Teknik Pasca Panen Padi Yang Baik

Tanaman padi merupakan salah satu komoditas pertanian yang besar, penting, sekaligus strategis. Pasalnya, padi merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, banyak petani Indonesia yang membudidayakan dan panen padi.

Setelah memasuki masa pemanenan, diperlukan teknik pasca panen padi yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas. Penangan pasca panen juga dapat meningkatkan mutu beras maupun gabah.

 

gambar-padi

 

Teknik Pasca Panen Padi

Pasca panen tanaman padi mulai dilakukan ketika padi memasuki masa panen hingga menghasilkan produk yang dapat dipasarkan. Adapun kegiatan pasca panen meliputi tahapan pemanenan, pengumpulan, perontokan dan lainnya. Berikut penjelasannya:

1. Pemanenan

Masa pemanenan padi harus dilakukan dengan tepat, karena hal tersebut mempengaruhi hasil mutu gabah atau beras. untuk menentukan masa panen padi Anda, bisa menggunakan pengamatan visual dan pengamatan teoritis.

Pengamatan visual dilakukan berdasarkan penampakan padi di hamparan sawah, masa panen dilakukan ketika butir padi berwarna kuning keemasan sebesar 90-95%. Dimana kondisi tersebut akan menghasilkan beras dan gilingan yang baik.

Sedangkan pengamatan teoritis dapat dilihat berdasarkan varietas padi serta pengukuran kadar air menggunakan moisture tester. Dilihat dari varietas, usia panen padi sekitar 30-35 hari sesudah tumbuh bunga merata. Dilihat dari pengukuran kadar air ketika musim kemarau sekitar 22-23% dan ketika hujan sekitar 24-26%.

Untuk memanen padi diperlukan alat atau mesin yang sesuai dengan persyaratan teknis ekonomi serta kesehatan.  Adapun sistem panen yang dilakukan yaitu secara berkelompok atau beregu dengan jumlah pemanen sekitar 7-10 orang dan satu unit pedal tester.

Baca juga : Lahan Padinya Subur, Bagaimana Dengan Bulirnya?

2.Penumpukan serta Pengumpulan

Tahapan penumpukan serta pengumpulan harus dilakukan secara tepat agar tidak menghilangkan kualitas padi yang tinggi. Untuk mengurangi resiko kehilangan hasil sekitar 0,94 – 2,36%  Anda bisa menggunakan alas atau wadah ketika melakukan penumpukan serta pengumpulan padi.

3. Perontokan

Tahap perontokan yang dilakukan dengan tidak tepat dapat mengakibatkan kehilangan hasil hingga lebih dari 5%. Cara alami merontokkan padi yaitu dengan digebot atau diinjak serta dipukul. Namun saat ini para petani telah menggunakan mesin perontok untuk memudahkan tahap perontokan padi

Baca juga : Panen Lebih Banyak! Ini Dia Cara Budidaya Padi Organik

4. Pengeringan

Tahap pengeringan dilakukan dengan tujuan menurunkan kadar air pada gabah hingga nilai tertentu, dan siap untuk digiling atau diolah dan aman disimpan dalam durasi yang cukup lama. Pengeringan yang tidak tepat dapat mengakibatkan kehilangan hasil sebanyak 13%. Untuk melakukan tahapan pengeringan, Anda bisa memanfaatkan sinar matahari atau menggunakan alat pengering buatan.

panen-padilisa.id

5. Penggilingan

Penggilingan merupakan tahapan untuk memisahkan beras dari kulit padi. Cara penggilingan secara tradisional yaitu menggunakan alu dan lesung.

Namun cara tradisional memiliki kekurangan seperti pekerjaan lambat, alat yang sulit ditemukan, serta membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Oleh sebab itu, Anda bisa melakukan penggilingan menggunakan alat modern seperti hulle.

6. Penyimpanan

Penyimpanan adalah tahapan dalam mempertahankan keadaan beras atau gabah agar tetap baik dalam waktu yang lama. Penyimpanan harus dilakukan dengan tepat agar tidak mengakibatkan kualitas gabah atau beras menurun, jamur tumbuh, serangan serangga,  menimbulkan kutu beras, dan lainnya.

Anda bisa menyimpan gabah maupun beras menggunakan sistem curah serta sistem kemasan menggunakan wadah seperti karung goni, karung plastik, dan lain sebagainya.

 

Itulah beberapa tahapan mengenai pasca panen padi yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

 

Baca juga : 4 Klasifikasi Benih Padi yang Disarankan oleh BPSB

REFERENSI:

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/59103/PANEN-DAN-PASCA-PANEN-PADI-SAWAH/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.