{"id":8596,"date":"2023-12-04T01:07:51","date_gmt":"2023-12-03T18:07:51","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=8596"},"modified":"2023-12-04T08:27:11","modified_gmt":"2023-12-04T01:27:11","slug":"ingin-coba-budidaya-ikan-hias-coba-7-jenis-ikan-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ingin-coba-budidaya-ikan-hias-coba-7-jenis-ikan-ini\/","title":{"rendered":"Ingin Coba Budidaya Ikan Hias? Coba 7 Jenis Ikan Ini"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik melakukan budidaya ikan hias? Yuk, simak artikel berikut ini PTD akan membagikan 7 jenis ikan hias air tawar yang mungkin dapat kamu pertimbangkan.<\/p>\n<p>Sebagai negara yang besar, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk jenis-jenis ikan hias air tawarnya.<\/p>\n<p>Menurut data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, terdapat lebih dari 1.100 jenis ikan hias air tawar yang diperjual belikan dalam skala global.<\/p>\n<p>Dari 1.100 jenis ikan hias air tawar tersebut, Indonesia memiliki 400 jenis dan yang dibudidayakan oleh masyarakat mencapai 90%.<\/p>\n<p>Budidaya ikan hias air tawar termasuk lebih mudah dan murah dibanding budidaya ikan hias air laut, karena menggunakan teknologi sederhana sehingga banyak diusahakan dalam skala rumahan.<\/p>\n<p>Ikan hias air tawar yang terkenal dari Indonesia antara lain adalah cupang dan arwana. Sementara untuk jenis ikan yang berasal dari luar negerti dan banyak dibudidayakan di Indonesia adalah ikan koi, discus, koki, dan guppy.<\/p>\n<h2>Budidaya Ikan Hias<\/h2>\n<p>Jika Anda berencana untuk membudidayakan ikan hias air tawar, berikut ini adalah beberapa ikan hias air tawar yang populer di Indonesia yang dapat Anda jadikan pertimbangan dengan tingkat pemasaran yang tinggi:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tahap-budidaya-ikan-secara-aquaponik\/\">5 Tahap Budidaya Ikan Secara Aquaponik<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Ikan Koi<\/span><\/h4>\n<p>Ikan dengan nama latin <em>Cryprinus caprio<\/em> L. ini dipopolerkan pertama kali di negeri sakura, Jepang.<\/p>\n<p>Ikan koi diperoleh dari persilangan beberapa strain ikan mas yang menghasilkan ikan dengan warna merah dan putih yang menarik yang menjadi daya tariknya.<\/p>\n<p>Ikan koi tidak dipelihara di akuarium melainkan lebih cocok untuk dipelihara di kolam untuk mendapatkan ruang gerak yang luas. Budidaya ikan koi tergolong mudah, namun untuk mendapatkan ikan yang berkualitas cukup sulit.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8606\" aria-describedby=\"caption-attachment-8606\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8606\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/ikan-koi.jpg\" alt=\"ikan koi\" width=\"550\" height=\"440\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8606\" class=\"wp-caption-text\">akuariumhias.blogspot.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ikan Arwana<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ikan arwana merupakan ikan endemik Indonesia dengan nama latin <em>Screlopages<\/em> sp yang banyak ditemukan di perairan air tawar Papua dan Kalimantan.<\/p>\n<p>Ikan arwana merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, harga per ekornya dapat mencapai jutaan rupiah. Di Indonesia, sentra produksi ikan arwana berada di Sumatra dan Kalimantan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ikan Cupang<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><em>Betta<\/em> sp atau ikan cupang adalah ikan hias air tawar endemik negara-negara Asia Tenggara yang memiliki habitat asli rawa-rawa daerah tropis. Ikan cupang dapat\u00a0 hidup dengan volume air sedikit dan oksigen yang minim.<\/p>\n<p>Selain dipelihara sebagai ikan hias, ikan cupang juga dipelihara sebagai ikan aduan karena memiliki sifat yang agresif. Daya tarik ikan cupang terletak di warna sisik dan siripnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8605\" aria-describedby=\"caption-attachment-8605\" style=\"width: 540px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8605\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/ikan-cupang.jpg\" alt=\"ikan cupang\" width=\"540\" height=\"414\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8605\" class=\"wp-caption-text\">review.bukalapak.