Indonesia merupakan negara yang hanya memiliki dua jenis musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hal tersebut menjadi suatu hal penting yang harus diperhatikan oleh peternak yang memelihara ternak seperti sapi, kambing, kerbau, dan lain-lainnya. Dikarenakan sulitnya mendapatkan rerumputan yang segar pada musim kemarau, terlebih jika musim kemarau yang panjang.

Sedangkan sebaliknya pada musim hujan berkepanjangan, maka akan terdapat melimpah hijauan dan pada saat itu ini merupakan kesempatan ini peternak untuk menyimpan cadangan pakan hijauan untuk musim kemarau. Namun, untuk menyimpan hijauan tersebut, maka harus mengeringkannya terlebih dahulu sebelum dapat disimpan Hal tersebut dianggap kurang efektif dilakukan karena nilai gizi ataupun protein dalam hijauan akan berkurang. Maka dengan permasalahan tersebut diperkenalkan salah satu teknologi dalam proses pengawetan hijauan ternak yaitu Silase.

Sumber: pexels.com

Cara melakukan Silase ialah dengan cara pakan hijauan untuk ternak yang telah di potong-potong menjadi bagian-bagian kecil, kemudian dikeringkan dengan kandungan air 60% sebelum disimpan dalam kondisi tertutup tanpa udara (anearob).

Pengeringan pakan hijauan perlu dilakukan untuk mengurangi kadar air hujan, sehingga pakan hijauan tidak mudah rusak. Pengeringan dilakukan menggunakan mesin pengering atau dapat di jemur dibawah terik matahari langsung. Ini merupakan pakan ternak yang baik dan sering dibuat oleh para petani.

Apa itu Silase ? Silase merupakan pakan hijauan ternak yang telah diawetkan terlebih dahulu dan disimpan dalam kantong plastic yang kedap udara (silo), dan sudah terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara (anaerob).

Proses ini melibatkan bakteri-bakteri atau mikroba yang membentuk asam susu, yaitu Lactis Acidi dan Streptococcus yang dapat hidup secara anaerob dengan derajat keasaman (ph 4).

Tujuan Membuat Silase Untuk Pakan Ternak

  1. Sebagai cadangan pakan ternak pada musim kemarau panjang.
  2. Untuk menyimpan dan menampung pakan hijauan yang berlebihan pada musim hujan.
  3. Memanfaatkan pakan hijauan dengan kondisi dan nutrisi baik.
  4. Memanfaatkan sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustry.

Cara Membuat Silase

Bahan:

  1. Tetes tebu (molasses) = 3%
  2. Dedak hulu = 5%
  3. Menir = 3.5 %
  4. Onggok = 3%
  5. Rumput Gajah atau hijauan sebagai bahan Silase
  6. Silo atau Kantong plastic

Cara membuat:

  1. Pertama ialah harus memotong-motong rumput hijau menjadi bagian kecil dengan ukuran 5-10 cm dengan menggunakan pisau ataupun mesin chopper.
  2. Campurkan bahan pakan hingga menjadi satu campuran.
  3. Bahan pakan ternak kemudian dimasukkan dalam silo sekaligus dipadatkan hingga tidak ada rongga udara.
  4. Bahan pakan ternak dimasukkan hingga permukaan silo.
  5. Kemudian pakan hijauan dimasukkan semua, diberikan lembaran plastic dan ditutup rapat, dan diberi pemberat.
  6. Setelah (3) minggu proses ensilase telah selesai dan silo dapat dibongkar, kemudian dapat diambil ensilasenya. Proses silase dapat bertahan 1-2 tahun.
Baca Juga: Cara Pemberian Pakan Pada Ternak Sapi

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber gambar: pexels.com


Referensi: https://www.pioneer.com/web/site/indonesia/Berita-Umum/cara-membuat-silase-untuk-pakan-ternak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.