{"id":967,"date":"2022-08-20T01:00:17","date_gmt":"2022-08-19T18:00:17","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=967"},"modified":"2022-08-20T08:52:16","modified_gmt":"2022-08-20T01:52:16","slug":"solusi-mencetak-petani-milenial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/solusi-mencetak-petani-milenial\/","title":{"rendered":"4 Solusi untuk Pemerintah Dalam Mencetak Petani Milenial"},"content":{"rendered":"<p>Milenial\u00a0menjadi salah satu kata yang populer di negara kita. Sebutan untuk generasi muda di zaman sekarang yang identik dengan manusia modern, kekinian, dan menyukai apa saja yang berbau teknologi canggih. Generasi milenial\u00a0hadir di tiap bidang kehidupan manusia, tak terkecuali pertanian. Pertanyaannya adalah siapakah petani milenial itu?<\/p>\n<p>Hanya sedikit kaum milenial\u00a0yang tertarik di bidang pertanian. Sebagian besar lainnya\u00a0lebih memilih bidang lain. Ada beberapa alasan mengerucut yang menjadi dasar\u00a0mengapa para kaum muda tidak tertarik menekuni bidang pertanian.<\/p>\n<p>Sebut saja, profesi petani yang dianggap <em><i>ndeso<\/i><\/em>\u00a0dan tidak memberikan keuntungan banyak, sehingga kesejahteraannya di masa depan kurang terjamin. Ada juga yang beralasan bidang petanian jauh dari kata teknologi canggih, sehingga terkesan kuno dan membosankan.<\/p>\n<p>Lalu, apa yang harus dilakukan, dalam hal ini pemerintah, agar bisa membujuk kaum muda untuk menjadi petani milenial? Untuk mengetahui jawaban sekaligus solusinya, mari simak pembahasannya di bawah ini.<\/p>\n<h3>Memberikan insentif yang menarik<\/h3>\n<p>Insentif yang dimaksud bukan uang tunai, tetapi dalam bentuk lain. Misalnya, asuransi kesehatan khusus pertani, asuransi pertanian, pemberian subsidi, dan bantuan-bantuan lainnya yang\u00a0dapat meringankan beban keuangan\u00a0petani.<\/p>\n<p>Dengan begitu, kesejahteraan petani dapat meningkat dan bisa menarik generasi muda sekarang untuk menggeluti bidang pertanian. Namun,\u00a0yang lebih penting\u00a0adalah memberikan contoh atau teladan petani milenial\u00a0yang berhasil mencicipi kesuksesannya. Meskipun masih muda, tetapi sudah sukses sebagai petani.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/petani-muda-sukses-di-era-milenial\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Petani Muda Sukses di Era Milenial<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Pemerintah bersama <em><i>stakeholder<\/i><\/em>-nya harus mau dan mampu melakukannya.<\/p>\n<h3>Mengeluarkan kebijakan yang pro petani<\/h3>\n<p>Hal ini dikhususkan untuk petani kecil yang mulai merintis dan menjalankan usaha\u00a0pertaniannya dari nol. Mereka yang berani mencoba untuk bertani cukup percaya diri bahwa bisnis yang dilakukannya dapat bertahan lama karena didukung oleh modal uang yang mencukupi. Sementara\u00a0yang tidak punya\u00a0modal uang yang cukup, tak berani berbisnis di bidang pertanian.<\/p>\n<p>Maka dari itu, pemerintah harus bisa membantu para petani kecil dengan kebijakan yang sangat membantu.\u00a0Misalnya, bantuan modal keuangan dan mendirikan koperasi pertanian yang benar-benar membantu petani kecil. Programnya berpihak dan membantu petani apa adanya.<\/p>\n<p>Jika benar-benar ada dan sudah dijalankan dengan sebaik-baiknya, pasti banyak petani Indonesia yang sukses dan makmur. Kondisi tersebut akan menarik generasi milenial\u00a0untuk ikut bergabung dan terjun ke bidang pertanian.<\/p>\n<h3>Mendukung inovasi teknologi pertanian<\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-970 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Petani-di-Era-Teknologi-Digital.jpg\" alt=\"Petani di Era Teknologi Digital\" width=\"1280\" height=\"854\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Petani-di-Era-Teknologi-Digital.jpg 1280w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Petani-di-Era-Teknologi-Digital-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Petani-di-Era-Teknologi-Digital-768x512.