Ayam Arab Pedaging

Apakah Anda ingin memulai ternak ayam ayam arab pedaging? Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkah yang tentunya mudah diterapkan.

Di Indonesia, ayam sudah menjadi komoditas ternak yang penting untuk memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat.

Jenis ayam pedaging yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta profil daging gurih dan berserat yakni galur ayam arab pedaging. Perawatannya yang mudah sekaligus efisien dalam menghasilkan daging, menjadikan ternak ayam arab pedaging menarik untuk dikembangkan.

Ayam arab dengan nama ilmiah Gallus turcicus merupakan galur ayam dari daerah mediteranian. Meskipun jenis ayam ini banyak dimanfaatkan sebagai ayam petelur, namun potensinya sebagai penghasil daging juga tergolong menguntungkan.

Selain itu, pertumbuhan ayam arab pedaging bisa dibilang cukup cepat. Hanya dalam waktu 4 bulan bobotnya sudah bisa mencapai 1,8-2 kg. Bagi Anda yang tertarik untuk memulai ternak ayam arab pedaging, simak ulasan berikut ini:

Persiapan Kandang Ayam Arab

Bahan yang digunakan untuk membuat kandang ayam arab yaitu dengan menggunakan kayu bambu. Selain harganya yang  murah, permukaan bambu juga mudah dibersihkan serta memiliki serat yang kuat sekaligus tahan air.

Karena ayam pedaging yang dirawat nantinya akan diambil dagingnya, maka bentuk kandang gunakan sistem koloni. Bentuk kandang tipe koloni yaitu berupa petak yang nantinya bisa diisi ratusan bahkan ribuan ayam, sama seperti halnya kandang ayam ras pedaging broiler.

Sedangkan untuk ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah populasi dan umur ayam untuk setiap satu meter persegi :

  1. Ayam umur 1-6 hari = 60 ekor
  2. Ayam umur 7-12 hari =  40 ekor
  3. Ayam umur 13-30 hari = 20 ekor
  4. Ayam umur 31 hari sampai panen = 9 ekor

Ternak Ayam Arab

Ada dua tahapan pertumbuhan ayam arab pedaging, yakni fase anakan atau starter mulai dari DOC hingga berumur 30 hari, serta fase penggemukan mulai dari umur 31 hari hingga 4 bulan.

Pada saat fase starter, DOC atau anakan ayam arab yang masih berumur 1 hari membutuhkan lingkungan yang hangat. Untuk itu Anda perlu memberikan pemanas buatan berupa brooder listrik lampu ataupun yang menggunakan gas.

Baca Juga: Panduan Lengkap Ternak Ayam Petelur untuk Meningkatkan Produksi

Pemberian Pakan

Selama masa pertumbuhannya, ayam arab membutuhkan asupan pakan yang mengandung energi dan protein yang tinggi. Untuk memudahkan proses perawatan sekaligus pertumbuhan yang seragam, maka gunakan pakan komplit untuk ayam yang banyak dijual di poultry shop.

Anda juga bisa membuat pakan sendiri dari campuran jagung, dedak halus serta pakan komplit ayam pedaging dengan persentase masing-masing 13%, 27% dan 60%.

Campuran ketiga bahan tersebut akan menghasilkan pakan dengan kandungan protein 17-18% serta energi sebesar 2800-2900 kkal, yang sesuai untuk pertumbuhan ayam arab fase starter.

Untuk waktu pemberian pakan, sebaiknya dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni di pagi hari, siang dan sore hari. Gunakan wadah pakan ayam yang berukuran minimal 5 kg agar lebih efisien.

Sedangkan air minum sebaiknya selalu Anda sediakan menggunakan wadah minum untuk ayam. Untuk mencegah penyebaran penyakit, Anda perlu membersihkan wadah air minum setiap seminggu sekali.

Ayam arab pedaging juga menyukai dedaunan atau sayuran seperti kangkung, bayam dan daun lamtoro. Tambahan pakan ini bisa Anda berikan sesekali untuk menambah asupan serat sekaligus nutrisi berupa vitamin dan mineral.

Namun, jangan memberikan sayuran terlalu banyak, karena bisa menimbulkan bolting atau kembung.

Baca Juga: 5 Cara Beternak Ayam Kampung Bagi Pemula

Anak Ayam Arab

Panen dan Sterilisasi Kandang

Ayam arab pedaging bisa dipanen setelah berumur 3-4 bulan. Bobot rata-rata yang bisa dihasilkan untuk setiap satu ekor mencapai 1,8-2 kg. Nah, Anda bisa langsung mendistribusikannya ke restoran atau menjualnya ke pasar tradisional.

Setelah melakukan aktifitas panen dan pengosongan kandang, lakukan pembersihan dan sanitasi. Fungsinya yakni untuk menghilangkan penyakit yang bisa menjangkiti ayam periode berikutnya.

Semprot kandang tersebut dengan menggunakan air bertekanan. Kemudian, gosok lantai kandang hingga kotorannya hilang. Langkah terakhir yakni menyemprot dengan cairan formalin 0,5%, cara membuatnya, campurkan formalin yang berkadar 40% dengan air bersih, gunakan perbandingan 1:79.

Apabila diperlukan, Anda juga bisa melanjutkan aktivitas sanitasi dengan menggunakan Gabprotec untuk membunuh bakteri di kandang.

Pastikan saat melakukan sanitasi kandang Anda menggunakan pakaian berupa jas hujan, sarung tangan,  kacamata renang, sepatu boot, dan penutup kepala atau rambut. Untuk mengurangi efek samping dan menetralisir racun setelah penyemprotan tersebut minumlah susu sebanyak 2 gelas sehari selama 3 hari berturut-turut.


Itulah 3 langkah mudah dalam beternak ayam arab pedaging. Bagaimana Sobat PTD? Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

Baca Juga: Cara Ternak Ayam Bangkok Aduan Bagi Pemula

Penulis: Taufik Setyo Purnomo

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • BPTP Jambi (2014). PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA  AYAM KAMPUNG UNGGUL (KUB) BADAN LITBANG PERTANIAN DI PROVINSI JAMBI
  • Diana. FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU (2012). PERFORMANS AYAM ARAB (Gallus turcicus) PERIODE STARTER YANG DIBERI RANSUM DENGAN LEVEL PROTEIN DAN ENERGI YANG BERBEDA
  • Hasti. Hobiternak (2017). Pengaturan Kepadatan Populasi Ayam Kampung Super Mulai Dari Anakan Hingga Indukan
  • Paradiptya, A. Dokter unggas (2015). CARA MUDAH STERILISASI KANDANG AYAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.