{"id":8619,"date":"2025-03-27T01:02:10","date_gmt":"2025-03-26T18:02:10","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=8619"},"modified":"2025-03-27T06:42:22","modified_gmt":"2025-03-26T23:42:22","slug":"5-langkah-budidaya-melon-sampai-panen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-budidaya-melon-sampai-panen\/","title":{"rendered":"5 Langkah Budidaya Melon Sampai Panen"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya buah melon? Yuk, ikutin langkah-langkah di artikel berikut ini PTD akan membagikan caranya.<\/p>\n<p>Buah melon bukanlah buah asli dari Indonesia. Melon (C<em>urcumis Melo L<\/em>) berasal dari dataran rendah persiah, dan menyebar ke beberapa wilayah seperti Eropa, Asia, Timur Tengah, Amerika, hingga Indonesia.<\/p>\n<p>Buah melon merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat, kaya kandungan zat dan vitamin yang terdapat di dalamnya.<\/p>\n<p>Pada buah melon mengandung 60 kalori dan 14 gram kandungan gula alami. Buah melon juga dapat memberi energi, serta kadar lemak yang rendah.<\/p>\n<h2>5 Langkah Budidaya Buah Melon<\/h2>\n<p>Berikut langkah-langkah budidaya buah melon dengan sistem ajir, yaitu:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-buah-tin-dalam-pot-bagi-pemula\/\">Cara Budidaya Buah Tin Dalam Pot Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Persiapan Lahan Tanam<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li>Pembersihan gulma, rumput liar, dan obyek lainnya yang dapat menghalangi cahaya matahari.<\/li>\n<li>Tanah mengandung unsur hara serta keseimbangan pH tanah, baik pada dataran rendah hingga tinggi.<\/li>\n<li>Dengan menggunakan cangkul atau traktor bajak, lakukan penggemburan tanah.<\/li>\n<li>Buat lubang pupuk (sepasang) untuk bedengan berbentuk alur dan bagian tengah berfungsi untuk pengairan.<\/li>\n<li>Siapkan pupuk dasar berupa campuran pupuk organik (pupuk kandang) dan buatan (campuran Phonska:SP-36:KCL dengan rasio 5:3:1)<\/li>\n<li>Gunakan plastik mulsa untuk menutup bedengan, agar mencegah penguapan berlebih serta mencegah tumbuhnya gulma.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_8624\" aria-describedby=\"caption-attachment-8624\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8624\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/lahan-buah-melon.jpg\" alt=\"lahan buah melon\" width=\"550\" height=\"413\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8624\" class=\"wp-caption-text\">usahakeras.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Persiapan Bibit Melon<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li>Benih melon hibrida unggulan dapat diperoleh di toko pertanian<\/li>\n<li>Rendam benih selama 4 -12 jam pada larutan 1 Liter air, ZPT, dan bakterisida+fungisida sistemik<\/li>\n<li>Balut benih dengan kain basah sekitar 1-2 hari, untuk merangsang perkecambahan<\/li>\n<li>Siapkan tanah yang telah diayak, lalu masukkan ke dalam pot dan dan siram dengan air bersih.<\/li>\n<li>Setelah akar muncul, pindahkan tanaman pada pot dengan kedalaman lubang sekitar 1 cm. Tutup dengan taburan tanah tipis.<\/li>\n<li>Dalam 1-2 hari, bibit akan tumbuh. Agar batang bisa segera beradaptasi dan kokoh maka pindahkan bibit pada lokasi yang panas.<\/li>\n<li>Penyiraman secara rutin pada pagi, siang sore.<\/li>\n<li>Siapkan ajir dengan panjang sekitar 2 meter untuk pertumbuhan tanaman melon.<\/li>\n<li>Saat usia bibit 7 hari (daun tengah sudah tumbuh), pindahkan ke lahan tanam yang telah dilubangi dengan jarak 40-50 cm.<\/li>\n<li>Siram larutan NPK 16-16-16 dan insektisida pada tiap lubang tanam.<\/li>\n<li>Bibit melon ditanam pada pagi hari (lakukan sebelum jam 10). Kemudian, dilanjutkan diatas pukul 2 siang hingga sore hari. Segera lakukan penyiraman.<\/li>\n<li>Agar perakaran bibit melon yang masih muda tidak rusak, maka segera pasang ajir.