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Petani-di-Era-Teknologi-Digital-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Petani-di-Era-Teknologi-Digital-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/>Perkembangan teknologi canggih juga berdampak pada bidang pertanian. Proses bertani secara luas sudah melibatkan beragam peralatan modern, berteknologi canggih, serta berbasis komputerisasi. Kaum muda yang tidak gagap teknologi (gaptek) akan menyukai apa saja yang berbau komputerisasi, teknologi internet, dan <em><i>gadget<\/i><\/em>.<\/p>\n<p>Jika ingin mencetak banyak petani milenial, pemerintah harus mendukung beragam penemuan dan inovasi di bidang pertanian. Dengan begitu, banyak anak \u00a0muda yang mungkin masih duduk di bangku SMA atau sudah kuliah tertarik untuk menekuninya. Sebagai contoh, metode <em><i>indoor farming<\/i><\/em>\u00a0atau bertani di dalam rumah, seperti hidroponik, aquaponik, dll.\u00a0Teknis bercocok tanamnya bisa melibatkan <em><i>software<\/i><\/em>\u00a0atau program komputer yang bisa diaplikasikan di <em><i>gadget<\/i><\/em>.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/indoor-farming\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Indoor Farming, Wujud Pertanian Masa Depan yang Modern<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang yang bidang pertaniannya sudah maju,\u00a0tidak sedikit petani <em><i>indoor farming<\/i><\/em>\u00a0yang mempraktikkan dan mengaplikasikan hal tersebut.<\/p>\n<h3>Rutin mengadakan pendidikan dan pelatihan<\/h3>\n<p>Yang terakhir adalah mengadakan pendidikan dan pelatihan di bidang pertanian yang khususnya menyasar siswa SMA\/sederajat, mahasiswa semua fakultas\/jurusan, dan masyarakat pada umumnya. Tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut adalah untuk menarik minat banyak orang terutama kaum milenial\u00a0agar mau menekuni bidang pertanian.<\/p>\n<p>Tentu saja kegiatannya dibuat semenarik mungkin, melibatkan teknologi canggih, santai, kerja nyata, aktif, dan ada tantangan tersendiri. Hal \u00a0itu yang membuat generasi milenial\u00a0tertarik dan mau ikut.<\/p>\n<p>Nah, pemerintah,\u00a0dalam hal ini\u00a0kementerian terkait,\u00a0perlu merancang\u00a0dan\u00a0melaksanakan kegiatan\u00a0tersebut.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah beberapa solusi praktis dan nyata untuk menarik minat kaum muda milenial\u00a0terjun ke bidang pertanian. Pasalnya, menjadi petani milenial\u00a0itu tidak ada ruginya, malahan sangat menguntungkan jika mau serius menekuninya.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kiyoto-saito-petani-jepang-modis\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Belajar dari Kiyoto Saito, Sang Petani Muda Jepang yang Modis<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber referensi: watyutink.com, swadayaonline.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Arifin Totok<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Milenial\u00a0menjadi salah satu kata yang populer di negara kita. Sebutan untuk generasi muda di zaman sekarang yang identik dengan manusia modern, kekinian, dan menyukai apa saja yang berbau teknologi canggih.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":968,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[862,1],"tags":[184,12,185,183],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Menjadi-Petani-Milenial.jpeg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/967"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=967"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1041,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/967\/revisions\/1041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/968"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}