{"id":809,"date":"2018-09-06T10:25:41","date_gmt":"2018-09-06T03:25:41","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=809"},"modified":"2020-01-09T11:27:59","modified_gmt":"2020-01-09T04:27:59","slug":"produksi-bunga-potong-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produksi-bunga-potong-indonesia\/","title":{"rendered":"Produksi Bunga Potong di Tanah Air"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Saat ini, Indonesia sedang berusaha untuk mengembangkan perekonomian berbasis industri,\u00a0terlebih pada daerah rural.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kesempatan kerja\u00a0akan terbuka\u00a0untuk\u00a0masyarakat rural dan kesejahteraan masyarakat rural akan meningkat. Selain itu, juga meningkatkan mutu produk kebutuhan masyarakat menjadi\u00a0lebih baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini akan menciptakan investasi yang kuat, khususnya pada sektor florikultura dan hortikultura.<\/p>\n<p>Hortikultura tanaman hias, khususnya produksi bunga potong,\u00a0telah menyebar luas baik sebagai budaya maupun hobi, sekarang telah berkembang menjadi bisnis. Hasil <em><i>monitoring<\/i><\/em>\u00a0pemerintah telah menunjukkan bahwa produksi bunga potong telah memenuhi permintaan domestik dan global serta\u00a0telah berkontribusi cukup banyak dalam menyumbang GDP Indonesia. Produksi bunga potong yang produktif mampu menambah kekuatan ekonomi dalam industrialisasi di abad ke 21 ini.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/prospek-produksi-kakao-indonesia\/\" rel=\"bookmark\">Prospek Produksi Kakao di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong><b>Kondisi Produksi Bunga Potong Saat ini<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Pusat produksi bunga potong dan tanaman hias pada umumnya berdasarkan kondisi klimatologi dan kondisi tanah. Pusat produksi saat ini antara lain di:<\/p>\n<ol>\n<li>Jabodetabek,<\/li>\n<li>Sumatera Utara (Berastagi, Kabanjahe, Tanjung Morawa,dan Medan),<\/li>\n<li>Riau,<\/li>\n<li>Jawa Barat (Cipanas, Cianjur, Bogor, Cisarua\/Lembang, Sukabumi,dan\u00a0Tasikmalaya)<\/li>\n<li>Jawa Timur (Tretes, Batu, Pujon, Pasuruan, dan Madura).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Karena kurangnya informasi statistik, sulit untuk mengetahui berapa total luas lahan budidaya, produksi, dan produktivitas bunga potong ini. Untuk mengembangkan produksi bunga potong ini, perlu adanya pengumpulan dan <em><i>track<\/i><\/em>\u00a0data mengenai informasi ini seperti halnya jenis hortikultura lainnya.<\/p>\n<p>Karakteristik masing-masing kota pusat produksi bunga dan tanaman hias adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h4>Jabodetabek<\/h4>\n<p>Pada umumnya, setiap kota besar memiliki kebun anggrek sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Namun,\u00a0karena kurangnya lahan dan mahalnya harga tanah di Jakarta, banyak petani anggrek yang membudidayakan anggreknya di luar Jakarta seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Anggrek yang biasanya ditemukan di Jakarta adalah jenis <em><i>Dendrobium, Vanda, Arachnis, Oncidium, Phalaeonopsis<\/i><\/em>\u00a0dan <em><i>Cattleya<\/i><\/em>.<\/p>\n<p>Wilayah produksi anggrek utama di Jakarta antara lain Jakarta Selatan (Kebayoran Lama, Cilandak, Lebak Bulus, dan Pasar Minggu), Jakarta Barat (Kebon Jeruk, Grogol, Cengkareng) dan Jakarta Timur (Jatinegara, Kramat Jati, Pulo Gadung, Pasar Rebo, dan Pondok Gede).<\/p>\n<h4>Sumatera Utara (Kabanjahe, Berastagi, Tanjung Morawa, dan Kepulauan Riau)<\/h4>\n<p>Wilayah produksi di Kabanjahe terletak di 4 kecamatan yaitu Kabanjahe, Barusjahe, Tigapanah, dan Simpang Empat. Tanjung Morawa dikenal sebagai pusat produksi tanaman hias Sumatera Utara. Produksi bunga potongnya antara lain <em><i>gladiolus, chrysantemum, aster, gerbera<\/i><\/em>, dahlia, <em><i>anthurium<\/i><\/em>, dan Sedap malam,\u00a0juga sedikit <em><i>lil<\/i><\/em><em><i>y<\/i><\/em>\u00a0dan mawar.<\/p>\n<p>Rata-rata luas lahan budidaya bunga di Sumatera Utara berkisar antara kurang dari 1000m<sup>2<\/sup>\u00a0sampai 1 hektar. Kebanyakan bunga juga dibudidayakan dengan sayuran.<\/p>\n<h4>Jawa Barat (Cipanas, Bogor, Cisarua\/Lembang,dan Sukabumi)<\/h4>\n<p>Cipanas merupakan daerah yang dikenal sebagai pusat produksi tanaman hias. Bunga potong yang dibudidayakan di\u00a0sana yaitu\u00a0<em><i>chrysantemum gladiolus<\/i><\/em>, dan mawar, dan <em><i>gerbera<\/i><\/em>. Sementara untuk tanaman hias antara lain <em><i>pines, adiantum, azaleas, dieffenbachia, dracaena, bougainvillea, hibiscus,<\/i><\/em>\u00a0dll yang biasanya dibudidayakan oleh masyarakat dalam pot di pinggir jalan.<\/p>\n<p>Di Lembang, bunga potong dibudidayakan dalam skala yang lebih kecil. Diestimasikan terdapat sekitar 100 petani dengan rata-rata luas lahan budidaya 500-1000m<sup>2<\/sup>. Tanaman dibudidayakan dalam <em><i>polybag<\/i><\/em>, biasanya tanaman yang dibudidayakan adalah <em><i>baby roses, aster, mini carnation<\/i><\/em>, dll.