{"id":9541,"date":"2024-09-05T01:00:43","date_gmt":"2024-09-04T18:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=9541"},"modified":"2024-09-05T09:07:56","modified_gmt":"2024-09-05T02:07:56","slug":"panen-lebih-banyak-ini-dia-cara-budidaya-padi-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/panen-lebih-banyak-ini-dia-cara-budidaya-padi-organik\/","title":{"rendered":"Panen Lebih Banyak! Ini Dia Cara Budidaya Padi Organik"},"content":{"rendered":"<p>Yuk, budidaya padi organik agar hasil panen kamu melimpah, dengan jadiin artikel ini sebagai panduan kamu.<\/p>\n<p>Padi merupakan komoditas penting yang menjadi sumber kebutuhan pokok pangan masyarakat Indonesia. Saat ini pembudidayaan padi sudah meluas dan berinovasi ke berbagai macam metode.<\/p>\n<p>Salah satu metode pembudidayaan padi organik yang paling terkenal adalah <em>System of Rice Intensification<\/em> (SRI).<\/p>\n<p>Metode pembudidayaan SRI sendiri mulai digemari oleh petani karena mampu meningkatkan produktivitas hasil panen padi hingga dua kali lipat.<\/p>\n<p>Sistem SRI sendiri mendukung sistem praktek pertanian organik dan mengedepankan keseimbangan ekosistem.<\/p>\n<p>Metode SRI juga dinamakan metode bertanam padi organik karena semua tahapannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Metode SRI ini sudah bisa diterapkan di berbagai varietas padi.<\/p>\n<h2><strong>Cara Budidaya Padi Organik dengan Metode SRI<\/strong><\/h2>\n<p>Pembudidayaan padi organik menjadi peluang besar yang bisa diambil mengingat kesadaran masyarakat, untuk mengonsumsi berbagai bahan makanan yang terbebas dari bahan kimia juga semakin tinggi.<\/p>\n<p>Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan pembudidayaan padi organik dengan metode SRI, ini dia beberapa langkah budidaya yang harus dilakukan:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ini-dia-pestisida-nabati-padi-untuk-atasi-hama-penggerek\/\">Ini Dia Pestisida Nabati Padi, Untuk Atasi Hama Penggerek<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Penyemaian Benih Padi<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tahap awal yang harus dilakukan pada proses pembudidayaan padi organik adalah penyemaian benih. Agar benih yang ditanam dapat menghasilkan tanaman padi berkualitas, maka Anda harus melakukan penyeleksian benih terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Anda bisa mengecek kondisi benih dengan merendamnya dalam air garam. Benih yang bagus adalah benih yang terendam dalam air dan tidak mengapung.<\/p>\n<p>Setelah penyeleksian benih selesai dilakukan, rendam benih dalam air selama 24 jam lalu peram di tempat lembab selama 2-3 hari.<\/p>\n<p>Setelah keluar tunas, maka Anda bisa menyemai benih pada media tanah yang telah dicampur dengan pupuk kompos. Setelah semaian berusia 7-12 hari, maka benih padi sudah bisa dipindahkan ke lahan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9544\" aria-describedby=\"caption-attachment-9544\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9544\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/penyemaian-padi-organik.jpg\" alt=\"penyemaian padi organik\" width=\"600\" height=\"420\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9544\" class=\"wp-caption-text\">8villages.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Persiapan Lahan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Sebelum melakukan proses penanaman padi di sawah, maka lahan harus diolah dan disiapkan terlebih dahulu. Lakukan penggemburan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak dengan menggunakan traktor.<\/p>\n<p>Proses pembajakan dilakukan sebanyak dua kali yaitu pembajakan kasar dan halus. Setelah tanah selesai dibajak, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pengairan.<\/p>\n<p>Lahan diairi dan direndam selama 1 hari. Setelah selesai diairi, maka besoknya benih yang sudah cukup umur sudah bisa dipindahkan langsung ke lahan.<\/p>\n<p>Pastikan untuk menggunakan benih siap tanam dengan kisaran umur 7-12 hari. Benih dengan usia terlalu tua akan sulit beradaptasi dengan lingkungan di lahan karena perakarannya sudah berkembang pesat.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Penanaman Benih<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ketika akan melakukan penanaman benih, maka Anda harus memperhatikan jarak tanam yang sesuai. Untuk metode SRI sendiri, jarak tanam yang sesuai untuk penanaman benih yaitu 25 x 25 cm.<\/p>\n<p>Penanaman benih dilakukan dengan cara memasukkan benih satu persatu kedalam lubang tanam. Jangan tanam benih terlalu dalam agar akar bisa leluasa bergerak dan bernafas.