Tidak Punya Lahan Luas, Tapi Ingin Menanam Cabai Rawit? Hidroponik adalah Solusinya!

Menanam dengan teknik hidroponik tengah marak dilakukan oleh para petani sekarang ini. Sebenarnya, teknik menanam dengan cara ini sudah menjadi primadona bagi para pecinta tanaman. Dikarenakan dengan menanam secara hidroponik, masa panen cenderung lebih cepat dan yang paling penting adalah irit lahan.

Cabai rawit( Capsium Frutescens L. ) adalah salah satu tanaman holtikultura dari jenis sayuran yang sangat banyak dibutuhkan bahkan menjadi salah satu kebutuhan pokok dapur yang wajib dipenuhi.

Kelebihan dari sistem hidroponik salah satunya adalah dapat dibudidayakan di kondisi lingkungan yang terkontrol. Pada system hidroponik, faktor lingkungan seperti ketersediaan udara, suhu, dan kelembaban dapat diatur, selain itu juga jumlah dari hama lebih sedikit,

Untuk itu, pada artikel kali ini paktanidigital.com akan membagikan informasi tentang bagaimana cara menanam cabe hidroponik bagi pemula. Sehingga, bagi Anda yang belum memiliki pengalaman dalam hal tanam-menanam sekalipun dapat langsung dipraktikkan dengan mudah di rumah.

Dilansir dari laman Cybex Kementrian Pertanian RI, berikut adalah cara menanam cabai rawit secara hidroponikyang dapat anda lakukan di halaman rumah.

  1. Pemilihan bibit cabai

Terdapat dua jenis cabai ayang bisa Anda pilih, yaitu hibrida dan cabai lokal. Cabai lokal merupakan jenis cabai yang sangat mudah dibudidayakan di Indonesia karena lebih mudah tumbuh dan beradaptasi dengan iklim serta jenis tanah. Akan tetapi, untuk hasil cabai yang berkualitas tentu juga harus memilih bibit yang unggul juga, namum bibit dari cabai jenis hibrida lebih diunggulkan dalam hasil debandingkan dengan lokal.

  1. Proses penyemaian bibit cabai

Tahap penyemaian bibit cabai hidroponik adalah pertama, pilihlah tempat yang akan digunakan dalam penyemaian, berupa polybag dengan ukuran kecil, baki, serta petakan tanah.

Kemudian, siapkan media semaiyaitu campuran tanah humus, arang sekam dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1:1 secara merata. Setelah itu, isi ke dalam tempat semai yang Anda pilih, dan jangan terlalu penuh.

Taburkan bibit ke dalam tempat semai yang sudah diisikan dengan media semai. Berikan ruang yang lebar didalam tempat semai agar calon tanaman cabai memperoleh ruang untuk tumbuh maksimal.

lakukan setiap hari pada pagi dan sore. Tunggu hingga bibit tumbuh tuna sekitar umur 25 sampai 30 hari bibit siap dipindahkan.

  1. manfaat media tanam hidroponik

Media tanam yang bisa digunakan adalah cocopeat dan campuran arang sekam. Adapun tempat budidaya hidroponik yaitu potongan pipa dan botol minuman.

  1. Cara menanam cabai hidroponik

Setelah selesai semua, Anda juga harus membuat sumbu yang akan berguna untuk penyerapan nutrisi udara. Sumbu sebaiknya berasal dari kain flanel karena penyerapannya tinggi.

Bibit siap ditanam ketika sudah berumur 25 samapi 30 hari. Dalam proses pemindahan bibit cabai harus dilakukan dengan hati – hati agar calon tanaman cabai tidak menimbulkan bahaya sehingga menimbulkan risiko kematian. lakukan epncabutan bibit cabai dengan hati-hati. Anda bisa menyiram dulu tempat semai agar tanah menjadi basah sehingga lebih mudah mencabut dan akar tanaman cabe tidak rusak.

Selain cara diatas, Anda juga memindahkan bibit cabai bersama dengan media semai. Akan tetapi, media semai tetap harus dihilangkan dengan cara merendam tanah dengan air agar proses pemisahan dengan media semai akan lebih efektif.

