{"id":8278,"date":"2025-09-10T01:05:22","date_gmt":"2025-09-09T18:05:22","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=8278"},"modified":"2025-09-10T09:47:22","modified_gmt":"2025-09-10T02:47:22","slug":"5-tips-budidaya-jahe-merah-bagi-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-budidaya-jahe-merah-bagi-pemula\/","title":{"rendered":"5 Tips Budidaya Jahe Merah Bagi Pemula"},"content":{"rendered":"<p>Hai bagi kamu yang ingin budidaya jahe merah, tapi masih bingung? PTD akan membagikan langkah-langkah apa saja yang perlu kamu lakukan. Yuk simak artikel berikut ini.<\/p>\n<p>Jahe merupakan salah satu tanaman farmakologi yang terkenal. Salah satu jenis jahe adalah jahe merah. Jahe merah dikenal berkhasiat dan mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.<\/p>\n<p>Jahe merah juga dikenal sebagai tanaman yang kaya manfaat, sehingga banyak ditanam sebagai tanaman toga atau tanaman obat keluarga.<\/p>\n<p>Permintaan jahe merah juga selalu mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan gaya hidup masyarakat yang <em>\u201cback to nature\u201d<\/em>.<\/p>\n<p>Selain itu, banyak juga masyarakat yang memanfaatkan jahe merah sebagai olahan minuman hangat seperti bajigur.<\/p>\n<h2>Tips Budidaya Jahe Merah<\/h2>\n<p>Karena jahe merah memiliki prospek yang baik, Anda mungkin tertarik untuk membudidayakannya, terlebih jika Anda mempunyai lahan yang luas. Berikut adalah 5 tips budidaya jahe merah bagi pemula:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/pembuatan-jahe-menjadi-bubuk-jahe-sebagai-usaha-baru\/\">Pembuatan Jahe Menjadi Bubuk Jahe Sebagai Usaha Baru<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Persiapan Lahan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tahap pertama dalam budidaya jahe merah adalah persiapan lahan tanam. Lahan budidaya jahe merah haruslah subur dan gembur. Langkah pengolahan lahannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Cangkul atau bajak lahan agar gembur.<\/li>\n<li>Buat bedengan dengan lebar 1 m, panjang sesuai luas lahan, dan tinggi 25-30 cm.<\/li>\n<li>Berikan jarak 50 cm antar bedengan.<\/li>\n<li>Taburkan pupuk kandang dengan dosis 10 kg untuk bedengan dengan luas 10 m.<\/li>\n<li>Buat lubang tanam dengan jarak 25 x 25 cm, dengan kedalaman lubang 25-30 cm.<\/li>\n<li>Isikan pupuk kandang ke dalam lubang tanam sebanyak 0,5 kg.<\/li>\n<li>Biarkan bedengan selama satu minggu sebelum ditanami.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_8281\" aria-describedby=\"caption-attachment-8281\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8281\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/tanam-jahe-merah-floradanfauna.jpg\" alt=\"tanam jahe merah\" width=\"550\" height=\"312\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8281\" class=\"wp-caption-text\">floradanfauna.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemilihan Benih<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tahapan setelah persiapan lahan adalah penanaman benih, yang berupa rimpang jahe merah yang dapat dibeli di pasar tradisional. Kriteria benih yang baik adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Berukuran besar.<\/li>\n<li>Kondisi rimpang utuh dan tidak cacat.<\/li>\n<li>Berwarna merah celah menyala.<\/li>\n<li>Kondisinya segar, tidak keriput dan memiliki kadar air banyak.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah memilih rimpang sesuai kriteria diatas sebagai benih. Letakkan rimpang di ruangan yang sejuk, kemudian siram dengan air secukupnya sampai rimpang mengeluarkan mata tunas.<\/p>\n<p>Selama itu, lakukan penyiraman dan buang rimpang yang membusuk. Jika rimpang sudah bertunas, maka rimpang siap ditanam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8282\" aria-describedby=\"caption-attachment-8282\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8282\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/bibit-jahe-merah-hbj.jpg\" alt=\"bibit jahe merah\" width=\"500\" height=\"375\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8282\" class=\"wp-caption-text\">bibitjahemerahhbj.