<\/p>\n<h4>Jawa Tengah (Bandungan, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Magelang)<\/h4>\n<p>Bandungan adalah sentra budidaya bunga potong di Jawa Tengah. Terdapat banyak petani yang membudidayakan\u00a0bunga disana namun luas lahannya kecil.\u00a0Sistem tanam biasanya ditumpangsarikan dengan sayuran. Jenis bunga potong \u00a0yang dibudidayakan antara lain <em><i>aster<\/i><\/em>, mawar, <em><i>tagetes, gerbera<\/i><\/em>, dahlia, <em><i>gladiolus, chrysantemum, carnation, lily<\/i><\/em><em><i>,<\/i><\/em>\u00a0dan <em><i>amaryllis<\/i><\/em>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_811\" aria-describedby=\"caption-attachment-811\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-811\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Teh-dari-Bunga-Melati.png\" alt=\"Teh dari Bunga Melati\" width=\"600\" height=\"336\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Teh-dari-Bunga-Melati.png 600w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Teh-dari-Bunga-Melati-300x168.png 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-811\" class=\"wp-caption-text\"><em>Teh Melati | Sumber: kayuagungradio.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Tegal dan Pemalang memproduksi melati yang biasanya digunakan untuk aroma teh. Sementara Sedap malam dibudidayakan di daerah Magelang dan Bandungan.<\/p>\n<h4>Jawa Timur (Batu, Pujon, Tretes, Pasuruan dan Madura)<\/h4>\n<p>Batu merupakan sentra produksi bunga potong dan tanaman hias di Jawa Timur. Batu dan Pujon terletak di ketinggian sekitar 100-1300 mdpl. Mayoritas petani di Batu dan Pujon menggunakan sistem tumpang sari dengan sayuran dengan luas lahan rata-rata 0,5 hektar per petani. Bunga potong yang diproduksi antara lain <em><i>gladiolus<\/i><\/em>, mawar, <em><i>chrysantemum<\/i><\/em>, anggrek, <em><i>gerbera<\/i><\/em>, <em><i>lily<\/i><\/em>, dan <em><i>t<\/i><\/em><em><i>a<\/i><\/em><em><i>getes<\/i><\/em>.<\/p>\n<p>Sementara di Tretes, bunga yang diproduksi antara lain <em><i>pines<\/i><\/em>, <em><i>palm<\/i><\/em>, <em><i>cycas<\/i><\/em>, <em><i>ficus<\/i><\/em>, <em><i>ixora<\/i><\/em>, <em><i>dracaena<\/i><\/em>, <em><i>azalea<\/i><\/em>, dan <em><i>dieffenbachia<\/i><\/em>. Sedangkan,\u00a0Pasuruan merupakan pusat budidaya Sedap malam di Jawa Timur dan Madura merupakan pusat budidaya melati.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-bunga-matahari-yang-wajib-kamu-ketahui\/\" rel=\"bookmark\">Manfaat Bunga Matahari Yang Wajib Kamu Ketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Potensi Pengembangan Bunga Potong<\/strong><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-812 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Potensi-Pengembangan-Bunga-Potong.png\" alt=\"Potensi Pengembangan Bunga Potong\" width=\"678\" height=\"452\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Potensi-Pengembangan-Bunga-Potong.png 678w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Potensi-Pengembangan-Bunga-Potong-300x200.png 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Potensi-Pengembangan-Bunga-Potong-600x400.png 600w\" sizes=\"(max-width: 678px) 100vw, 678px\" \/><\/p>\n<p>Teknologi kultur jaringan telah banyak digunakan pada beberapa varietas tanaman dan dapat diterima dengan baik. Iklim Indonesia juga cocok untuk menumbuhkan tanaman tropis.<\/p>\n<p>Untuk dapat mencapai standar kualitas yang dibutuhkan di pasar internasional, kerjasama dengan petani internasional layak untuk dipertimbangkan. Indonesia juga perlu memulai seleksi dan pengembangan varietasnya sendiri. Juga perlu dilakukan upaya substitusi media tanah dan sekam padi karena sebagian besar negara melarang tanah dan sekam padi untuk memasuki wilayah mereka.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produksi-kopi-indonesia-turun\/\" rel=\"bookmark\">Produksi Kopi Turun dalam 5 Tahun Terakhir, Apa yang Harus Dilakukan?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber: FAO<\/em><br \/>\n<em>Sumber gambar utama: tokopedia.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Nevy Widya Pangestika<em><br \/>\n<\/em><\/strong><em>Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana<\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Saat ini, Indonesia sedang berusaha untuk mengembangkan perekonomian berbasis&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":810,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[143,160,161],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Produksi-Bunga-Potong-di-Indonesia.png","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/809"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=809"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/809\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":815,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/809\/revisions\/815"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}