{"id":9286,"date":"2021-02-09T05:27:04","date_gmt":"2021-02-08T22:27:04","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=9286"},"modified":"2021-02-09T06:04:59","modified_gmt":"2021-02-08T23:04:59","slug":"serangga-terancam-punah-apa-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/serangga-terancam-punah-apa-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Serangga Terancam Punah, Apa Penyebabnya?"},"content":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai serangga yang terancam punah? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!<\/p>\n<h2>Serangga Terancam Punah<\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penurunan Drastis Populasi Serangga<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_9288\" aria-describedby=\"caption-attachment-9288\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9288\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/fireflyjpg860x0-q70-crop-scale-219be02744d0574fd1b765109623aca5_600x400-1.jpg\" alt=\"serangga punah\" width=\"500\" height=\"333\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9288\" class=\"wp-caption-text\">idntimes.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-wereng-batang-cokelat-pada-padi-cara-mengatasinya\/\">Kenali Hama Wereng Batang Coklat pada Padi dan Cara Mengatasinya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Sadar atau tidak bahwa kita sekarang sangat jarang menjumpai serangga disekitar rumah atau lingkungan kita. Yang dimaan dahulu sering sekali menjumpai beberapa serangga.<\/p>\n<p>Seperti belalang, kunang-kunang, kumbang, capung dan kupu-kupu. Salah satu serangga yang mjulai terancam di akibat ulah manusia yang disebabkan kerusakan habitat.<\/p>\n<p>Profesor biologi dari Universitas Tufts Sara Lewis menyoroti ancaman khusus dan kerentanan berbagai spesies berbeda di seluruh wilayah geografis.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah \u00a0kunang-kunang yang mulai punah dikarenakan menderita sebab habitat yang menjadi tempat untuk menyelesaikan siklus hidupnya telah hilang.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penyebab Kunang-KunangTerancam Punah<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_9289\" aria-describedby=\"caption-attachment-9289\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9289\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/firefly-2466543_640.jpg\" alt=\"serangga punah\" width=\"500\" height=\"375\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9289\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-hama-lalat-buah-ramah-lingkungan\/\">Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah yang Ramah Lingkungan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Penurunan drastis tercatat pada spesies ini setelah habitatnya dirusak untuk dibuat perkebunan sawit, pertanian budidaya dan peternakan.<\/p>\n<p>Penyebab lainnya adalah penggunaan cahaya buatan pada malam hari, dalam penelitian dikatakan tingkat kecerahan di bumi mengalami peningkatan sebesar 23 persen.<\/p>\n<p>Peningkatan cahaya buatan ini menyebabkan kunang-kunang sulit menemukan pasangan karena serangga satu ini mengandalkan <em>bioluminescence.<\/em><\/p>\n<p>Reaksi kimia di dalam tubuhnya yang memungkinkan untuk menyala saat menemukan dan menarik pasangan. Pupulasi cahaya ini membuat proses kawin kunang-kunang menjadi tidak sesuai dengan fasenya.<\/p>\n<p>Sebagian besar penggunaan insektisida terjadi pada larva, kunang-kunang remaja menghabiskan waktu hingga dua tahun di bawah tanah atau di bawah air.<\/p>\n<p>Insektisida seperti\u00a0organofosfat dan neonicotinoid dibuat untuk membunuh hama yang memiliki efek samping menewaskan serangga yang bermanfaat.<\/p>\n<p>Selain itu, pariwisata menjadi pemicu kepunahan kunang-kunang, sebaiknya tempat pariwisata lebih dibangun dan dikelola agar tidak merusak habitat serangga.<\/p>\n<p>Beberapa tempat seperti Malaysia dan Thailand, para wisatawan telah menumbangkan pohon dan mengikis tepi sungai dan menghancurkan habitat kunang-kunang.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Akibat Jika Serangga Punah<\/span><\/h4>\n<p>Maka dari itu, sebaiknya kita juga peduli untuk tetap melindungi serangga agar tidak punah karena Serangga merupakan bagian penting dari sebuah ekosistem kehidupan di bumi.<\/p>\n<p>Masih banyak tumbuhan yang membutuhkan serangga untuk penyerbukan tanaman dan pengontrol hama. Serangga juga menjadi makanan bagi beberapa hewan.<\/p>\n<p>Sehingga jika serangga terancam punah makan beberpa tumbuhan dan hewan lainnya juga akan terancam punah.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai serangga yang terancam punah. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/sayembara-berburu-serangan-hamatikus-di-magetan\/\">Sayembara Berburu Serangan Hama Tikus di Magetan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber:\u00a0<strong>CNNindonesia dan National Geograpich Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber Gambar Unggulan: <strong>Exsdee.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai serangga yang terancam punah? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya! Serangga Terancam Punah Penurunan Drastis Populasi Serangga Baca juga: Kenali&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9287,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234],"tags":[1788,1786,1787],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/exsdee-kunang-kunang.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9286"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9286"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9286\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14192,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9286\/revisions\/14192"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}