Ingin Menanam Tanaman Salak yang Cepat Berbuah? Ketahui Tips Ini

Tanaman salak merupakan tanaman yang tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m di atas permukaan laut, dengan tipe iklim tropis maupun sub-tropis. Pada kondisi lingkungan yang sesuai, pohon salak akan berbuah pada umur 3 tahun. Tanaman salak muda/ tunas muda salak lebih senang tumbuh di tempat yang teduh. Umumnya, salak muda atau bibit salak ditanam di bawah tempat yang banyak pohon rindang di atasnya.

Nah, bagi Anda yang ingin coba membudidayakan salak, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan supaya tanaman salak cepat berbuah dan maksimal. Yuk, tanpa berlama-lama, langsung saja simak di bawah ini.

Pembibitan

Pembibitan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan supaya tanaman salak cepat berbuah. Bibit salak umumnya ditanam dari biji yang diambil dari buah pohon salak yang bermutu. Namun, tanaman dari biji tidak selalu sama dengan induknya. Biji ditanam langsung di dalam polybag dengan kedalaman tanah 3-5 cm. Masukkan 3-4 biji dalam satu polybag dengan perbandingan tanah dan kompos 1:2. Setelah satu bulan, biji akan tumbuh dan buang tanaman parasit yang tumbuh dan pindahkan ke lahan yang kosong.

Cara lain yang dikembangkan pada saat ini adalah melalui anakan atau biasa disebut dengan cangkokan. Bibit mulai dibuat dengan memasukkan potongan bambu pada pangkal tunas anakan pohon unggul tersebut. Media cangkok yang digunakan adalah polybag dengan perbandingan campuran tanah dan kompos 2:1. Setelah tunas anakan berakar di dalam polybag, bibit harus segera disapih atau dipindah ke lahan kosong untuk mempercepat tumbuhnya akar.

Buah Salak

Perawatan

Setelah satu bulan, biji salak akan tumbuh, siangi rumput yang berada di sekitar tanaman. Tanaman tetap dijaga agar tetap lembap, cukup air, dan mendapat tempat yang rindang selama di bawah umur 1 tahun.

Pupuk buatan diberikan setiap 3 bulan sekali sebanyak 25-500 gram untuk satu pohon dan terus meningkat sesuai dengan umur tanaman. Umur 1-3 tahun diberikan sebanyak 25-300 gram dan 300-500 gram pada umur 3-10 tahun.

Sisakan daun pada tanaman sekitar 17 helai. Pelepah daun salak dipangkas dengan menggunakan gergaji atau sabit tajam. Dengan cara seperti ini, sinar matahari akan masuk ke dalam ruas pelepah, pengambilan buah menjadi lebih mudah, dan memudahkan pekerja dalam aktivitas perawatan melalui celah tanaman.

Bunga salak ada 3 macam yaitu betina, jantan,  dan campuran. Bunga jantan terbungkus oleh seludang atau spandex dengan tangkai yang memanjang. Agar pembuahan alami dapat dilakukan dengan cepat dan berhasil, sebaiknya hilangkan bunga jantan dan sisakan 5-10% dari populasi yang ditanam sebagai sumber pejantan.

Setelah salak mulai mengeluarkan bakal buah, buah tersebut harus segera dibungkus dengan menggunakan plastik, kain, atau yang lainnya. Hal ini berguna untuk melindungi buah dari serangan penyakit maupun hama.

Pemanenan

Buah salak bisa dipanen setelah matang di pohon, biasanya berumur 6 bulan setelah bunga mekar. Buah yang matang dan siap dipanen memiliki tanda warna kulit buah berwarna merah kehitaman atau kuning tua dan bulu-bulu kulit buah sudah hilang. Ujung kulit buah meruncing dan terasa lunak jika ditekan. Pemetikan buah dilakukan dengan cara memotong pada pangkal tangkai buah.


Nah, itulah tips-tips dalam membudidayakan buah salak supaya cepat berbuah, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga pemanenan. Jika cara-cara di atas dilakukan dengan benar, tidak menutup kemungkinan tanaman salak akan cepat berbuah. Bagaimana? Apakah Anda tertarik membudidayakan salak?

Baca juga: 5 Langkah Mudah Membudidayakan Kapulaga

Penulis: Irjaun Naim

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.