{"id":870,"date":"2025-02-12T01:00:22","date_gmt":"2025-02-11T18:00:22","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=870"},"modified":"2025-02-12T14:01:03","modified_gmt":"2025-02-12T07:01:03","slug":"sistem-smart-farm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/sistem-smart-farm\/","title":{"rendered":"Smart Farm, Sistem Pertanian dengan Teknologi Canggih"},"content":{"rendered":"<p>Dari zaman ke zaman,\u00a0dengan teknologi yang semakin canggih, pertanian sekarang pun bisa memproduksi panen yang mencapai ribuan kilogram sayuran dalam sehari. Namanya Sistem <em><i>Smart Farm<\/i><\/em>. Bukan termasuk pertanian konvensional, melainkan pertanian dalam ruangan.<\/p>\n<p>Negara China membuat inovasi baru tersebut dalam bidang pertanian yang tidak memerlukan sinar matahari, sama sekali tidak menggunakan pestisida maupun bahan-bahan kimia, dan\u00a0bahkan mampu menghemat air. Inovasi tersebut merupakan milik perusahaan Sanan Sino-Science yang terletak di Anxi, Provinsi Fujian, China.<\/p>\n<p>Perusahaan Sanan Sino-Science mengumumkan perluasan proyek <em><i>smart farm<\/i><\/em>\u00a0berteknologi canggih. Luas pertaniannya kini mencapai 5000 m<sup>2<\/sup>. Satu hari bisa menghasilkan 8 hingga 10 ton sayuran segar.\u00a0Hasil panen itu setara dengan memberi makan hampir 36.000 orang.<\/p>\n<p>Karena teknologi tersebut masih dikatakan baru, perusahaan ini\u00a0hanya membutuhkan 4\u00a0orang pekerja untuk mengawasi dan memperhatikan tanaman. Hal ini tentu berbeda dengan pertanian konvensional yang luas lahannya sama, tetapi membutuhkan sekitar banyaknya 300 petani untuk menggarap dan menanam sayuran.<\/p>\n<p>Sanan Sino-Science adalah perusahaan yang mempopulerkan sistem <em><i>smart farm<\/i><\/em>\u00a0dan yang pertama dijuluki sebagai\u00a0pertanian vertikal terbesar di dunia\u00a0dengan luas lahan seluas\u00a01 hektar. Namun,\u00a0pertanian dengan inovasi terbarunya\u00a0ini disebut lebih efektif dan efisien dibanding pertanian vertikal.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/indoor-farming\/\" rel=\"bookmark\">Indoor Farming, Wujud Pertanian Masa Depan yang Modern<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-872\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sistem-Smart-Farm.png\" alt=\"Sistem Smart Farm\" width=\"722\" height=\"481\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sistem-Smart-Farm.png 722w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sistem-Smart-Farm-300x200.png 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sistem-Smart-Farm-600x400.png 600w\" sizes=\"(max-width: 722px) 100vw, 722px\" \/><\/p>\n<p>\u201cDibandingkan dengan <em><i>smart farm<\/i><\/em>\u00a0generasi pertama kami, perkebunan baru ini menghasilkan hasil yang lebih efektif sekaligus mengurangi biaya tenaga kerja dan lingkungan,\u201d ucap Zhan Zhuo selaku CEO Sanan Sino-Science.<\/p>\n<p>Salah satu keunggulan <em>smart farm<\/em> tersebut adalah waktu panen sayur yang cepat. Pertanian konvensional biasanya membutuhkan waktu sekitar 40 hingga 60 hari untuk mencapai masa panen. Itu pun masih tergantung cuaca dan kemungkinan\u00a0terserang hama dan penyakit. Sedangkan <em><i>smart farm<\/i><\/em>\u00a0hanya membutuhkan waktu 18 hari untuk memanen varietas sayur kecil dan 33-35 hari untuk varietas sayur besar yang bersih dan sehat. Karena salah satu faktor yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman selain gizi dan air adalah sinar matahari.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/sistem-surjan\/\" rel=\"bookmark\">Mengetahui Sistem Surjan, Kearifan Lokal Masyarakat Tani Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tapi,\u00a0setiap penanam tahu bahwa siang hari adalah di luar kendali. Dengan demikian, siang buatan manusia itu semakin dikenal pada budidaya hortikultura, seperti\u00a0<em>daylight<\/em> yang dapat mengontrol artifisial musim pertumbuhan tanaman dan secara drastis mempersingkat waktu untuk pertumbuhan tanaman.<\/p>\n<p>Penggunaan itu sebagai tambahan terang, sewaktu-waktu satu hari dapat meningkatkan pencahayaan, selalu membantu tanaman fotosintesis. Terutama musim dingin, dapat memperpanjang waktu pencahayaan yang efektif.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-871\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Budidaya-Tanaman-dengan-Sistem-Smart-Farm.png\" alt=\"Budidaya Tanaman dengan Sistem Smart Farm\" width=\"490\" height=\"368\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Budidaya-Tanaman-dengan-Sistem-Smart-Farm.png 490w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Budidaya-Tanaman-dengan-Sistem-Smart-Farm-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 490px) 100vw, 490px\" \/><\/p>\n<p>Maka dari itu,\u00a0<em><i>smart farm<\/i><\/em>\u00a0tersebut memakai sistem yang bisa mengatur suhu, sumber air, kelembapan udara, nutrisi, dan LED tipe Growlight khusus yang menggantikan sinar matahari. Sistem ini dinilai bisa menghemat penggunaan air. Cahaya yang berasal dari LED khusus itu bisa memudahkan tanaman untuk berfotosintesis karena LED menyala pada temperature yang lebih dingin, beda dengan LED yang biasa digunakan untuk penerangan\u00a0rumah. Proses mengubah energi cahaya menjadi energi kimia untuk kebutuhan tanaman.<\/p>\n<p>\u201cMetode ini sangat menguntungkan lingkungan yang menantang seperti padang pasir, pegunungan, atau di kota besar yang memerlukan biaya lebih untuk upah tanaga kerja,\u201d kata Zhan Zhou.<\/p>\n<p>Zhan Zhou juga menambahkan kalau <em><i>smart farm<\/i><\/em>\u00a0tersebut bisa menghasilkan 3.000 hingga 3.500 ton sayuran tiap tahun. Sayuran yang dihasilkan dari <em><i>smart farm<\/i><\/em>\u00a0ini didistribusikan ke seluruh wilayah di Fujian dan Shanghai. Harganya pun lebih mahal dibanding dengan sayuran biasa. Maklum, karena prosesnya yang canggih dan begitu cepat.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-sistem-mina-padi\/\" rel=\"bookmark\">Sistem Mina Padi, Kombinasi Lahan Sawah dengan Budidaya Ikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Referensi: detik.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Yusril Wicaksana<\/strong><br \/>\n<em>Mahasiswa Jurusan Agroteknologi \u2013 Univ. Muria Kudus<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari zaman ke zaman,\u00a0dengan teknologi yang semakin canggih, pertanian sekarang pun bisa memproduksi panen yang mencapai ribuan kilogram sayuran dalam sehari. Namanya Sistem Smart Farm. Bukan termasuk pertanian konvensional, melainkan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":877,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,844],"tags":[171],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Smart-Farm-Sistem-Pertanian-dengan-Teknologi-Canggih.jpeg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/870"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":876,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/870\/revisions\/876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}