bantuan pandemi

Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah akan memberikan bantuan terhadap petani miskin. Beberapa bantuan berupa uang tunai senilai Rp 600.000,- dan peralatan serta kebutuhan produksi pertanian. Petani yang termasuk ke golongan ini dan akan mendapatkan insentif berjumlah 2,4 juta orang.


(sumber : pexels.com)

Baca Juga: Lewat Bantuan Milenial Melawan Virus Corona

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto menyatakan bahwa pemberian insentif ini dilakukan agar petani dapat melakukan kegiatan penananam di periode selanjutnya. Bantuan Rp 600.000,- tersebut terbagi atas Rp 300.000,- berupa uang tunai dan peralatan serta kebutuhan produksi pertanian senilai Rp 300.000,-


(sumber : suarasurabaya.net)

Presiden Joko Widodo mengarahkan untuk memonitor kebutuhan pangan baik yang tersedia di Bulog maupun yang ada di masyarakat, serta di penggilingan-penggilingan dan di daerah-daerah. Pemerintah juga telah menyebarkan 450 ribu ton bantuan beras ke daerah.
Presiden Joko Widodo juga meminta BUMN, pemda, dan Kementrian Pertanian untuk membuka lahan persawahan baru dengan target 900 ribu ha lahan gambut di Kalteng untuk mengantisipasi produksi selanjutnya.

Saat ini sudah siap 300 ribu ha, dengan 200 ha-nya dikuasai oleh BUMN. Perencanaan ini dibuat agar bisa ditanami padi meskipun kemungkinan hasilnya lebih rendah dibandingkan dengan yang lain. Meskipun BMKG menyampaikan bahwa tidak ada cuaca kering ekstrim yang akan melanda, namun kita harus mengantisipasi kekeringan yang mungkin melanda.

Baca Juga: Donasi Jaga Pangan Indonesia, YBBB x Pak Tani Digital Salurkan 200 Paket Bantuan Tahap I

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.