Setelah bibit dan media semai secara terpisah, Anda melakukan penanaman ke dalam pot yang sudah disiapkan sebelumnya dan siram dengan air bersih secukupnya. pilihan tanaman cabai di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, tujuan aagar tanaman cabai lebih mudah beradaptasu dengan lingkungan yang terkena sinar matahari. Proses ini dapat dilakukan selama 5 smapai 7 hari. Setelah itu, tanaman cabai boleh diletakkan pada area yang terkena sinar matahari langsung.

  1. Nutrisi untuk tanaman cabai Hidroponik

Tanaman cabai yang dibudidayakan secara hidroponik membutuhkan nutrisi tambahan agar kebutuhan unsur hara pada tanaman cabai dapat terpenuhi. Teknik hidroponik memiliki keterbatasan dengan media tanam dan tidak hara. Karena itu, memberikan nutrisi tambahan yang sangat diperlukan untuk menjaga dan mendukung pertumbuhan cabai secara maksimal. Pemberian tambahan nutrisi bertujuan untuk memnuhi kebutuhan akan unsur hara yang tidak diperoleh. Namun, jika pemberian nutrisi dilakukan pada tanaman yang baru saja dipindahkan akan membahayakan cabai, karena tanaman terkejut dengan kandungan nutrisi secara tiba-tiba. Pemberian tambahan nutrisi pada tanaman cabai hidroponik sebaiknya dalam dosis yang tepat. Pada pemberian nutrisi sebaiknya jumlah 600 hingga 700 ppm atau sekitar 5 ml nutrisi A dan 5 ml B serta dicampur dengan air 1 liter.

Namun, setelah tanaman cabai hidroponik sudah berdaptasi dengan memberikan tambahan nutrisi ini Anda bisa menambah dosisnya setiap 10 hari sekali.

  1. Pemeliaharan tanaman cabai hidroponik

Proses pemeliharaan cabe juga sangat penting dilakukan agar kebutuhan akan unsur hara dan serangan penyakit serta hama dapat ditanggulangi dengan benar sehingga budidaya yang Anda lakukan akan berhasil. Berikut ini beberapa cara pemeliharaan tanaman cabai hidroponik, yaitu sebagai berikut. Mengontrol nutrisi Pemberian nutrisi dalam teknik hidroponik sangat penting dilakukan. Oleh karena itu Anda harus sering melakukan kontrol nutrisi sehingga tanaman cabai memperoleh unsur hara yang cukup. Selain pemberian nutrisi, kelembapan tanah juga penting. Maka dari itu, nutrisi dan kelembapan tanah harus rutin dicek agar cabai yang Anda tanam dapat tumbuh dan berbuah optimal. Lihat Foto Ilustrasi tanaman cabai, menanam cabai.

Pencegahan dan penanggulangan penyakit Budidaya cabai hidroponik juga bisa diserang penyakit. Beberapa penyakit yang sering menyerang cabai hidroponik adalah kutu daun, tungau, ulat, bercak daun, busuk buah, dan lainnya. penyemprotan pestisida secara organik maupun kimia secara serentak. Jangan terlalu sering melakukan penyemprotan penyakit pada cabai hidroponik karena dapat merusak tanaman. Penuhi kebutuhan unsur hara tanaman Pemberian nutrisi tambahan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan unsur hara cabai hidroponik. Anda juga harus melakukan penyemprotan pupuk cair dari pupuk kandang maupun pupuk kimia, sehingga proses pertumbuhan dan permbuahan cabai dapat dilakukan secara maksimal.

  1. Panen cabai hidroponik

Cabai dapat dipanen setelah berumur 80 sampai 90 hari. Namun, untuk lebih efektifnya Anda bisa melakukan panen setelah cabai berwarna merah dan sedikit garis hijau. lakukan panen pada pagi dan sore. Jika panen dilakukan pada siang hari, maka buah cabai yang dihasilkan akan rusak atau bobot turun. Oleh karena itu, usahakan untuk memetik cabai pada pagi atau sore agar bobot yang dihasilkan maksimal.

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di   .

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di   .

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.