Mentri Ajak Nelayan Perbesar Kapal dan Manfaatkan ZEE

Mau tau infomasi mengenai ZEE di Indonesia?Berikut Pak tani Digital akan memberikan informasinya !

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Apa itu ZEE ?

Zona Ekonomi Eksklusif
batasnegri.com

Wilayah laut sangat penting bagi Indonesia. Perairan atau kawasan laut merupakan bagian terbesar dari Indonesia dibandingkan daratan.

ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) ini merupakan batas wilayah yakni sepanjang 200 mil yang diukur dari pangkal wilayah laut Indonesia, ZEE ini diukur ketika air sedang surut.

Baca juga: Satgas Melakukan Sidak di Pasar Tradisional

Pada Zona Ekonomi Eksklusif ini pemerintah Indonesia memiliki hak untuk mengatur segala kegiatan eksplorasi dan juga eksploitasi sumber daya alam di permukaan laut, di dasar laut dan juga di bawah laut, serta mengadakan penelitian sumber dara hayati maupun sumber daya laut yang lainnya.

Salah satu yang paling diperhatikan mengenai ZEE ini adalah mengenai batasnya dan juga lebar zona ini. Dikemukakan bahwa lebar Zona Ekonomi Eksklusif mempunyai lebar 200 mil atau setara dengan 370,4 km.

Angka yang telah ditetapkan ini tidak menimbulkan kesukaran dan sekaligus dapat diterima oleh negara- negara berkembang maupun negara maju semenjak dikemukakannya gagasan zona ekonomi ini.

Fungsi atau manfaat Zona Ekonomi Eksklusif ini tentu saja untuk mempertegas batas negara- negara di wilayah perairan sehingga kekayaan negara yang ada di dalam wilayah tersebut tidak bisa dieksploitasi oleh pihak- pihak lain.

ZEE dan TCC

Zona Ekonomi Eksklusif
medanheadlinenews.com

Anjuran Kepada Nelayan Indonesia

Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Indonesia belum dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan.

Lantaran minimnya jumlah kapal berkapasitas besar. Maka itu, pemerintah mendorong kelompok nelayan untuk mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) untuk memperbesar kapal.

KUR tersedia mencapai Rp 190 triliun, dengan bunga 6%. Nelayan penangkap tuna yang mau membeli kapal besar dengan harga Rp 5 miliar bisa berkumpul membentuk kelompok sebanyak 100 orang dengan jumlah kredit per orang Rp 50 juta dikali 100 orang bisa mengakses bantuan ini.

Untuk mendorong bisnis perikanan laut, pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk pembangunan industri hasil perikanan laut dan tempat penyimpanan hasil tangkapan (cold storage). Tujuannya, agar nelayan agar dapat meningkatkan nilai ekonomi dari tangkapan laut.

Baca juga: Penyuluh Pertanian Sambut Kostratani di Tanah Kalimantan Barat

TCC (Tuna, Tongkol, dan Cakalang) di Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi Tuna, Tongkol, dan Cakalang (TTC) Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.

Volume produksi TTC Indonesia pada 2017 mencapai 1,3 juta ton. Angka tersebut meningkat 5,25% dari 2016 yang sebesar 1,2 juta ton. Adapun kontribusi produksi TTC Indonesia sebesar 20,06% dari total produksi global.

Selain itu, volume produksi TTC Indonesia memiliki selisih yang cukup jauh dibandingkan dengan Vietnam yang menduduki posisi kedua. Volume produksi TTC Vietnam sebesar 483,4 ribu ton, lebih sedikit 856,7 ribu ton dari Indonesia.

Negara selanjutnya yang memiliki volume produksi TTC terbesar yaitu Ekuador 383,3 ribu ton, Filipina 376,3 ribu ton, dan Jepang 330,6 ribu ton.

Papua Nugini berada di peringkat keenam dengan volume produksi TTC sebesar 303,8 ribu ton. Korea Selatan dan Spanyol menyusul dengan volume produksi TTC masing-masing sebesar 293 ribu dan 274,6 ribu ton. Adapun total produksi TTC dunia mencapai 6,7 juta ton.


Itulah informasi mengenai Zona Ekonomi Eksklusif. Semoga informasinya bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Kehidupan Petani Kopi yang Masih Terjerat Para Tengkulak

Sumber: katadata.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.