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-budidaya-lengkuas-di-dalam-pot\/\">Budidaya Lengkuas di dalam Pot, Terapkan 5 Langkah ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Penanaman<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tahapan yang ketiga setelah lahan dan bibit siap adalah penanaman. Penanaman sebaiknya dilakukan setelah selesai musim hujan dan memasuki musim kemarau, dikarenakan jika terlalu banyak air maka rimpang akan membusuk.<\/p>\n<p>Penanaman dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Masukkan rimpang ke dalam lubang tanam dan tutup kembali dengan tanah hingga rata, namun tidak menutupi bagian tunasnya.<\/li>\n<li>Taburkan furadan untuk mencegah serangan jamur pada rimpang.<\/li>\n<li>Kemudian, siram dengan air secukupnya.<\/li>\n<li>Periksa bibit jika tunas tidak tumbuh selama 1 minggu.<\/li>\n<li>Lakukan penyulaman jika ada bibit yang perlu diganti, agar tanaman dapat tumbuh bersamaan dan dapat dipanen pada waktu yang sama.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Perawatan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Perawatan jahe merah tergolong cukup sederhana. Lakukan penyiraman setiap hari terlebih lagi saat awal penanaman (jika penanaman dilakukan pada musim kemarau).<\/p>\n<p>Jadi seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa sebaiknya Anda mulai menanam saat musim hujan agar tidak perlu menyiram setiap hari.<\/p>\n<p>Lakukan penyiraman minimal 3-4 hari sekali. Selain esensial bagi tanaman, penyiraman juga mempermudah proses panen nantinya.<\/p>\n<p>Pemupukan dilakukan saat awal penanaman, bisa menggunakan pupuk kandang atau organik. Sebaiknya pemberian pupuk hanya menggunakan pupuk organik, karena tanpa pupuk pun tanaman jahe dapat tumbuh dengan baik.<\/p>\n<p>Namun pemupukan tambahan dilakukan untuk memperbaiki kualitas umbi. Pemupukan setidaknya dilakukan sebanyak 3 kali sampai pemanenan.<\/p>\n<p>Pemupukan dilakukan saat 1 bulan setelah penanaman, 2 bulan setelah penanaman, dan 3 bulan setelah penanaman. Penyiangan dilakukan 2-3 minggu sekali.<\/p>\n<p>Penyiangan dilakukan untuk mencegah persaingan antara tanaman jahe dengan gulma, agar tanaman jahe dapat tumbuh dengan baik.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemanenan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pemanenan dapat dilakukan mulai tanaman jahe berusia 3-4 bulan. Gemburkan tanah agar proses pemanenan mudah dilakukan.<\/p>\n<p>Pemanenan dilakukan dengan mencabut tanaman jahe mulai dari batang hingga umbinya. Kemudian potong pangkal batangnya.<\/p>\n<p>Pisahkan antara umbi jahe merah yang sehat dan tidak, kemudian letakkan umbi pada wadah yang bersih agar kesegerannya tetap terjaga.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah tips dalam budidaya jahe merah, selamat mencoba. Semoga artikel ini bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-mudah-budidaya-kunyit\/\">5 Tips Mudah Budidaya Kunyit Sampai Panen<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai bagi kamu yang ingin budidaya jahe merah, tapi masih bingung? PTD akan membagikan langkah-langkah apa saja yang perlu kamu lakukan. Yuk simak artikel berikut ini. Jahe merupakan salah satu&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":8280,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[1572,1401,1400],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/jahe-merah.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8278"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8278"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15108,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8278\/revisions\/15108"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}