Pentingnya Pembukuan Akuntansi untuk Petani

Sobat PTD, kali ini, Co-founder Pak Tani Digital mau ngajarin kita nih. Sebagai Petani Muda, kita juga mesti bisa menerapkan pembukuan akuntansi untuk usaha tani kita.

Jadi, akuntansi itu bukan cuma untuk pelaku usaha atau perusahaan donk. Petani juga mesti tahu konsep akuntansi sederhana, agar ladangnya juga seperti perusahaan yang dikelola dengan manajemen yang baik, mulai dari manajemen pertanian sampai manajemen usaha.

Kata Akuntansi pasti sudah sering dengar ya. Bahkan, sebagian orang, begitu mendengar kata akuntansi, langsung cemberut mukanya. Mungkin karena membayangkan bahwa akuntansi itu suatu pekerjaan yang rumit dan sulit.

Definisi Akuntansi adalah suatu proses mencatat, merangkum, menguraikan, dan menjelaskan transaksi atau kegiatan yang berhubungan dengan keuangan.

Di sini, tugas kita adalah mencatat keseluruhan kegiatan kita yang berhubungan dengan semua transaksi yang terjadi dalam usaha kita, yaitu transaksi uang masuk, uang keluar, penjualan, pembelian, penyesuaian, dan seterusnya. Dari catatan itu, kita dapat membuat laporan yang menggambarkan kinerja keuangan usaha kita.

Laporan Keuangan yang akan dihasilkan apabila sobat PTD sudah melakukan pencatatan keuangan dengan baik adalah laporan Posisi Keuangan (dulu disebut Neraca), Laporan Laba Rugi, Laporan Arus kas, dan Laporan Perubahan Modal.

Sekarang PTD akan ceritakan apa sih definisi Laporan-Laporan di atas.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Laporan ini membantu petani dan pelaku usaha tani untuk bisa melihat posisi Aset, Hutang dan Modal yang dimiliki.

Gambaran dari laporan ini adalah posisi timbangan yang pastinya selalu seimbang, dimana jumlah aset (harta) yang dimiliki oleh petani pastilah adalah gabungan total hutang dan modal yang dimiliki.

Dahulu, laporan ini disebut Neraca (balance sheet). Sobat PTD, sebagai petani digital, kita mesti paham ya laporan ini.

Dengan memahami laporan ini, jangan sampai kita kebingungan mana yang nama ya Aset kita, bagaimana pertumbuhan aset, penyusutan nilai aset, juga apa itu hutang, kenaikan dan penurunan hutang, juga modal yang hubungannya dengan laba atau rugi hasil pertanian.

Petani Perlu Mengetahui Konsep Sederhana Laporan Keuangan

Jadi, sudah wajib nih sobat PTD kita sebagai petani untuk memahami konsep sederhana akuntansi yaitu laporan keuangan.

AssetKewajiban
– Tanah
– Bangunan
– Rumah semai
– Peralatan pertanian
– Uang tunai di tangan
– Uang di bank
– Jumlah Ternak
– Pembibitan
– Pembayaran sewa lahan per periode (musim tanam, bulan, tahun)
– Bunga pinjaman dari bank
– Tagihan telepon untuk usaha
– Hutang untuk pembayaran upah tenaga kerja
– Uang yang dipinjam dari pemasok untuk menyediakan pupuk
  1. Asset

Harta, segala sesuatu yang dimiliki oleh petani (usaha tani) yang memiliki keuangan (uang), termasuk piutang. Contoh: tanah, bangunan, bibit, peralatan, kendaraan, peternakan, uang tunai, dan piutang.

  1. Kewajiban (Liability)

Jumlah hutang untuk keperluan petani (usaha tani) yang harus dibayar kepada pemberi pinjaman seperti upah tenaga kerja, pemasok benih, pemasok pupuk, dan transportasi. Contoh: Pak Tono meminjam uang dengan tujuan membeli barang-barang untuk kebutuhan menanam kopi atau membeli pupuk.

  1. Modal Pemilik

Sejumlah uang yang ditanamkan (investasi) yang dimiliki oleh pemilik untuk menjalankan pertanian (usaha tani). Contoh: Seorang petani mempunyai uang Rp 5.000.000, dengan uang ini, ia ingin memulai usaha tani cabe, tomat, dan sayuran di lahannya. Uang awal sebesar Rp 5.000.000 inilah yang disebut modal pemilik.

