{"id":8986,"date":"2020-01-30T13:42:13","date_gmt":"2020-01-30T06:42:13","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=8986"},"modified":"2020-01-30T13:42:13","modified_gmt":"2020-01-30T06:42:13","slug":"1-593-hektar-sawah-di-aceh-gagal-panen-akibat-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/1-593-hektar-sawah-di-aceh-gagal-panen-akibat-kekeringan\/","title":{"rendered":"1.593 Hektar Sawah di Aceh Gagal Panen Akibat Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai gagal panen di Aceh? berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!<\/p>\n<h2>Gagal Panen Akibat Kekeringan<\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Dampak Kekeringan<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_8991\" aria-describedby=\"caption-attachment-8991\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8991\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/images-17-1.jpg\" alt=\"gagal panen\" width=\"500\" height=\"282\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8991\" class=\"wp-caption-text\">news.detik.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kentang-sangkuriang-agrihorti-verietas-baru-dari-balitbangtan\/\">Kentang Sangkuriang Agrihorti Verietas Baru dari Balitbangtan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Kemarau panjang yang kini melanda sebagian Aceh Besar telah menyebabkan sawah penduduk di sejumlah kecamatan kering kerontang<\/p>\n<p>Dan sebagian tanaman padi yang menjadi harapan petani setempat diperkirakan akan mengalami puso hingga petani bakal gagal panen.<\/p>\n<p>Dampak kekeringan tersebut dikatakan telah merusak areal persawahan di Aceh Besar seluas 1.593 hektar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah kecamatan.<\/p>\n<p>Di mana Seulimuem merupakan kecamatan dengan luas areal sawah yang mengalami puso mencapai 683 hektar. Selanjutnya Kecamatan Kuta Cot Glie seluas 624 hektar, Indrapuri 25 hektar.<\/p>\n<p>Pulo Aceh seluas 224 hektar, Krueng Barona Jaya 16 hektar, Kuta Baro 10 hektar, Jantho 8 hektar dan Lhoknga 3 hektar. Jika luas area sawah yang mengalami gagal panen tersebut dikalikan produktivitas tanaman 5 ton per hektar.<\/p>\n<p>Lalu dikalikan harga gabah Rp.5.000 per kilogram, maka kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp.40 miliar.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tindakan Pemerintah<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_8990\" aria-describedby=\"caption-attachment-8990\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8990\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/images-18.jpg\" alt=\"gagal panen\" width=\"500\" height=\"281\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8990\" class=\"wp-caption-text\">aceh.tribunnews.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/upaya-mewujudkan-pertanian-maju-mandiri-dan-modern\/\">Upaya Mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Untuk mengatasi dan mencari jalan keluar kebutuhan air sawah petani, Pemerintah Aceh menggelar rapat khusus membahas kekeringan yang melanda sebagian besar Kabupaten Aceh Besar.<\/p>\n<p>Rapat yang berlangsung di\u00a0 ruang rapat Asisten ll Setda Aceh, dipimpin Teuku Ahmad Dadek dengan \u00a0melibatkan Dinas Pengairan Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh hingga Bappeda.<\/p>\n<p>Menurutnya, dampak kekeringan tersebut menyebabkan persawahan di Aceh Besar kering kerontang sehingga terancam gagal panen.<\/p>\n<p>Dikatakan, untuk mengatasi kekeringan itu perlu dukungan semua pihak untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang terhadap kondisi tersebut mengingat tren kekeringan terus meningkat, terutama di Aceh Besar.<\/p>\n<p>Setidaknya ada dua solusi untuk menangani kekeringan area persawahan yang disimpulkan dalam rapat tersebut, yakni menggunakan pompanisasi, membangun sumur bor atau sumur dangkal.<\/p>\n<p>Namun begitu, tambah Ahmad Dadek untuk memastikan solusi apa yang akan ditempuh, diperlukan langkah penelitian langsung ke lapangan guna melihat kondisi persawahan.<\/p>\n<p>Pengecekan ke lapangan akan dilakukan pada Kamis mendatang dengan lokasi yang akan dikunjungi adalah kawasan Kecamatan Seulimuem dan Kuta Cot Glie.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai gagal panen di Aceh. Semoga informasi yang diberikna dapat bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: Inovasi Baru Daun Teh Gambir yang Menambah Pendapatan Petani<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber:\u00a0<strong>Detik.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai gagal panen di Aceh? berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya! Gagal Panen Akibat Kekeringan Dampak Kekeringan Baca juga: Kentang Sangkuriang&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8989,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234],"tags":[1733,721,1734],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/tree-nature-grass-branch-wood-field-620748-pxhere.com_.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8986"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8986"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8994,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8986\/revisions\/8994"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}