Cara Panen dan Pasca Panen Tanaman Jahe

Jahe merupakan jenis tanaman herbal yang memiliki segudang manfaat. Banyak petani yang membudidayakan tanaman jahe sebagai peluang usaha menguntungkan. Karena, kebutuhan pasar akan jahe pun terus meningkat.

Untuk mendapatkan hasil yang baik dan berkualitas, diperlukan proses panen serta pasca panen jahe yang benar. Ada beberapa tahapan serta hal yang perlu Anda perhatikan dalam memanen beserta pasca panen nya.

Baca juga: Panduan Mudah Tanam Jahe di dalam Pot

Panen dan Pasca Panen Jahe

1. Pemanenan

Pemanenan jahe dilakukan dengan tepat atau ketika tanaman sudah siap panen, biasanya setelah tanaman berusia 8-12 bulan. Pemanenan jahe juga dilakukan sesuai dengan tujuan hasil jahe.

Apabila hasil jahe untuk dikonsumsi, Anda bisa memanennya ketika usia 8 bulan. Sementara bila hasil jahe digunakan sebagai bibit, Anda dapat memanennya ketika berusia 10 bulan lebih. Dan untuk dijadikan olahan seperti asinan jahe, anda bisa memanennya ketika usia 3-4 bulan.

gambar jahe

Sumber: http://panenjahe.com/mengenal-cara-panen-jahe-yang-benar/

Tingkat kematangan panen jahe yang sesuai menghasilkan jahe yang berkualitas dan bermutu baik. Lakukan pemanenan pada waktu pagi hari, serta kumpulkan hasilnya di tempat yang teduh.

Pemanenan dilakukan dengan teknik membongkar tanaman menggunakan pupuk maupun cangkul, sehingga hasil panen rimpang tidak terpotong dan tidak lecet. Lakukan dengan hati-hati agar tidak mengurangi kualitas jahe. Jangan lupa untuk membersihkan rimpang dari kotoran atau tanah.

2. Pengumpulan

Kondisi serta lokasi untuk mengumpulkan hasil perlu diperhatikan, supaya jahe tidak terkena kerusakan fisik. Adapun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebagai berikut,

  • Lakukan penampungan atau pengumpulan jahe di lokasi yang dekat dengan penanaman, supaya tidak menurunkan kualitas serta penyusutan ketika mengangkut hasil dari tempat satu ke tempat lainnya.
  • Gunakan wadah seperti karung goni, peti, dan keranjang untuk menampung jahe dan mengangkut hasil ke gudang penyimpanan. Hindari terkena sinar matahari langsung.
  • Tindakan pengumpulan disesuaikan dengan karakteristik serta sifat jahe.

3. Pencucian

pencucian jahe ditujukan untuk menghilangkan residu pestisida serta kotoran lainnya seperti tanah, debu dan serpihan dedaunan. Jangan menggosok jahe ketika dicuci supaya tidak lecet.

Gunakan air bersih untuk mencuci jahe, hindari kontaminasi produk dari bahan pencemar serta organisme. Turunkan panas lapang, serta lakukan pengeringan dengan alat penirisan ke arah jahe yang sudah dicuci.

4. Grading

Tahapan grading dilakukan guna memisahkan hasil jahe sesuai dengan ukuran, berat, serta mutunya. Pemisahan ini dilakukan dengan cara manual, visual di kebun maupun tempat pengemasan.

Adapun standar kualitas rimpang jahe yaitu,

  1. Mutu I berbobot 250 gram per rimpang, tidak memiliki kandungan benda asing serta kapang, dan kulit jahe tidak mengelupas.
  2. Mutu II berbobot 150-249 gram per rimpang, tidak memiliki kandungan benda asing serta kapang, dan kulit jahe tidak mengelupas.
  3. Mutu III berbobot berdasarkan analisis, memiliki kandungan benda asing maksimal 3% serta kapan maksimal 10% dengan kulit yang mengelupas maksimal 10%.

5. Pasca panen

Hasil pasca panen jahe segar bisa Anda jual dengan mengemasinya di peti kayu yang berongga. Lakukan penirisan rimpang dengan tebal 1-4mm, untuk mendapatkan rimpang berbentuk kering atau simplisia. Agar teksturnya lebih menarik Anda bisa merebus rimpang hingga terjadi gelatinasi sebelum dirilis.

Setelah itu, keringkan dengan sinar matahari maupun pengeringan buatan bersuhu 36-460 C. Pengeringan dianggap cukup dan bisa dipatahkan ketika kadar air sekitar 8-10%

Adapun rimpang kering bisa dikemas dalam karung plastik atau peti kedap udara serta bisa disimpan dengan baik dan aman jika kadar air rendah.

Baca juga: Panduan Cara Menanam Jahe di Lahan Pekarangan

Itulah beberapa hal mengenai panen dan pasca panen jahe yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

 

 

Referensi:

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/76084/Panen-dan-Pasca-Panen-Tanaman-Jahe/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.