Mendukung Para Petani Mempertahankan Ketahanan Pangan

Saat ini kasus corona di Indonesia belum menunjukkan penurunan angka korban terserang covid. Pada 4 agustus data covid-19 di Indonesia diperoleh data pasien yang positif adalah 113,134. Dari data tersebut, korban meninggal tercatat sebanyak 5,302 orang dan pasien sembuh adalah 70,237. Angka ini semakin hari semakin meningkat menyebabkan kurva untuk tren nasional terus meningkat. Data ini diperoleh dari kompas.com. Jika angka pasien semakin hari semakin meningkat lalu bagaimana kita dapat menjaga ketahanan pangan? Mampukah kita tetap bertahan dengan keadaan seperti ini?

 

Sumber: data:image/jpeg;

Dampak Covid19 Terhadap Petani

Corona a.k.a covid19 ini memang sangat berdampak terhadap kelangsungan bisnis terutama dalam bidang pertanian dan perkebunan. Sementara catatan sektor pangan merupakan zona ekonomi yang paling kuat. Pertumbuhan ekonomi untuk pertanian tercatat sekitar 0,9 % mengalami kenaikan. Namun, pada faktanya dapat dilihat bahwa petani adalah golongan yang paling rendah angka terkena corona. Di kota angka terkena corona jauh lebih besar dibandingkan di desa. Itu artinya masyarakat yang berada di pedesaan sedikit lebih aman. Lagipun, pada saat bertani , petani melakukan pekerjaan jauh dari kerumunan.

Masalahnya, untuk saat ini, hasil tani yang dijual para petani sering sekali tidak sesuai dengan harga sebenarnya. Tengkulak sering sekali menjadikan covid19 menjadi alasan untuk membeli hasil tani dengan harga murah namun menjual dengan harga yang tinggi. Padahal seharusnya kita harus tetap mempertahankan dan mendukung petani. Ini dikarenakan ketahan konsumsi pangan kita berada di tangan para petani. Jangan sampai karena keegoisan para tengkulak menurunkan semangat para petani dalam menanam padi, sayur-mayur atau bahkan buah-buahan. Petani saat ini sangat berpengaruh dalam menjaga ketahanan pangan di bangsa ini.

Upaya yang dilakukan untuk Petani

Untuk distribusi hasil pertanian, harusnya dilakukan koordinasi dengan DISHUB dan Dinas Perindustrian dan perdagangan untuk meningkatkan dan mempertahankan hasil pertanian agar tetap dapat terjual tanpa harus menitikbertakan terhadap petani. Selain ini, pemerintah juga sebaiknya melakukan pemetaan terhadap stok pangan yang tersedia. Ini dimaksud untuk mencegah adanya kekurangan atau situasi darurat lainnya. Setiap daerah di Indonesia harus mampu berkomitmen memberikan kontribusi bagi seluruh masyarakat. Apapun pekerjaannya harus saling menyemangati, membantu dan saling membutuhkan agar gerakan percepatan tanam tetap menjadi prioritas bersama.

Untuk saat ini, kita dapat belajar dari provinsi Jawa Timur yang saat ini sudah menjadi salah satu wilayah dengan status lumbung pangan nasional. Jika seluruh wilayah dapat meniru Jawa Timur atau bahkan lebih baik, maka kita dapat menjaga ketahanan pangan untuk kebutuhan bersama.

Sangat baik adanya jika semua saling bekerja sama untuk tetap bertahan hidup di masa pandemi ini. Kita tetap menghargai petani dengan sepantasnya. Karena dimasa krisis seperti ini, dimana kita beraktivitas sangat terbatas, kita sangat bergantung pada petani yang menghasilkan pangan untuk Indonesia.

 

Baca Juga: 8 Cara Menjaga Kesehatan Bagi Petani di Tengah Wabah Covid19

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di 

 


Referensi :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4301445/pertanian-menjadi-sektor-paling-aman-dari-dampak-pandemi-corona

https://www.merdeka.com/uang/pangan-dan-pertanian-jadi-sektor-paling-kuat-saat-pandemi-virus-corona.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.