{"id":8583,"date":"2025-07-11T01:40:29","date_gmt":"2025-07-10T18:40:29","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=8583"},"modified":"2025-07-12T08:18:55","modified_gmt":"2025-07-12T01:18:55","slug":"5-langkah-budidaya-jagung-hibrida-agar-cepat-panen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-budidaya-jagung-hibrida-agar-cepat-panen\/","title":{"rendered":"5 Langkah Budidaya Jagung Hibrida Agar Cepat Panen"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya jagung hibrida? Jika ya, yuk ikutin 5 langkah dibawah ini. PTD akan membagikan langkah mudahnya agar tanaman kamu cepat panen.<\/p>\n<p>Jagung yang memiliki nama latin <em>Zea Mays<\/em> ini merupakan tanaman pangan yang mengandung karbohidrat.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah budidaya jagung hibrida yang merupakan persilangan jagung keturunan secara langsung dari dua atau lebih dari varietas jagung yang berkualitas.<\/p>\n<p>Pada umumnya, tanaman jagung mempunyai berbagai ukuran tinggi, sekitar 2 meter sampai 2,5 meter, bahkan ketinggian yang bisa mencapai 12 meter.<\/p>\n<p>Tangkai yang ada pada batang jagung beruas memiliki ukuran 20 cm\/ruas, namun pada daun jagung yang berukuran lebar 9 cm serta panjang 120 cm ini tidak memiliki tangkai.<\/p>\n<p>Sedangkan pada tanaman jagung hibrida memiliki keunggulan tambahan seperti, bertongkol dua, ukuran tongkol dan biji yang lebih besar, serta waktu pemanenan lebih cepat.<\/p>\n<p>Sehingga jangan heran bila banyak orang yang mulai melakukan budidaya jagung hibrida.<\/p>\n<h2>5 Langkah Budidaya Jagung Hibrida<\/h2>\n<p>Kamu bisa melakukan budidaya jagung hibrida dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-pembuatan-susu-jagung-sebagai-peluang-usaha\/\">Cara Pembuatan Susu Jagung Sebagai Peluang Usaha<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Syarat Pertumbuhan Tanaman Jagung Hibrida<\/span><\/h4>\n<p>Sebelum memulai budidaya jagung hibrida, alangkah baiknya kamu mengetahui syarat pertumbuhan tanaman jagung ini agar proses pembudidayaan berhasil dengan maksimal.<\/p>\n<p>Tanaman jagung bisa tumbuh di lahan yang terkena sinar matahari secara langsung selama 8 jam perhari, baik di tempat dataran tinggi maupun dataran rendah.<\/p>\n<p>Tanam jagung di lahan yang memiliki kecukupan kandungan unsur hara, serta keasaman tanah dengan pH 5,5 &#8211; 7,5.<\/p>\n<p>Selain itu, tanam jagung di tanah yang bersifat gembur, kamu bisa membajaknya terlebih dahulu agar tanah menjadi gembur. Jangan lupa untuk menanam di dekat sumber air, agar memudahkan waktu penyiraman.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8592\" aria-describedby=\"caption-attachment-8592\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8592\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/jagung-hibrida.jpg\" alt=\"jagung hibrida\" width=\"550\" height=\"365\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8592\" class=\"wp-caption-text\">pioneer.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Siapkan Lahan Tanam Jagung Hibrida<\/span><\/h4>\n<p>Siapkan lahan tanam untuk budidaya jagung hibrida sesuai dengan syarat dan kriterianya, kamu bisa mengolah lahan tersebut terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Bajak atau cangkul lahan tersebut agar tanah menjadi gembur, lalu buatlah alur untuk pemberian pupuk dasar, kamu juga bisa melakukan pengapuran dengan kapur dolomit.<\/p>\n<p>Adapun pupuk dasar yang bisa kamu gunakan yaitu pupuk kimia atau pupuk kandang.<\/p>\n<p>Setelah pemupukan dasar selesai dilakukan, jangan lupa untuk membuat bedengan dengan ukuran tinggi 5-10 cm, lebar 30-40 cm, serta panjang disesuaikan dengan lahan tanam.<\/p>\n<p>kamu bisa membuat lubang tanam di sepanjang jalur bedengan dengan kedalaman sekitar 3-5 cm.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8591\" aria-describedby=\"caption-attachment-8591\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8591\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/lahan-tanam.jpg\" alt=\"lahan tanam\" width=\"550\" height=\"413\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8591\" class=\"wp-caption-text\">pioneer.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-memanfaatkan-limbah-jagung\/\">4 Cara Memanfaatkan Limbah Jagung secara Maksimal<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penanaman Jagung Hibrida<\/span><\/h4>\n<p>Untuk melakukan budidaya jagung hibrida gunakanlah bibit jagung yang berkualitas baik, kamu bisa membelinya di toko pertanian.<\/p>\n<p>Tanamkan bibit jagung tersebut ke dalam lubang yang sudah dibuat sebelumnya, 1 lubang diisi dengan 2 biji jagung setelah itu tutup kembali dengan tanah.<\/p>\n<p>Setelah memasuki masa ke 47 hari, maka biji jagung akan bertumbuh tinggi sekitar 5-10 cm. Sejak masa tersebut kamu harus melakukan perawatan secara berkala dengan baik, agar mendapatkan hasil yang maksimal.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perawatan Jagung Hibrida<\/span><\/h4>\n<p>Lakukan perawatan jagung hibrida dengan baik agar hasilnya maksimal. Kamu bisa melakukan penyiraman secara rutin, yaitu 1 kali dalam seminggu atau disesuaikan dengan cuaca dan kondisi lahan.<\/p>\n<p>Setiap 2 atau 3 minggu sekali kamu bisa melakukan penyiangan terhadap gulma, serta tanaman pengganggu lainnya yang berada disekitar tanaman jagung.<\/p>\n<p>Ketika tanaman jagung memasuki masa 1 bulan, kamu bisa melakukan pemupukan susulan. Pupuk yang digunakannya itu pupuk NPK dan ZA yang dicampur dengan perbandingan 3:1.<\/p>\n<p>Sembari melakukan pemupukan, jangan lupa untuk melakukan penyiangan berlanjut.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Panen Jagung Hibrida<\/span><\/h4>\n<p>Masa pemanenan merupakan tujuan dan hasil dari budidaya jagung hibrida. Kamu bisa memanen jagung pada hari ke 65, jika jagung tersebut ingin diolah menjadi jagung rebus.<\/p>\n<p>Namun jika kamu ingin menjual jagung tersebut, maka tunggu jagung hingga menua, yaitu pada hari ke 90.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 langkah budidaya jagung hibrida yang bisa kamu lakukan agar cepat memanen. Jangan lupa untuk melakukan perawatan dengan baik agar hasil maksimal. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-untuk-dosis-pupuk-jagung-yang-tepat-dengan-pupuk-cair\/\">Tips Untuk Dosis Pupuk Jagung yang Tepat Dengan Pupuk Cair<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/www.pioneer.com\/web\/site\/indonesia\/Berita-Umum\/Panduan-Budidaya-Jagung-Hibrida-Cepat-Panen-Bagi-Pemula<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Sumber gambar utama<\/em>: blog.tanijoy.id<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya jagung hibrida? Jika ya, yuk ikutin 5 langkah dibawah ini. PTD akan membagikan langkah mudahnya agar tanaman kamu cepat panen. Jagung yang memiliki nama&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":8589,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[1644,1645],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/budidaya-jagung-hibrida.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8583"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8583"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8595,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8583\/revisions\/8595"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}