Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai dampak positif dari bantuan tegnologi alsinta bagi petani.

Tegnologi Pertanian

Tegnologi Baru

pixabay.com

Baca Juga : Beberapa Keuntungan Menjadi Petani Sukses

Berkaca dari sistem pertanian modern yang telah diterapkan di negara-negara maju, seperti Jepang, Amerika, dan China.

Pola pertanian di Indonesia harus segera berbenah. Pasalnya, sebagian besar petani di Indonesia belum mampu memaksimalkan perkembangan alat.

Teknologi dan memanfaatkan alat-alat pertanian modern untuk mendongkrak produktivitas area persawahan.

Di negara-negara maju, hampir seluruh aspek pada sektor pertanian telah menggunakan peralatan yang jauh lebih modern dan tidak hanya mengandalkan tenaga manusia.

Misalnya di Jepang, produksi pangan di negara ini telah memanfaatkan alat pertanian modern.

Mulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan, pemanenan, hingga proses lain sampai ke tangan konsumen.

Efektivitas dan efisiensi adalah tujuan utama dari penggunaan teknologi di bidang pertanian.

Dampak Positif Tegnologi

pixabay.com

Baca Juga : Kisah Petani Sukses Yang Berdampak Positif Untuk Sektor Pertanian

Alsintan menjadi solusi kelangkaan tenaga kerja yang sering terjadi di pedesaan.

Apalagi jumlah terbanyak tenaga kerja pada sektor tanaman pangan adalah petani yang sudah berusia lebih kurang 60 tahun kemudian disusul usia antara 40-45 tahun.

Masalah yang muncul pada kegiatan tanam dapat ditangani dengan menerapkan mesin tanam pindah bibit padi.

Mesin transplanter bisa dijadikan solusi peningkatan kerja kegiatan tanam padi. Hemat tenaga kerja, mempercepat waktu penyelesaian kerja tanam per satuan luas lahan.

Faktor ini yang akhirnya bisa menurunkan biaya produksi budidaya padi.

Dampak nyata penggunaan mesin tanam padi ini, terlihat dari hasil pengamatan di tingkat petani.

Pengguna mesin transplanter menunjukkan bahwa rata-rata kinerja satu mesin transplanter dengan satu orang operator dan dua asistennya dapat menggantikan 15-27 hari orang kerja (HOK).

Sedangkan kemampuan kerja tanam mencapai 1 sampai 1,2 hektar per hari.

Saat ini Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Kementan sendiri sudah menghasilkan mesin transplanter yang dinamai dengan mesin Transplanter Jarwo 2:1.

Secara umum rata-rata biaya tanam padi secara manual sekitar Rp 1,72 juta per hektar, sedangkan dengan mesin transplanter jarwo 2:1 sekitar Rp 1,1 juta per hektar.


Itulah informasi mengenai dampak positif dari bantuan tegnologi alsinta bagi petani. Semoga Informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!.

Baca Juga : Beberapa Keuntungan Menjadi Petani Sukses

Sumber : Kompas.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.