{"id":8723,"date":"2024-09-02T01:30:35","date_gmt":"2024-09-01T18:30:35","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=8723"},"modified":"2024-09-02T08:29:34","modified_gmt":"2024-09-02T01:29:34","slug":"cara-merawat-tanaman-cabe-supaya-cepat-berbuah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-merawat-tanaman-cabe-supaya-cepat-berbuah\/","title":{"rendered":"Cara Merawat Tanaman Cabe Supaya Cepat Berbuah"},"content":{"rendered":"<p>Bagi kamu yang lagi bingung bagaimana cara merawat tanaman cabe agar cepat berbuah. Yuk, jadiin artikel ini sebagai panduan kamu, PTD akan membagikan cara perawatannya.<\/p>\n<p>Makanan pedas menjadi\u00a0 favorit tersendiri bagi setiap orang yang menyukainya, salah satunya adalah sebagian besar masyarakat di Indonesia.<\/p>\n<p>Setiap makanan pedas tersebut membutuhkan cabe yang banyak, sehingga para petani perlu membudidayakan serta merawat tanaman cabe dengan baik. Bukan hanya para petani, kamu juga bisa menanam cabe di lahan pekarangan rumah.<\/p>\n<p>Merawat tanaman cabe bukanlah suatu hal yang sulit, sehingga siapapun bisa melakukannya. Terlebih saat ini permintaan pasar sangat tinggi terhadap cabe, sehingga bisa dijadikan peluang usaha tersendiri.<\/p>\n<p>Karena ada banyak menu makanan Indonesia yang bercita rasa pedas dan membutuhkan banyak cabe, seperti bakso mercon, mie setan, sayur ikan pedas, nasi goreng pedas, serta sambel.<\/p>\n<h2>Cara Merawat Tanaman Cabe<\/h2>\n<p>Berikut ini merupakan cara merawat tanaman cabe yang bisa kamu lakukan, agar cepat berbuah, diantaranya adalah:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-mudah-budidaya-cabe-hidroponik\/\">5 Langkah Mudah Budidaya Cabe Hidroponik<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemberian Pupuk<\/span><\/h4>\n<p>Pupuk memiliki peran yang penting untuk menjaga dan merawat tanaman cabe agar tumbuh dengan baik. Kamu bisa memberi pupuk lanjutan setelah 2 minggu penanaman cabe dilakukan.<\/p>\n<p>Agar lebih maksimal, berilah pupuk secara teratur yaitu sekitar 1-2 minggu sekali. Pupuk yang bisa kamu gunakan yaitu pupuk organik, seperti pupuk kandang dan pupuk kompos.<\/p>\n<p>Jika kamu menanam cabe di lahan tanah secara langsung, maka kamu bisa memasukkan pupuk tersebut ke dalam lubang tanam setelah itu timbun dengan tanah.<\/p>\n<p>Sehingga tanaman cabe akan mudah menyerap nutrisi yang dikandung dalam pupuk tersebut. Namun jika kamu menanam cabe dalam pot, gantilah lapisan tanah paling atas ketika diberikan pupuk.<\/p>\n<p>Hal tersebut bertujuan agar nutrisi yang dikandung dalam pupuk tetap terjaga dan terserap tanaman dengan baik, karena tanah mudah terkikis ketika waktu penyiraman.<\/p>\n<p>Agar tanaman dapat berbuah dengan lebat, kamu bisa memberikannya vitamin khusus atau harmone.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8728\" aria-describedby=\"caption-attachment-8728\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8728\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pemberian-pupuk.jpg\" alt=\"pemberian pupuk\" width=\"550\" height=\"309\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8728\" class=\"wp-caption-text\">agronasa.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Lakukan Penyiraman<\/span><\/h4>\n<p>Penyiraman air yang cukup, teratur, dan sesuai bisa menjaga kesehatan tanaman agar tidak layu. Agar tanaman cabe berbuah dengan cepat kamu bisa menggunakan air tajin (bekas cucian beras) untuk menyiram tanaman.<\/p>\n<p>Lakukan penyiraman secara teratur yaitu 1 kali dalam sehari, atau dengan suhu dan kondisi kelembaban tanah tanaman.<\/p>\n<p>Ketika cuaca sedang musim hujan, kamu tidak perlu melakukan penyiraman sangat banyak. Begitupun sebaliknya, ketika musim kemarau tiba lakukan penyiraman penyiraman sebanyak 2 kali dalam sehari.<\/p>\n<p>Perhatikan dengan baik ketika melakukan penyiraman, yaitu tidak boleh ada air yang tergenang dalam media tanam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8727\" aria-describedby=\"caption-attachment-8727\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8727\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/penyiraman-cabe.jpg\" alt=\"penyiraman cabe\" width=\"600\" height=\"338\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8727\" class=\"wp-caption-text\">youtube.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/4-tahap-budidaya-cabe-keriting-yang-berbuah-lebat\/\">4 Tahap Budidaya Cabe Keriting yang Berbuah Lebat<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Lakukan Penyiangan<\/span><\/h4>\n<p>Penyiangan merupakan salah satu cara untuk merawat tanaman cabe agar pembersihan tanaman tetap terjaga, serta terhindar dari penyakit atau hama yang menyerang tanaman.<\/p>\n<p>Untuk melakukan penyiangan, kamu membutuhkan beberapa alat berkebun, seperti sekop, sarung tangan, serta gunting tanaman.<\/p>\n<p>Bersihkan lahan hingga bersih dari berbagai hal yang mengganggu pertumbuhan tanaman cabe, seperti rumput liar, gulma, serta sampah plastik.<\/p>\n<p>Gunakan gunting tanaman untuk menghilangkan daun yang layu, tidak segar dan sudah menguning, sehingga tanaman terhindar dari penularan penyakit. Proses penyiangan tanaman dilakukan secara rutin yaitu, 2-3 minggu sekali.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemangkasan Tanaman<\/span><\/h4>\n<p>untuk melakukan pemangkasan tanaman, kamu membutuhkan alat seperti gunting tanaman. Gunting tersebut digunakan untuk memangkas pucuk tanaman secara perlahan, sehingga struktur tanaman tetap terjaga. Adapun waktu untuk melakukan pemangkasan tanaman yaitu 1 bulan sekali.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Memperhatikan Kesehatan<\/span><\/h4>\n<p>Untuk merawat tanaman cabe, kamu harus selalu memperhatikan kesehatan tanaman tersebut. Sehingga tanaman akan terhindar dari penyakit dan hama yang menghambat proses pertumbuhan tanaman.<\/p>\n<p>Untuk menjaga tanaman dari berbagai hama, kamu bisa menyemprotkan tanaman dengan pestisida diwaktu sore menjelang malam.<\/p>\n<p>Namun, ketika tanaman cabe tersebut sudah sakit parah, seperti akar membusuk, daun menguning parah dan lainnya segera diberikan obat agar tanaman tidak mati.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah cara untuk merawat tanaman cabe dengan mudah dan tentunya bisa kamu lakukan sendiri. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ingin-budidaya-cabe-keriting-ini-dia-langkah-langkahnya-sampai-panen\/\">Ingin Budidaya Cabe Keriting? Ini Dia langkah-Langkahnya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>http:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-merawat-tanaman-cabe<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi kamu yang lagi bingung bagaimana cara merawat tanaman cabe agar cepat berbuah. Yuk, jadiin artikel ini sebagai panduan kamu, PTD akan membagikan cara perawatannya. Makanan pedas menjadi\u00a0 favorit tersendiri&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":8726,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[1670,468],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/chili-499062_1280.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8723"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8723"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8729,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8723\/revisions\/8729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}