{"id":7894,"date":"2024-01-12T01:30:10","date_gmt":"2024-01-11T18:30:10","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=7894"},"modified":"2024-01-12T11:46:08","modified_gmt":"2024-01-12T04:46:08","slug":"cara-membuat-pupuk-cair-dari-air-cucian-beras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-membuat-pupuk-cair-dari-air-cucian-beras\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Pupuk Cair dari Air Cucian Beras"},"content":{"rendered":"<p>Air cucian beras ternyata bisa menyuburkan tanaman karena mengandung beberapa zat yang bermanfaat dan bakteri baik. Air cucian beras sebenarnya bisa disiramkan langsung ke tanaman. Akan tetapi, air cucian beras juga bisa diolah menjadi pupuk cair untuk hasil yang lebih baik.\u2800<br \/>\n\u2800<br \/>\nNah, bagaimana membuat pupuk cair dari air cucian beras ini? Yuk, langsung saja simak di bawah ini.<\/p>\n<h3>Alat &amp; Bahan<\/h3>\n<p>Sebelum membahas tentang cara pembuatannya, kamu perlu menyiapkan beberapa alat dan bahan terlebih dahulu, yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Air cucian beras 10 liter<\/li>\n<li>Gula merah 1\/4 kg<\/li>\n<li>Air kelapa tua 1 L (jika tersedia)<\/li>\n<li>Ragi tape 1 butir (jika tersedia)<\/li>\n<li>Cairan EM4<\/li>\n<li>Wadah seperti ember, tong, atau jerigen kapasitas 15 L<\/li>\n<li>Kayu\/bambu sebagai pengaduk<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/2-cara-membuat-pupuk-tanaman-dari-garam\/\">Ketahui 2 Cara Membuat Pupuk Tanaman dari Garam<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3>Cara Membuat Pupuk Cair dari Air Cucian Beras<\/h3>\n<p>Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatannya.<\/p>\n<ol>\n<li>Pertama-tama, masukkan air cucian beras ke dalam wadah yang sudah disediakan<\/li>\n<li>Masukkan 100 ml cairan EM4 dan parutan gula merah ke dalam wadah<\/li>\n<li>Kemudian, masukkan air kelapa tua ke dalam wadah<\/li>\n<li>Tumbuh ragi tape hingga hancur lalu masukkan ke wadah<\/li>\n<li>Aduk semua bahan tersebut sampai rata dan jadi satu<\/li>\n<li>Tutup wadah tersebut rapat-rapat dan diamkan selama sekitar 7-10 hari<\/li>\n<li>Setelah 7-10 hari, jika terdapat belatung atau ulat di dalamnya, berarti pupuk cairnya sudah bisa diaplikasikan ke tanaman<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah pupuk cair sudah jadi, Anda bisa langsung menuangkannya ke dekat akar tanaman atau menyiramnya ke seluruh bagian tanaman. Pupuk cair juga bisa digunakan sebagai pupuk awal.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah 7 langkah mudah dalam membuat pupuk cair dari air cucian beras. Apa Sobat PTD tertarik untuk membuatnya?<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-kulit-pisang-pupuk-organik\/\">Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Air cucian beras ternyata bisa menyuburkan tanaman karena mengandung beberapa zat yang bermanfaat dan bakteri baik. Air cucian beras sebenarnya bisa disiramkan langsung ke tanaman. Akan tetapi, air cucian beras&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7895,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[847,1],"tags":[813,34,117,158],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Cara-Membuat-Pupuk-Cair-dari-Air-Cucian-Beras.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7894"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7896,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7894\/revisions\/7896"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}