Baca Juga: Petani Digital Tak Lagi Tertinggal

Laporan Laba Rugi 

Laporan laba rugi, sederhananya adalah membantu petani dan pelaku usaha tani untuk melihat apakah pekerjaan ini menghasilkan Laba atau malah rugi. Nah, laporan ini penting agar petani:

  1. Tidak sampai salah mencatat pekerjaan mereka, karena banyak petani yang merasa mereka untung dalam bertani tetapi sesungguhnya mereka mengalami kerugian.
  2. Menjadi alat bantu untuk mengukur dan menganalisa perkembangan hasil tani.
  3. Menjadi patokan bagi petani untuk mengembangkan usahanya apabila ingin meningkatkan keuntungan yang didapat (evaluasi kinerja).

Di Laporan laba rugi, ada 2 poin yang mesti dikenal oleh Petani, yaitu Pendapatan dan Beban atau ada juga yang menyebutnya biaya.

Biaya

Semua uang kas keluar yang tujuannya untuk mendapatkan Pendapatan. Biaya ini identik dengan uang keluar dalam pengeluaran untuk mendukung jalannya usaha.

Biaya terdiri atas Biaya Tetap dan Biaya Tidak Tetap.

BIAYA TETAP

Biaya Tetap adalah biaya yang nilainya tetap dan biasanya nilainya besar (biaya jangka panjang), tidak tergantung dari unit produksi yang dihasilkan atau masa panen. Contoh: sewa lahan, bangunan, alat mesin pertanian, dan penyusutan aktiva.

BIAYA TIDAK TETAP (Biaya Variabel)

Biaya tidak tetap adalah biaya jangka pendek yang jumlahnya secara langsung tergantung pada jumlah produksi yang dihasilkan atau biaya setiap periode produksi.

Biaya tidak tetap dapat dialokasikan atau dihitung per unit hasil tanaman atau ternak (misalnya per ton tanaman, per ekor ternak). Contoh: bibit, pupuk, bahan pengendali hama dan penyakit, upah tenaga kerja, transportasi, bahan bakar mesin pertanian, dan lain-lain.

Daftar Biaya Tetap dan Biaya Tidak Tetap (Variabel)

Biaya TetapBiaya Variabel
– Sewa Lahan Pertanian
– SewaBangunan
– Sewa Mesin
– Bibit
– Pupuk
– Bahan pengendali hama
– Tenaga kerja upahan & keluarga
– Transportasi
– Bahan bakar untuk mesin
Biaya-Biaya-dalam-Pertanian

Pendapatan

Pendapatan (Penerimaan) adalah uang yang didapatkan dari penjualan hasil pertanian (panen).

Pendapatan  =  Jumlah produk  X  Harga per-unit

Contoh: Jumlah total panen Tomat Ibu Lasmaria adalah 15.000 kg dan harga jualnya adalah  Rp 6.000 per-kg. Jadi, pendapatan Ibu Lasmaria adalah 15.000 kg X Rp 6 .000 per-kg = Rp 90.000.000.

Perhitungan Pendapatan dari Tiga Tanaman

UraianCabe perMusim TanamBrokoli perMusim TanamKakao pertahun
Lahan (Ha)1 (Ha)1 (Ha)1 (Ha)
Hasil Produksi20.000 kg15.000 kg1.000 kg
Harga Jual per-kgRp 5.500Rp 3.000Rp 10.000
Pendapatan Rp 110.000.000Rp 45.000.000Rp 10.000.000

Sobat PTD, demikian ya ringkasan sederhana untuk membantu para petani lebih mudah memahami bagaimana pentingnya memiliki laporan keuangan sederhana atau akuntansi untuk membantu petani lebih cerdas dalam menjalankan usaha pertanian.

Jadi, stigma petani kita itu bukan petani gaptek ya, justru kita petani pengusaha yang bukan hanya bisa bertani, tetapi bisa mengelola manajemen keuangan pertanian.

Untuk selanjutnya, PTD akan mengeluarkan Kalculator Tani yang akan membantu para petani untuk  menghitung, mencatat, dan menganalisa hasil pertaniannya. Ditunggu ya Sobat PTD.

Baca Juga: Mengapa Harus Pak Tani Digital?

Penulis: Yosephine Sembiring

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.