PTD akan membagikan langkah-langkahnya. Pometia pinnata merupakan nama latin dari buah matoa. Pohon matoa berasal dari daerah hutan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7835,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[2208,841,1],"tags":[1482,1483],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Gambar-Pohon-Buah-Matoa.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7797"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7797"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7797\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7848,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7797\/revisions\/7848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}