{"id":8852,"date":"2020-01-27T09:52:30","date_gmt":"2020-01-27T02:52:30","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=8852"},"modified":"2020-01-27T09:58:43","modified_gmt":"2020-01-27T02:58:43","slug":"budidaya-seledri-menjadi-mudah-dengan-3-tahap-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-seledri-menjadi-mudah-dengan-3-tahap-ini\/","title":{"rendered":"Budidaya Seledri Menjadi Mudah dengan 3 Tahap Ini"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya seledri? yuk jadiin artikel ini sebagai pedoman kamu, PTD akan memberikan 3 tahap mudahnya.<\/p>\n<p>Siapa yang tidak mengenal seledri? Tanaman yang satu ini sering dijadikan sebagai salah satu bahan masakan dapur bagi para ibu rumah tangga.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu saja, seledri juga ternyata memiliki khasiat lain dan bisa digunakan sebagai obat yang mujarab. Oleh karena itu, tak heran jika budidaya seledri memiliki potensi yang sangat menjanjikan.<\/p>\n<p>Seledri sendiri sangat cocok ditanam di dataran tinggi, dengan ketinggian berkisar antara 1000-1200 meter. Untuk jenis tanahnya, tanaman seledri sangat suka hidup di tanah yang kaya akan bahan organik dengan nilai pH sekitar 5,5-6,5.<\/p>\n<h2><strong>Cara Budidaya Seledri yang Mudah<\/strong><\/h2>\n<p>Seledri sendiri termasuk kedalam jenis tanaman yang sangat mudah untuk dibudidayakan. Secara umum ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk menanam seledri, yaitu dari biji (generatif) atau dari anakan (vegetatif).<\/p>\n<p>Jika Anda berencana untuk melakukan budidaya seledri, ini dia beberapa tahapan dan cara-cara yang harus dilakukan:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-selada-di-rumah-hingga-panen\/\">Cara Budidaya Selada di Rumah Hingga Panen<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Perbanyakan Bibit<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tanaman seledri bisa diperbanyak baik melalui biji maupun anakan.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin memperbanyak bibit dengan biji, maka harus dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Beberapa tahap penyemaian yang harus dilakukan antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Rendam biji seledri pada air hangat dengan kisaran suhu 50\u02daC-60\u02daC selama kurang lebih 1 jam.<\/li>\n<li>Sambil menunggu biji yang direndam, siapkan tempat persemaian biji baik berupa baki atau bedengan penyemaian. Agar biji dapat tumbuh dengan baik siapkan media semai yang terdiri dari tanah dan kompos perbandingan 2:1 yang telah diayak.<\/li>\n<li>Jika Anda menyemai biji langsung pada bedengan, jangan lupa untuk menutupi bedengan dengan plastik bening. Buat juga alur tanam dengan jarak 10-20 cm dan kedalaman 0,5 cm.<\/li>\n<li>Tebar benih langsung pada alur tanam yang telah disiapkan.<\/li>\n<li>Siram air secukupnya untuk menjaga kelembaban.<\/li>\n<li>Setelah berusia 1 bulan dan mucul 3-4 helai daun, maka bibit sudah siap untuk dipindahkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Itulah tadi cara perbanyakan yang dilakukan jika Anda menggunakan biji. Namun jika menggunakan anakan, Anda cukup memilih indukan yang berkualitas dan mengambil anakannya. Setelah itu, pindahkan langsung anakan ke pot atau polybag yang baru.<\/p>\n<p>Sebelum dimasukkan kedalam pot atau polybag, isi wadah terlebih dahulu dengan media tanam yang terdiri dari campuran kompos, tanah, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 yang sudah diayak.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8856\" aria-describedby=\"caption-attachment-8856\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8856\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/perbanyak-bibit-seledri.jpg\" alt=\"perbanyak bibit seledri\" width=\"550\" height=\"413\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8856\" class=\"wp-caption-text\">hobybertani.blogspot.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Perawatan Tanaman Seledri<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ketika proses perbanyakan berhasil dilakukan, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan perawatan yang tepat dan rutin.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tahapan-budidaya-buncis-hingga-panen-banyak\/\">Tahapan Budidaya Buncis Hingga Panen Banyak<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Penyiraman<\/strong><\/p>\n<p>Agar tanaman seledri dapat tumbuh subur, maka lakukan penyiraman secara rutin pagi dan sore hari hingga tanaman mencapai usia 1 minggu. Setelah melewati usia tersebut, maka frekuensi penyiraman bisa dikurangi.<\/p>\n<p><strong>Pemupukan<\/strong><\/p>\n<p>Untuk pemupukan, jenis pupuk yang sangat efektif memacu pertumbuhan seledri adalah pupuk cair. Anda bisa menggunakan beragam produk pupuk cair yang dijual di toko pertanian atau membuat pupuk cair organik sendiri.<\/p>\n<p>Aplikasikan pupuk dengan cara mengencerkan 10 ml pupuk cair kedalam 1 liter air. Siramkan pupuk cair ke tanaman dengan dosis 100 ml per pot atau polybag. Lakukan pemupukan setiap 1 hingga 2 minggu sekali.<\/p>\n<p><strong>Penanggulangan Hama dan Penyakit<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman seledri yaitu tungau, ulat tanah, keong, hingga kutu. Jika serangannya masih dalam lingkup kecil, Anda bisa memberantasnya langsung dengan mengambil hama secara manual. Namun jika lingkup serangan besar, maka gunakan insektisida berbahan nabati.<\/p>\n<p>Untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit, Anda bisa melakukan tindak pencegahan antara lain melakukan sanitasi kebun, pemilihan benih yang berkualitas, hingga pemupukan yang tepat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8857\" aria-describedby=\"caption-attachment-8857\" style=\"width: 518px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-8857\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pemupukan-seledri.jpg\" alt=\"pemupukan seledri\" width=\"518\" height=\"390\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8857\" class=\"wp-caption-text\">nasabandung.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemanenan Tanaman Seledri<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tanaman seledri sudah bisa dipanen ketika memasuki usia 1 hingga 3 bulan tergantung dari jenis varietasnya. Seledri yang berkualitas bisa dilihat dari jumlah anakannya yang banyak serta daunnya yang rimbun.<\/p>\n<p>Proses pemanenan seledri dilakukan dengan cara dipotong bagian pangkal batangnya. Frekuensi pemanenan seledri bisa dilakuakn setiap 1-2 minggu sekali.<\/p>\n<p>Panen seledri berakhir jika sudah tidak ada lagi anakan yang produktif. Jika masa panen sudah berakhir, Anda bisa langsung mencabut tanaman untuk diganti dengan yang baru.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah tadi beberapa cara mudah yang bisa dilakukann untuk melakukan budidaya seledri. Jika dirawat secara rutin dan tepat, tanaman seledri tentu bisa dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan panen yang berkualitas. Selamat Bertani.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ingin-budidaya-cabe-keriting-ini-dia-langkah-langkahnya-sampai-panen\/\">Ingin Budidaya Cabe Keriting? Ini Dia langkah-Langkahnya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/alamtani.com\/budidaya-seledri\/<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya seledri? yuk jadiin artikel ini sebagai pedoman kamu, PTD akan memberikan 3 tahap mudahnya. Siapa yang tidak mengenal seledri? Tanaman yang satu ini sering&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":8853,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,1],"tags":[1702,1703],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/chervil-4164701_1280.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8852"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8852"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8858,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8852\/revisions\/8858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}