{"id":929,"date":"2025-02-27T01:32:51","date_gmt":"2025-02-26T18:32:51","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=929"},"modified":"2025-02-27T13:07:59","modified_gmt":"2025-02-27T06:07:59","slug":"upaya-meningkatkan-produksi-padi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/upaya-meningkatkan-produksi-padi\/","title":{"rendered":"4 Upaya dalam Meningkatkan Produksi Padi di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Di Indonesia, padi merupakan salah satu produk pertanian yang paling dibutuhkan\u00a0karena merupakan sumber makanan pokok sebagian besar masyarakat. Oleh karena itu, petani Indonesia harus selalu berusaha untuk memproduksi padi dalam jumlah besar jika tidak ingin pemerintah mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan pokok jutaan penduduknya.<\/p>\n<p>Di bawah ini adalah 4 upaya yang dapat dilakukan oleh petani Indonesia dalam\u00a0meningkatkan produksi padi bersama dengan pemerintah.<\/p>\n<h3>Adaptasi dengan iklim yang berubah-ubah<\/h3>\n<p>Saat ini, isu pemanasan global tampaknya semakin sering dibicarakan. Hal ini berkaitan dengan ketidakstabilan iklim wilayah-wilayah yang ada di Indonesia. Tentu saja, ketidakstabilan iklim menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh petani dalam mengembangkan produksi pertaniannya. Petani harus berupaya untuk beradaptasi dengan anomali iklim tersebut demi kelancaran produksi pertanian.<\/p>\n<p>Untuk mencegah terjadinya ketidakstabilan produksi pangan nasional karena anomali iklim tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian, telah menyiapkan 3\u00a0varietas padi yang tahan terhadap cuaca buruk jangka pendek dan perubahan iklim jangka panjang, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Inpago (varietas tahan kekeringan),<\/li>\n<li>Inpara (varietas tahan genangan air),<\/li>\n<li>Inpari-13 (varietas tahan hama wereng coklat).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Petani Indonesia dapat menggunakan ketiga varietas tersebut untuk mewujudkan produksi padi yang tinggi.<\/p>\n<p>Agar hasil yang didapatkan lebih maksimal, bersamaan dengan penggunaan 3\u00a0varietas\u00a0padi\u00a0tersebut, petani juga perlu menerapkan beberapa hal, yaitu\u00a0melakukan optimalisasi pengelolaan sumber daya lahan dan air\/irigasi, penyesuaian pola tanam\/pengelolaan\u00a0tanaman pangan, dan\u00a0penerapan teknologi adaptif dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/indonesia-krisis-padi-atau-krisis-petani\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Indonesia Krisis Padi atau Krisis Petani?<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>Pembangunan infrastruktur pertanian oleh pemerintah<\/h3>\n<p>Infrastruktur paling penting dalam pertanian yang berkaitan dengan produksi padi adalah jaringan irigasi. Untuk jaringan irigasi,\u00a0diperlukan pembangunan jaringan baru dan rehabilitasi jaringan lama.<\/p>\n<figure id=\"attachment_933\" aria-describedby=\"caption-attachment-933\" style=\"width: 1600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-933 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jaringan-Irigasi-di-Sawah.jpg\" alt=\"Jaringan Irigasi di Sawah\" width=\"1600\" height=\"1200\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jaringan-Irigasi-di-Sawah.jpg 1600w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jaringan-Irigasi-di-Sawah-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jaringan-Irigasi-di-Sawah-768x576.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jaringan-Irigasi-di-Sawah-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jaringan-Irigasi-di-Sawah-1200x900.jpg 1200w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jaringan-Irigasi-di-Sawah-960x720.jpg 960w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jaringan-Irigasi-di-Sawah-600x450.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-933\" class=\"wp-caption-text\">Jaringan Irigasi di Sawah | <em>Sumber: tataruangpertanahan.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Bukan hanya itu, di wilayah-wilayah tadah hujan, pemerintah sebaiknya melakukan pengadaan pompa air, baik pompa berdaya kecil untuk sumur patek maupun pompa berdaya besar untuk menyedot air sungai. Hal ini dilakukan untuk membantu petani. Dengan adanya pompa air tersebut, irigasi dapat dilakukan dengan mudah oleh petani.<\/p>\n<p>Menurut Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia, penggunaan pompa air di wilayah tadah hujan dapat meningkatkan intensitas tanam hingga 100% dan produktivitas tanaman hingga 50%. Dengan cara ini, produktivitas petani padi di Indonesia dapat berjalan lebih maksimal\u00a0sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor beras lagi.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/fakta-tentang-beras-di-indonesia\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Fakta tentang Padi (Beras) di Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>Membuka sawah baru<\/h3>\n<p>Semakin luas sawah di Indonesia, semakin besar jumlah produksi padi yang dihasilkan. Peningkatan kapasitas produksi padi tersebut dapat dilakukan dengan membuka sawah-sawah baru di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, lebih dari 50% lahan sawah di Indonesia berada di Pulau Jawa. Padahal, masih terdapat luas wilayah sekitar 16 juta hektar yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan sawah. Lahan tersebut sebagian besar terdapat di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.<\/p>\n<h3>Menerapkan penggunaan benih unggul dan pupuk<\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-931 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Biji-Padi.jpg\" alt=\"Biji Padi\" width=\"1920\" height=\"1440\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Biji-Padi.jpg 1920w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Biji-Padi-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Biji-Padi-768x576.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Biji-Padi-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Biji-Padi-1200x900.jpg 1200w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Biji-Padi-960x720.jpg 960w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Biji-Padi-600x450.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/>Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, petani\u00a0memang seharusnya menggunakan bibit unggul. Namun, penggunaan bibit yang kurang baik merupakan salah satu masalah produksi padi di Indonesia. Oleh karena itu, petani sudah seharusnya beralih dari prinsip \u201cbibit termurah untuk hasil produksi yang tinggi\u201d ke prinsip \u201cbibit unggul untuk hasil unggul\u201d.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan pupuk juga sangat diperlukan demi menunjang produksi. Tentu saja benih unggul dan pupuk merupakan 2\u00a0sarana produksi tanaman yang sangat penting dan memerlukan penanganan serius.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/padi-buatan-unsoed\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Padi Buatan Universitas Jenderal Soedirman yang Wangi dan Kaya Protein<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber: Litbang Pertanian Indonesia<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis:\u00a0<a href=\"http:\/\/geniuslector.com\/\"><strong>Hutri Cika Berutu<\/strong><\/a>\u00a0<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Indonesia, padi merupakan salah satu produk pertanian yang paling dibutuhkan\u00a0karena merupakan sumber makanan pokok sebagian besar masyarakat. Oleh karena itu, petani Indonesia harus selalu berusaha untuk memproduksi padi dalam&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":930,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840],"tags":[46,180],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Produksi-Padi.jpeg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/929"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=929"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/929\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":934,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/929\/revisions\/934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}