5 Alasan Memulai Bisnis Burung Puyuh Bagi Pemula

Puyuh merupakan salah satu bagian dari jenis unggas yang layak diperhatikan potensinya sebagai ladang usaha yang cukup menjanjikan di masa mendatang. Perkembangannya pun masih kalah dengan bisnis lainnya seperti ayam petelur, ayam kampung, dan telur itik. Sementara itu, beberapa olahan kuliner khas daerah dan olahan lainnya yang membutuhkan telur burung puyuh membuat permintaan akan hasil ternak ini meningkat drastis.

Berikut ini akan dijabarkan alasan-alasan mengapa Anda harus mulai berbisnis burung puyuh serta keuntungan yang bisa diperoleh.

Modal

Hampir semua orang, ketika ditanya untuk memulai sebuah bisnis, akan mengeluh tentang jumlah modal yang harusnya ia gelontorkan. Bagi Anda yang masih berada di posisi ini, maka tidak salah jika saat ini sudah harus mempertimbangkan bisnis yang satu ini. Benar sekali, akhir-akhir ini, bisnis burung puyuh hadir di kancah perekonomian yang menghiasi dunia perunggasan dan cukup menjadi primadona bersama dengan jenis bisnis ternak lainnya.

Adapun dalam memulai bisnis ini, Anda tidak perlu mengeluarkan modal yang cukup besar karena burung puyuh termasuk jenis unggas yang tidak terlalu ribet untuk dipelihara, bentuk perawakan yang kecil, dan masa reproduksi yang cepat. Hal itu membuat bisnis ini layak untuk Anda pertimbangkan. Modal awal yang mungkin harus Anda siapkan sebelum memulai bisnis ini ialah bibit burung puyuh, kandang, dan peralatan peternakan yang terdiri atas tempat ransum, tempat air minum, egg tray, mesin tetas, thermometer, dan hygrometer.

Baca juga: Ini Dia Modal dan Keuntungan dari Beternak Ayam Broiler

Lahan

Anak Burung Puyuh

Hal kedua yang biasanya digumuli oleh peternak pemula ialah lahan yang luas untuk bisa ditempati oleh ternak yang dipeliharanya. Tetapi, Anda tidak perlu khawatir mengenai luas lahan yang diperlukan. Burung puyuh yang notabenenya ternak unggas dengan perawakan yang kecil dan tubuh yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan ternak unggas lainnya, tidak memerlukan lahan yang luas untuk pemeliharaannya.

Adapun dalam pemeliharaannya, masih mengadopsi pembagian kandang berdasarkan periode starter, grower dan layer tetapi dengan ukuran kandang yang lebih sederhana. Kandang periode starter berukuran 100 cm x 80 cm x 40 cm untuk 200 ekor, kandang periode grower berukuran 200 cm x 80 cm x 40 cm mampu menampung 100 ekor, sedangkan kandang periode layer berukuran 100 cm x 60 cm x 40 cm dapat memenuhi 30-40 ekor.

Biaya Pemeliharaan

Setelah modal dan lahan yang cukup mengerutkan dahi, biaya pemeliharaan kadang menjadi pertimbangan lainnya yang harus diperhatikan oleh peternak pemula dan ini kadang cukup dirasakan oleh peternak ketika telah menjalankan usaha peternakannya. Tak jarang, banyak peternak yang harus gulung tikar karena tidak sanggup dalam urusan manajemen biaya pemeliharaan dan pendapatan yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan selama proses pemeliharaan.

Adapun biaya pemeliharaan yang cukup penting untuk diperhatikan dalam usaha ternak burung puyuh ialah jumlah ransum dan air yang cukup. Pada penelitian Sudjana (2018), burung puyuh petelur betina mampu mengonsumsi 619,640 gram selama 7 minggu, dengan rataan 12,65 gram per ekor per hari. Sementara, total konsumsi puyuh jantan sedikit lebih rendah daripada betina yaitu sebanyak 544,038 gram dengan rataan 11,10 gram per ekor per hari.

Baca juga: Cara Membuat Alat Penetas Telur Ayam yang Sederhana

Biaya pemeliharaan lainnya ialah manajemen kesehatan ternak yang wajib diperhitungkan. Hindari burung puyuh dari keadaan stres serta selalu perhatikan sanitasi kandang, sering-sering melakukan desinfeksi, sanitasi peralatan, serta pemberian vitamin dan mineral untuk tetap meningkatkan daya tahan tubuh ternak unggas. Adapun bila daerah pemeliharaan endemik penyakit unggas Anda harus melakukan vaksinasi, untuk programnya Anda harus melakukan konsultasi dengan dokter hewan terdekat.

Telur Burung Puyuh

Waktu Pemeliharaan

Dalam bisnis, hal lain yang perlu diperhatikan ialah perputaran bisnis yang cepat sehingga dunia perunggasan menjadi lahan yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Waktu pemeliharaan usaha burung puyuh tergolong cepat dimana burung puyuh betina dewasa mulai bertelur pada umur 38-42 hari sedangkan puncak produksi terjadi pada umur 3-7 bulan. Dengan begitu, dalam waktu 1-2 tahun, modal Anda mungkin bisa kembali serta manajemen dan usaha Anda berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, usaha ini masih sangatlah mungkin untuk dikembangkan khususnya bagi Anda yang masih kebingungan untuk memilih jenis usaha.

Kompetitor

Hal terakhir yang cukup penting untuk tidak dikesampingkan ialah kompetitor. Walaupun usaha kadang berjalan lancar, namun hadirnya banyak pesaing membuat permintaan akan telur burung puyuh menurun. Tetapi, tenang saja, usaha yang satu ini berbeda dengan jenis usaha ayam kampung, ayam petelur, dan telur itik.

Usaha burung puyuh masih kurang di Indonesia. Coba amati sekitar Anda, sudah berapa banyak yang telah menggeluti usaha ini. Bila pun ada, umumnya berada di perkotaan dan masih sekedar usaha sederhana yang dikembangkan oleh peternak. Bila kamu menggelutinya dengan serius, maka bukan tidak mungkin kamu bisa meraup uang yang melimpah.


Itulah 5 alasan untuk memulai bisnis burung puyuh bagi Anda yang masih pemula. Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk beternak burung puyuh?

Baca juga: 4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung

Penulis : Suryadi Pappa

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.