{"id":7850,"date":"2019-12-28T12:00:07","date_gmt":"2019-12-28T05:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7850"},"modified":"2019-12-26T12:42:39","modified_gmt":"2019-12-26T05:42:39","slug":"panduan-cara-budidaya-srikaya-dengan-mudah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/panduan-cara-budidaya-srikaya-dengan-mudah\/","title":{"rendered":"Panduan Cara Budidaya Srikaya Dengan Mudah"},"content":{"rendered":"<p>Mau tau cara budidaya srikaya? Mau tau cara mudahnya? Pak Tani Digital akan membagikan tentang info tersebut. Berikut ulasannya!<\/p>\n<h2>Tanaman Buah Srikaya<\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Mengenal Buah Srikaya<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_7851\" aria-describedby=\"caption-attachment-7851\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7851\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/custard-apple-257241_640.jpg\" alt=\"buah srikaya\" width=\"500\" height=\"332\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7851\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mulai-budidaya-buah-naga-dengan-4-tahap-ini\/\">Mulai Budidaya Buah Naga dengan 4 Tahap Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Srikaya (<em>Annona squamosa<\/em>)\u00a0merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis dan tidak terlalu menyukai tempat terbuka.<\/p>\n<p>Buah Srikaya memiliki kulit dengan mata banyak berbenjol hampir sama dengan sirsak, daging buahnya berwarna putih, bentuk buahnya bundar atau mirip kerucut cemara dengan ukuran diameter sekitar 6 cm hingga 10 cm. Srikaya<\/p>\n<p>Buah srikaya banyak mengandung zat besi dan akar tanaman srikaya dapat dimanfaatkan sebagai anti radang serta anti depresi.<\/p>\n<p>Daun srikaya berfungsi sebagai astringen, antiradang, peluruh cacing usus (<em>anthelmintik<\/em>), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses.<\/p>\n<p>Biji srikaya berfungsi untuk memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayunya berfungsi sebagai astringen dan tonikum. Buah srikaya muda dan biji berfungsi sebagai antiparasit.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Cara Budidaya Buah Srikaya<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_7852\" aria-describedby=\"caption-attachment-7852\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7852\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/sugar-apple-2640163_640.jpg\" alt=\"buah srikaya\" width=\"500\" height=\"375\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7852\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dengan melihat banyaknya manfaat pada kandungan buah srikaya untuk kesehata. Maka, membudidayakan buah srikaya menjadi salah satu peluang besra untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Berikut cara membudidayakan tanaman buah srikaya :<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-terong-belanda-dengan-cara-mudah\/\">Cara Budidaya Terong Belanda Dengan Cara Mudah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<ol>\n<li>Pemilihan Bibit<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bibit bisa didapatkan secara generatif yaitu melalui biji yang disemai pada lahan semai, 2-4 minggu biji akan berkecambah dan pada bulan ke-6\u00a0 dapat ditanam pada lahan tanam.<\/p>\n<p>Selain itu bisa secara vegetatif seperti grafting, okulasi dan juga cangkok.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Penanaman<\/li>\n<\/ol>\n<p>Penanaman baiknya dilakukan pada waktu awal musim hujan. Tanaman berukuran 30 \u2013 45 cm atau 4-6 helai daun, maka dilakukan proses transplanting. Jarak tanam yang digunakan biasanya 3&#215;3 m sampai 5&#215;5 m.<\/p>\n<p>\\Sebelum proses transplanting dilakukan, jumlah daun perlu dikurangi separuhnya agar mengurangi terjadinya penguapan. Ujung akar utama akan dipotong untuk merangsang akar leteral keluar.<\/p>\n<p>Lakukan pengikatan tanaman pada ajir agar tanaman tidak tumbang.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Pemupukan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tanaman srikaya diberi pupuk dari berumur 6 bulan hingga 5 tahun keatas dengan menggunakan pupuk NPK dan seriap bulan atau tahun akan berbeda pemberian dosis pupuknya.<\/p>\n<p>Kalium dibutuhkan sebanyak 2-4kg\/tahunnya jika tanaman srikaya sedang berbuah. Dan berikan boron 2 gr\/m\u00b2 lahan jika tanaman sensitif kekurangan zink.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Perawatan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Lakukan juga pemangkasan terhadap gulma yang berada disekitar tanaman.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Pemanenan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemanenan buah srikaya dapat dipanen setelah berumur sekitar 110 \u2013 120 hari setelah masa pembungaan.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai budidaya srikaya. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-buah-salak-pondoh-dengan-memanfaatkan-pekarangan-rumah\/\">Cara Budidaya Buah Salak Pondoh di Pekarangan Rumah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Rini Itona<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau tau cara budidaya srikaya? Mau tau cara mudahnya? Pak Tani Digital akan membagikan tentang info tersebut. Berikut ulasannya! Tanaman Buah Srikaya Mengenal Buah Srikaya Baca juga: Mulai Budidaya Buah&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7855,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,1],"tags":[1484,1486,1485],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/custard-1549276_640-1.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7850"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7856,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7850\/revisions\/7856"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}