{"id":9790,"date":"2024-01-09T01:00:47","date_gmt":"2024-01-08T18:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=9790"},"modified":"2024-01-09T10:45:07","modified_gmt":"2024-01-09T03:45:07","slug":"5-ternak-ikan-cupang-di-kolam-beton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-ternak-ikan-cupang-di-kolam-beton\/","title":{"rendered":"5 Langkah Ternak Ikan Cupang di Kolam Beton"},"content":{"rendered":"<p>Mau tau cara ternak ikan cupang dengan mudah di kolam beton? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!<\/p>\n<h2>Ternak Ikan Cupang<\/h2>\n<p>Saat ini, ada banyak peluang bisnis ternak ikan yang sering dilakukan, salah satunya adalah ternak ikan cupang. Selain mudah dan hanya membutuhkan lahan secukupnya seperti menggunakan media kolam beton.<\/p>\n<p>Cupang sendiri merupakan salah satu jenis ikan hias yang sering dijadikan koleksi oleh para penggemarnya. Ikan ini tidak hidup berkelompok karena memiliki sifat agresif.<\/p>\n<p>Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan untuk memelihara ikan cupang dalam kolam beton, seperti berikut ini<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Menyiapkan Media Kolam Ikan<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_9795\" aria-describedby=\"caption-attachment-9795\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9795\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Kolam-Perawatan-Untuk-Burayak-Ikan-Cupang-adu-anakan-betta-hias.jpg\" alt=\"ternak ikan cupang\" width=\"500\" height=\"292\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9795\" class=\"wp-caption-text\">ternakbudidaya.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Langkah awal untuk melakukan cara ternak ikan cupang dengan baik, yakni menyiapkan media kolam ikan. Ikan cupang tidak memerlukan kolam yang sangat luas.<\/p>\n<p>Buatlah kolam beton dengan ukuran minimal 1 x 2 m. Sedangkan untuk proses perkawinan nya cukup menggunakan aquarium kecil, baskom, atau ember.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ketahui-cara-budidaya-ikan-neon-tetra-yang-benar\/\">Ketahui Cara Budidaya Ikan neon Tetra yang Benar<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tahap Pemijahan Ikan<\/span><\/h4>\n<p>Sebelum memasuki tahap pemijahan ikan cupang, perlu menyiapkan induk ikan yang baik. Ikan yang sehat berwarna terang dengan sisik mengkilat, serta dapat bergerak dengan.<\/p>\n<p><strong>Ciri indukan ikan cupang jantan<\/strong>, yakni telah berusia 4 bulan, memiliki bentuk tubuh dan sirip yang memanjang, badan sehat, serta dapat bergerak aktif dan lincah.<\/p>\n<p><strong>Ciri indukan ikan cupang betina<\/strong>, yakni telah berusia 4 bulan, memiliki bentuk badan yang cukup bulat (siap kawin), siripnya pendek, warna tidak menarik, gerakannya lebih lambat dibanding indukan jantan, serta kondisi tubuhnya sehat.<\/p>\n<p>Gunakan akuarium kecil atau baskom yang telah diisi air bersih setinggi 15-30 cm untuk pemijahan indukan. Air tersebut diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam.<\/p>\n<p>Untuk menetralisir tingkat keasaman air, setelah itu berikan tanaman air serta menaburkan garam ikan dengan dosis secukupnya.<\/p>\n<p>Indukan jantan yang telah siap dikawinkan akan menghasilkan busa pada permukaan kolam pemijahan. Begitupun sebaliknya, jika indukan tidak mengeluarkan busa, makan ikan belum siap dikawinkan.<\/p>\n<p>Pada sore hari berikutnya, bisa memasukkan indukan ikan betina yang matang telurnya ke dalam aquarium bersama indukan jantan.<\/p>\n<p>Biarkan indukan tersebut melakukan tahap kawin dan jangan diberi makan. Jauhkan suara gaduh atau guncangan yang bisa mengganggu proses perkawinan ikan.<\/p>\n<p>Pada hari setelahnya, terdapat banyak telur yang menempel di sarang atau busa-busa yang dikeluarkan cupang jantan. Ambil indukan betina dan biarkan telur tersebut dijaga oleh indukan jantan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9796\" aria-describedby=\"caption-attachment-9796\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9796\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Ikan-Cupang.jpg\" alt=\"ternak ikan cupang\" width=\"500\" height=\"261\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9796\" class=\"wp-caption-text\">tipsdani.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ingin-ternak-lele-ketahui-cara-pembenihan-ikan-lele-ini\/\">Ingin Ternak Lele? Ketahui Cara Pembenihan Ikan Lele Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Proses Pemeliharaan Anakan Cupang<\/span><\/h4>\n<p>Telur yang dihasilkan, akan menetas ketika memasuki hari kedua atau 3, biasanya telur-telur tersebut masih menempel di busa dan terlihat halus.<\/p>\n<p>Telur yang menetas disebut dengan anakan cupang atau burayak cupang. Indukan jantan akan lebih agresif untuk menjaga burayak cupang yang masih kecil.<\/p>\n<p>Berikan pakan burayak cupang ketika memasuki hari ke-5. Pakan yang cocok diberikan pada burayak cupang berupa artemina dan kutu air.<\/p>\n<p>Pindahkan anakan cupang tersebut ke dalam kolam pembesaran yang lebih kompleks, ketika anakan sudah jago berenang dan masa kuning telurnya habis.<\/p>\n<p>Masukkan anakan cupang ke dalam kolam yang lebih besar bersama indukan jantan. Ketika memasuki masa 15 hari, indukan jantan dapat dipisahkan dengan anakan ikan cupang tersebut.<\/p>\n<p>Pindahkan indukan ke dalam kolam semula, dan biarkan anakan ikan memasuki proses pembesaran.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tahap Pembesaran<\/span><\/h4>\n<p>Proses pembesaran anakan ikan cupang dilakukan dalam kolam beton atau media lainnya yang telah disediakan sebelumnya. Ukuran wadah pembesaran cupang sekitar 100 x 40 x 60 cm.<\/p>\n<p>Dalam proses pembesaran cupang ikan ini diberi pakan berupa cacing sutra dan jentik nyamuk yang sudah halus. beri pakan ikan dengan frekuensi 3-4 kali sehari.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Masa Soliter dan Pemanenan<\/span><\/h4>\n<p>Untuk menghindari kejadian saling serang antara ikan cupang, Anda bisa memindahkan ikan ke dalam botol 1 soliter ketika masa ikan 1,5 bulan<\/p>\n<p>Dan bisa langsung menjualnya ketika berusia 1,5 bulan (kelas baby), dan menjual ke pasaran ketika berusia 2-2,5 bulan.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai ternak ikan cupang dikolam beton. Selamat mencoba dan smeoga berhasil ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-mudah-budidaya-ikan-guppy-bagi-pemula\/\">Cara Mudah Budidaya Ikan Guppy Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-budidaya-ikan-cupang-di-kolam-beton<\/li>\n<li>https:\/\/duniaikan.com\/budidaya-ikan-cupang\/<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau tau cara ternak ikan cupang dengan mudah di kolam beton? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya! Ternak Ikan Cupang Saat ini, ada banyak&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":9794,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842,1],"tags":[1653,1388,364],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/beta-3424566_1920.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9790"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9790"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10659,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9790\/revisions\/10659"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}