{"id":9966,"date":"2023-01-12T01:15:05","date_gmt":"2023-01-11T18:15:05","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=9966"},"modified":"2023-01-12T10:50:49","modified_gmt":"2023-01-12T03:50:49","slug":"bungkil-kedelai-bisa-menjadi-pakan-ternak-begini-cara-membuatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bungkil-kedelai-bisa-menjadi-pakan-ternak-begini-cara-membuatnya\/","title":{"rendered":"Bungkil Kedelai Bisa Menjadi Pakan Ternak, Begini Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"<p>Sudah tahu cara membuat bungkil kedelai menjadi pakan ternak? yuk, jadiin artikel ini sebagai panduan kamu.<\/p>\n<p>Bungkil kedelai umumnya hanya sebuah limbah bekas pembuatan minyak kedelai. Tetapi, pada dasarnya bungkil ini dapat dijadikan pakan alternatif untuk hewan ternak yang mengandung vitamin dan gizi.<\/p>\n<p>Kandungan dalam bungkil ini diantaranya seperti serat kasar 6%, protein 42,7%, serta energi 2240 kkal per kg. Selain itu, bungkil kedelai memiliki kandungan vitamin seperti vitamin A, dan vitamin B1, serta kandungan mineral seperti zat besi dan kalsium.<\/p>\n<p>Pemberian pakan bungkil ini tidak boleh terlalu banyak, karena protein dalam bungkil ini sudah cukup tinggi.<\/p>\n<h2>Cara Membuat Bungkil Kedelai<\/h2>\n<p>Untuk membuat pakan ternak bungkil diperlukan beberapa langkah seperti berikut ini:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-menanam-pohon-turi-untuk-pakan-ternak\/\">5 Langkah Menanam Pohon Turi untuk Pakan Ternak<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pilih Biji Kedelai<\/span><\/h4>\n<p>Untuk mendapatkan bungkil kedelai yang baik pilihlah biji kedelai yang berkualitas, ciri-cirinya tidak cacat, ukurannya besar, serta warnanya seragam.<\/p>\n<p>Sehingga diperlukan ketelitian dalam memilih biji kedelai terbaik. Jangan sampai tercampur dengan benda asing dan biji kedelai yang cacat, pecah atau rusak.<\/p>\n<p>Biji kedelai sendiri memiliki lapisan yang terdiri dari kotiledon sekitar 90,3%, hipokotil sekitar 2,4%, serta lapisan kulit sekitar 7,3%.<\/p>\n<p>Biji kedelai yang cacat tidak bisa dijadikan bahan pakan ternak, karena akan mengurangi kualitas gizi dalam pakan tersebut. Setelah menemukan biji kedelai yang baik, rendamlah biji selama 8-16 jam di dalam air bersih.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9967\" aria-describedby=\"caption-attachment-9967\" style=\"width: 512px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-9967\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bungkil-kedelai.jpg\" alt=\"bungkil kedelai\" width=\"512\" height=\"307\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9967\" class=\"wp-caption-text\">www.kdlfeed.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Proses Perebusan Kedelai<\/span><\/h4>\n<p>Tahap perebusan kedelai dilakukan untuk melunakkan tekstur keras pada biji kedelai. Tujuannya agar kulit ari pada lapisan daging keledai bisa dikupas dengan cepat dan mudah.<\/p>\n<p>Suhu air rebusan biji kedelai hingga 600 derajat Celcius dengan waktu perebusan selama 5 jam. Rebusan biji kedelai dilakukan dengan suhu yang terjaga agar tetap konstan.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-budidaya-indigofera-untuk-dijadikan-pakan-ternak\/\">5 Tips Budidaya Indigofera untuk Dijadikan Pakan Ternak<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tahap Pengupasan kulit<\/span><\/h4>\n<p>Setelah merebus biji kedelai, tahap selanjutnya yaitu mengupas kulit ari pada biji kedelai. Pengupasan ini bisa dilakukan dengan mesin pengupas kedelai modern atau secara manual dengan tenaga sendiri.<\/p>\n<p>Namun lebih baik menggunakan mesin agar hasilnya maksimal. Selain itu, pengupasan secara manual akan mengeluarkan waktu serta tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan mesin.<\/p>\n<p>Cara bekerja mesin pengupasan kedelai yakni dengan sistem gesek. Dimana daging kedelai yang terlepas dari kulitnya akan dipisahkan dengan air yang mengalir.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9970\" aria-describedby=\"caption-attachment-9970\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9970\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bungkil-kedelaii.jpg\" alt=\"bungkil kedelaii\" width=\"600\" height=\"450\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9970\" class=\"wp-caption-text\">tokopedia.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tahap Pengeringan<\/span><\/h4>\n<p>Biasanya, orang Indonesia memanfaatkan sinar matahari dalam melakukan tahap pengeringan bungkil kedelai. Walaupun terlihat sederhana dan praktis, namun hal tersebut sangat ketergantungan terhadap cuaca yang akan datang.<\/p>\n<p>Sehingga ketika terjadi musim hujan maka proses pengeringan akan terganggu. Untuk menghilangkan mengatasi masalah tersebut, Anda bisa menggunakan oven atau mesin pengering.<\/p>\n<p>Sehingga, proses pengeringan bisa dilakukan kapan saja dengan besar suhu yang dapat diatur sesuai keinginan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tahap Penggilingan<\/span><\/h4>\n<p>Proses penggilingan merupakan tahap terakhir dalam pembuatan bungkil kedelai. Dimana proses ini kedelai menjadi sari pati atau minyak kedelai mentah dan akan diolah kembali.<\/p>\n<p>Sedangkan sisaan dari minyak kedelai tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan ternak. Karakteristik bungkil kedelai yaitu memiliki kandungan protein hingga 40-50 persen.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah beberapa cara mudah untuk membuat bungkil kedelai sebagai pakan hewan ternak yang baik. Anda bisa memanfaatkan bungkil tersebut sendiri, maupun dijual di pasaran. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/memanfaatkan-daun-kopi-pakan-ternak\/\">Memanfaatkan Daun Kopi Sebagai Pakan Ternak<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>http:\/\/www.pertanianku.com\/begini-cara-buat-bungkil-kedelai-untuk-pakan-ternak\/<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Sumber gambar utama<\/em>: ekonomi.bisnis.com<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah tahu cara membuat bungkil kedelai menjadi pakan ternak? yuk, jadiin artikel ini sebagai panduan kamu. Bungkil kedelai umumnya hanya sebuah limbah bekas pembuatan minyak kedelai. Tetapi, pada dasarnya bungkil&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":9968,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842],"tags":[1943,1942],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/biji-kedelai.jpeg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9966"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9966"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9972,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9966\/revisions\/9972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9968"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}