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-wereng-batang-cokelat-pada-padi-cara-mengatasinya\/\">Kenali Hama Wereng Batang Coklat pada Padi dan Cara Mengatasinya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Perawatan Tanaman<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pada penanaman padi organik dengan menggunakan metode SRI, langkah yang paling penting dilakukan adalah menjaga aliran air pada sawah agar tetap mengalir dan tidak menggenang.<\/p>\n<p>Beberapa langkah pengairan yang harus diperhatikan antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Lakukan penanaman benih secara dangkal tanpa tergenang oleh air hingga benih berusia 10-14 hari.<\/li>\n<li>Isi air pada lahan agar pertumbuhan rumput terhambat. Setelah itu lakukan penggenangan untuk membuat tanam menjadi lumpur. Pengisian air cukup dilakukan hingga tanah tidak terkena sinar matahari.<\/li>\n<li>Setelah satu minggu pasca pengairan dan tidak ada pertumbuhan secara signifikanpada tanaman padi, maka Anda sudah bisa melakukan pemupukan. Sebelum melakukan pemupukan, maka lahan harus dikeringkan terlebih dahulu.<\/li>\n<li>Ketika sudah memasuki usia 2 bulan dan tanaman mulai berbunga, maka lahan harus digenangi lagi. Namun ketika sudah mencapai masa panen, maka lahan dikeringkan kembali.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_9545\" aria-describedby=\"caption-attachment-9545\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9545\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/perawatan-padi-organik.jpg\" alt=\"perawatan padi organik\" width=\"600\" height=\"450\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9545\" class=\"wp-caption-text\">jurnalasia.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Proses pemupukan tanaman padi sendiri dilakukan dengan menggunakan pupuk kompos sebanyak 200 kg. Pemupukan dilakukan dengan cara ditebar.<\/p>\n<p>Ketika melakukan proses pemupukan, maka lahan dikeringkan terlebih dahulu dan pintu air ditutup. Setelah 27 hari pasca penebaran pupuk, maka lahan sawah sudah bisa dialiri kembali secara bergilir.<\/p>\n<p>Untuk menangani berbagai jenis hama dan penyakit, Anda bisa menggunakan berbagai pestisida nabati seperti bawang putih, umbi gadung, atau kipahit.<\/p>\n<p>Selain itu, Anda juga bisa melakukan proses pembersihan dengan cara mencabut bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit lalu membakarnya.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pemanenan Padi Organik<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Padi sudah mulai berbunga pada usia 2-3 bulan. Pemanenan padi bisa dilakukan ketika padi memasuki usia 3,5 hingga 6 bulan.<\/p>\n<p>Tiap 200 meter persegi lahan bisanya dihasilkan 2 kwintal gabah basah atau jika sudah dijemur dan digiling menjadi beras, akan mampu menghasilkan 90 kg beras.<\/p>\n<p>Padi organik bisa dijual langsung saat menjadi gabah kering atau digiling dulu hingga menjadi beras konsumsi. Pembudidayaan padi organik dengan metode SRI kini menjadi pilihan banyak petani.<\/p>\n<p>Selain dapat meningkatkan produktivitas hasil panen, lahan disekitar persawahan juga tidak rusak dan lebih gembur karena tidak terpapar bahan kimia yang berbahaya.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Semoga langkah-langkah budidaya padi organik ini dapat menambah informasi bagi Anda yang ingin membudidayakannya dengan metode SRI. Semoga bermanfaat!<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/2-langkah-mudah-membuat-arang-sekam-padi\/\">2 Langkah Mudah Membuat Arang Sekam Padi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/alamtani.com\/budidaya-padi-organik-metode-sri\/<\/li>\n<li>https:\/\/8villages.com\/full\/petani\/article\/id\/5a471c6d0687634e35c61f93\/<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, budidaya padi organik agar hasil panen kamu melimpah, dengan jadiin artikel ini sebagai panduan kamu. Padi merupakan komoditas penting yang menjadi sumber kebutuhan pokok pangan masyarakat Indonesia. Saat ini&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":9543,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1420],"tags":[1848,1849],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/budidaya-padi-organik.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9541"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9541"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9541\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9546,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9541\/revisions\/9546"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9543"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}