{"id":852,"date":"2023-09-18T01:27:14","date_gmt":"2023-09-17T18:27:14","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=852"},"modified":"2023-09-18T10:10:30","modified_gmt":"2023-09-18T03:10:30","slug":"melindungi-tanaman-vanili-dari-cendawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/melindungi-tanaman-vanili-dari-cendawan\/","title":{"rendered":"Melindungi Tanaman Vanili dari Serangan Cendawan dengan Bawang Merah"},"content":{"rendered":"<p>Pada awal mulanya,\u00a0para petani vanili takut pada makhluk tak kasat mata. Petani khawatir\u00a0makhluk sekecil itu suka merusak tanaman vanili. Jika makhluk kecil itu selalu berulah, maka para petani akan merasakan gagal panen. Mahkluk kecil itu bernama <em><i>Fusarium oxysporum <\/i><\/em>sp. <em><i>vanillae. <\/i><\/em>Ia adalah salah satu cendawan yang bisa merugikan petani karena tanaman bisa mati. Cendawan tersebut bisa menyerang batang hingga membusuk.<\/p>\n<p>Pada\u00a0intensitas serangga yang rendah, umur produksi tanaman turun. Semula rata-rata 10 kali panen menjadi 2 kali, bahkan tidak dapat berproduksi dan kualitas buah pun rendah. <em><i>Fusarium oxysporum <\/i><\/em>sp. <em><i>v<\/i><\/em><em><i>anillae<\/i><\/em><em><i>\u00a0d<\/i><\/em>apat menyebabkan gejala layu dan busuk pada tanaman, dan bisa menyebabkan klorosis (kekurangan klorofi) pada daun.<\/p>\n<p>Fusarium menyebar melalui udara dan menginfeksi melalui luka\u00a0pada tanaman vanili, dan vanili berisiko terserang pada saat pembibitan. Itu lantaran luka terbuka ketika penyetakan bibit dapat terpapar langsung oleh spora fusarium dari udara.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-basmi-hama-minim-biaya-dan-pestisida\/\" rel=\"bookmark\">Cara Basmi Hama Minim Biaya dan Pestisida<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-858\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Tanaman-Vanili.jpg\" alt=\"Tanaman Vanili\" width=\"669\" height=\"518\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Tanaman-Vanili.jpg 669w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Tanaman-Vanili-300x232.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Tanaman-Vanili-600x465.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 669px) 100vw, 669px\" \/><\/p>\n<p>Menurut konsultan dari petani vanili di Cilacap, Jawa Tengah. Arie Cahyadi, budidaya kurang tepat memicu busuk batang. Arie menuturkan bahwa rata-rata petani vanili di Indonesia belum menerapkan budidaya vanili yang benar. Ia mencontohkan kondisi lingkungan yang terlalu lembab dan kurang sinar matahari sehingga memicu serangan busuk batang.<\/p>\n<p>\u201cAir dalam tanah berlebih. Namun, kurang nutrisi,\u201d kata petani vanili di Cilacap dan Sulawesi Utara. Akibatnya,\u00a0akar tanaman hanya menyerap air yang minim nutrisi. Saat air yang diserap terlalu banyak, itu\u00a0menyebabkan busuk batang.<\/p>\n<p>Menurut Arie,\u00a0vanili menghendaki sinar matahari minimal 30-40%. Hindari menanam vanili dengan naungan penuh yang menghalangi sinar matahari. Tanah yang kurang terkena sinar matahari menyebabkan penguapan tanah menjadi rendah. Akibatnya,\u00a0bakteri dan cendawan mudah berkembang biak, dan salah satu cara untuk mencegah\u00a0serangan busuk batang adalah dengan memberikan auksin secara rutin.<\/p>\n<p>Auksin berperan merangsang perakaran dan melindungi tanaman dari serangan penyakit. Salah satu sumber auksin sederhana adalah umbi bawang merah. Oleh karena itu, Arie kerap memberi larutan blenderan bawang merah untuk tanaman vanili sepekan sekali. Ia memblenderkan bawang merah, mendiamkan selama semalam. Sebanyak 100 gram bawang merah menghasilkan 2 gelas larutan (240 ml per gelas).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-856\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Bawang-Merah.jpg\" alt=\"Bawang merah yang mengandung auksin untuk melindungi tanaman dari serangan penyakit\" width=\"500\" height=\"334\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Bawang-Merah.jpg 763w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Bawang-Merah-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Bawang-Merah-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/p>\n<p>Arie melarutkan 1 gelas blenderan bawang merah dalam 17 liter air bersih. Ia mengaduk rata dan menyemprotkan ke tanaman vanili. Menurut Arie,\u00a0dosis itu cukup untuk luasan 1.000 meter persegi yang berpopulasi 500-1.000 tanaman.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/memupuk-dosis-yang-tepat\/\" rel=\"bookmark\">Sudahkah Anda Memupuk dengan Dosis yang Tepat?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Bagaimana jika terlanjur terkena serangan busuk batang? Di lapangan,\u00a0petani biasanya memotong tanaman yang membusuk akibat serangan cendawan maut. Sebetulnya, cara yang lebih efisien yaitu dengan menanam varietas atau kultivar vanili tahan busuk batang. Namun, hingga kini,\u00a0belum ada varietas yang tahan busuk batang.<\/p>\n<p>Pengaplikasian asam fusarat, yang berasal dari bawang merah, di bawah dosis 110 ppm justru membantu tanaman mengatasi serangan cendawan. Akibatnya,\u00a0pemberian itu membentuk resistensi terhadap penyakit busuk batang. Penekanan cendawan <em><i>F. oxysporum <\/i><\/em>menggunakan asam fusarat konsentrasi 110 ppm lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 90 ppm dan 100 ppm.<\/p>\n<p>Penggunaan itu mampu menekan intensitas serangan penyakit hingga 25% serta meningkatkan kriteria ketahanan dari moderat ke tahan. Pasca aplikasi asam fusarat konsentrasi nontoksik,\u00a0terdapat peningkatan kandungan total fenol dan ketebalan lignin pada vanili resisten penyakit busuk batang.<\/p>\n<p>Adapun profil protein daun planlet vanili yang resisten penyakit busuk,\u00a0terdapat inisiasi pita baru yang diduga sebagai protein yang bertanggung jawab pada resistensi <em><i>F. oxysporum.<br \/>\n<\/i><\/em><\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-mengusir-hama-burung-padi\/\" rel=\"bookmark\">5 Cara Ampuh Mengusir Hama Burung Padi<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Referensi: Majalah Trubus<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Yusril Wicaksana<\/strong><br \/>\n<em>Mahasiswa Jurusan Agroteknologi \u2013 Univ. Muria Kudus<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada awal mulanya,\u00a0para petani vanili takut pada makhluk tak kasat mata. Petani khawatir\u00a0makhluk sekecil itu suka merusak tanaman vanili. Jika makhluk kecil itu selalu berulah, maka para petani akan merasakan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":857,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[51,169,168],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Lahan-Pertanian-Tanaman-Vanili.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/852"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=852"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":859,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/852\/revisions\/859"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}