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-kutu-air-untuk-pakan-ikan-tanpa-bibit-dengan-4-cara-ini\/\">Budidaya Kutu Air Untuk Pakan Ikan Tanpa Bibit, Dengan 4 Cara Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ikan Koki<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ikan yang satu ini masih satu famili dengan ikan mas. Ikan koki memiliki nama latin <em>Carrasius auratus<\/em> dan pertama kali dikenal di China, kemudian dipopulerkan oleh bangsa Jepang.<\/p>\n<p>Untuk sentra produksi ikan koki di Indonesia terletak di Tulungagung dengan produksi 55 juta ekor ikan koki pertahunnya yang sebagian besar ditujukan untuk pasar nasional dan sisanya untuk diekspor.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ikan Guppy<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ikan guppy berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Ikan yang memiliki nama latin <em>Poecilia reticulate<\/em> ini sangat mudah dibudidayakan sehingga penyebarannya sangat luas di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Ikan ini masuk ke Indonesia sejak tahun 1920-an. Ikan guppy mudah dibudidayakan. Ikan guppy berkembang biak secara internal dengan melahirkan anaknya.<\/p>\n<p>Ikan guppy kawin dengan memasukkan organ <em>gondopodium <\/em>pada sirip anal ke dalam organ telur betina. Ikan guppy betina dapat menyimpan sperma dalam tubuhnya.<\/p>\n<p>Ikan guppy dapat hamil sampai tiga kali dalam satu kali perkawinan, dengan jarak antar perkawinan 1-5 minggu. Seekor indukan ikan guppy betina mampu menghasilan 100-300 burayak dalam satu kali melahirkan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ikan Discus<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><em>Symphysodon discus<\/em> atau ikan discus merupakan ikan yang berasal dari perairan amazon. Ikan ini berbentuk piringan seperti <em>disc<\/em> sehingga disebut ikan discus.<\/p>\n<p>Ikan discus memiliki daya tarik berupa warna-warna yang atraktif. Ikan guppy merupakan ikan yang dibudidayakan dalam akuarium dan cocok dikembangbiakkan di daerah tropis dengn suhu 25\u2103-30\u2103.<\/p>\n<p>Sementara untuk pemeliharaannya harus telaten karena ikan discus mudah mengalami stress.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ikan Louhan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ikan louhan tidak ditemukan di alam bebas dan termasuk dalam famili <em>Cichild<\/em>. Ikan ini berasal dari persilangan berbagai jenis ikan <em>Cichild<\/em>.<\/p>\n<p>Louhan awalnya dikembangkan di Malaysia dan Taiwan. Ikan louhan memiliki daya tarik berupa benjolan di kepala dan sisiknya.<\/p>\n<p>Sekarang ikan louhan sudah menyebar ke berbagai negara. Ikan louhan bersifat agresif sehingga jika dilepaskan ke perairan bebas bisa menjadi predator bagi ikan lainnya.<\/p>\n<p>Selain itu, banyak kritik mengenai ikan louhan yang dianggap merusak strain-strain ikan <em>Cichild<\/em>.<\/p>\n<p>Perdagangan ikan hias air tawar saat ini jauh lebih besar dibandingkan ikan hias air laut dengan pasar yang mencapai 85%,\u00a0 karena ikan hias air tawar dapat dibudidayakan sementara ikan hias air laut berasal dari tangkapan.<\/p>\n<p>Pada beberapa dekade terakhir, Indonesia hanya mengekspor ikan hias ke Singapore. Namun, saat ini pasar ekspor Indonesia sudah mencapai 60 negara, sehingga ikan hias air tawar memiliki potensi yang menjanjikan jika Anda berniat membudidayakannya.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah tadi 7 jenis ikan hias yang mungkin dapat kamu pertimbangkan saat ingin melakukan budidaya. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-mudah-ternak-ikan-tombro-bagi-pemula\/\">5 Tips Mudah Ternak Ikan Tombro Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em>Sumber gambar utama<\/em>: review.bukalapak.com<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik melakukan budidaya ikan hias? Yuk, simak artikel berikut ini PTD akan membagikan 7 jenis ikan hias air tawar yang mungkin dapat kamu pertimbangkan. Sebagai negara yang besar,&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":8604,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[843],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/ikan-hias.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8596"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8596"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8596\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8607,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8596\/revisions\/8607"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}