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_8626\" aria-describedby=\"caption-attachment-8626\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8626\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/bibit-buah.jpg\" alt=\"bibit buah\" width=\"550\" height=\"366\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8626\" class=\"wp-caption-text\">pertanian.go.id<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tahap-menanam-buah-cherry-paling-mudah-bagi-pemula\/\">5 Tahap Menanam Buah Cherry Paling Mudah Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemupukan Susulan dan Pengairan<\/span><\/h4>\n<p><strong>Pemupukan susulan dan pengairan dilakukan dengan 2 cara yaitu kocor dan semprot.<\/strong><\/p>\n<p>1. Pemupukan kocor, bertujuan untuk memacu pertumbuhan serta perkembangan tanaman, dengan rasio pupuk:<\/p>\n<ol>\n<li>Umur 1-18 hari setelah tanam (HST) = NPK Grower: KNO merah: Yaramila (5:2:1). Cara buat: campuran pupuk (Tiap 2 gelas minum ) dilarutkan dengan 40 Liter air lalu dikocorkan secara merata.<\/li>\n<li>Umur 19-37 HST = NPK 16-16-16: KNO putih: Yaramila (5:2:1). Cara buat: campurkan masing-masing pupuk 3 gelas, lalu dilarutkan dengan 40 liter air.<\/li>\n<li>Umur 38-55 HST= NPK 16-16-16: MKP: KCL: Kalsium: Yaramila (5:2:2:1:1). Cara buat sama dengan umur tanaman 19-37 HST.<\/li>\n<\/ol>\n<p>2. Pemupukan semprot, bertujuan untuk memberikan unsur mikro bagi tanaman melalui batang dan daun. Biasanya, mengunakan pupuk mikro cair seperti Primarin-B. Cara pemakaian yaitu dengan menyemprotkan pupuk pada tanaman, dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan.<\/p>\n<p>Pengairan bertujuan untuk menjaga metabolisme tanaman. Caranya: gunakan pompa air mesin untuk memompakan air ketengah bedengan. Interval penyiraman: musim kemarau sekitar 4 hari sekali dan musim hujan sekitar 7 hari sekali.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Seleksi Buah dan Pemangkasan Tunas, serta Penanggulangan Hama dan Penyakit<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li>Seleksi dilakukan pada ruas ke 12-14, bentuk buah bulat sempurna, dan tunas buah yang tidak tumbuh dipangkas.<\/li>\n<li>Berdasarkan gejala kerusakan tanaman yang ditimbulkan oleh organisme pengganggu tanaman tertentu, maka pengendalian hama jenis tertentu dapat menggunakan pestisida dan untuk jenis jamur tertentu dapat mengunakan fungisida.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Panen Buah Melon<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li>Panen mulai dilakukan pada usia 55-70 HST.<\/li>\n<li>Agar matang dengan serempak, sebagian besar melon terutama yang ber net harus di ethrel.<\/li>\n<li>Ciri buah melon yang matang yaitu warna dan gagang yang sudah mulai mengering dengan Wangi khas buah melon yang harum.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p>Itulah tadi yang perlu dilakukan saat ingin budidaya melon. Bagaimana sobat PTD apakah kalian tertarik untuk melakukannya? Selamat mencoba.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-budidaya-buah-naga-di-dalam-pot\/\">5 Tips Budidaya Buah Naga di dalam Pot<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis<\/em>:\u00a0<strong>RM Winnie<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>http:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam-melon-dengan-sistem-lesehan<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya buah melon? Yuk, ikutin langkah-langkah di artikel berikut ini PTD akan membagikan caranya. Buah melon bukanlah buah asli dari Indonesia. Melon (Curcumis Melo L)&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8625,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,1],"tags":[1651,1650],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/buah-melon.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8619"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8619"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8628,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8619\/revisions\/8628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}