Tips Untuk Dosis Pupuk Padi yang Tepat Bagi Petani

Sebagai negara yang mengkonsumsi makanan dari padi, tentunya menanam padi sudah menjadi hal yang umum untuk dilakukan. Namun banyak dari kita yang masih belum tahu apa saja komposisi yang baik untuk membuat dosis pupuk padi yang tepat tentunya.

Padi dapat tumbuh subur karena unsur-unsur hara yang terkandung didalam pupuk yang kita sajikan kepada tanaman. Namun alangkah baiknya jika dosis yang kita berikan sudah tepat. Bagaimana cara menentukannya? Yuk simak ulasannya disini ya.

Teknik Memberikan Pupuk Untuk Padi

Ada beberapa cara untuk memberikan pupuk kepada padi, cara tersebut ialah sebagai berikut:

1. Untuk dengan penanaman sistem tegel, Anda tinggal menaburkan pupuk secara merata di sawah Anda.
2. Untuk penanaman dengan sistem tanam jajar legowo, Anda dapat memberikan pupuk hanya pada tempat yang terdapat tanaman padi, atau di luar legowo.

Baca Juga : 5 Teknologi Tepat Guna yang Dibutuhkan Petani Padi

3. Anda dapat memberikan pupuk padi dengan cara menghimpitkannya serta meletakkannya di perempatan jarak tanaman padi.
4. Sebagai tambahan dari poin ketiga, Anda dapat menginjakkan pupuk yang telah diletakkan di perempatan padi tersebut agar pupuk lebih mudah diserap tanaman sehingga lebih efektif.

Menanam padi dengan dosis yang tepat
Sudah tepatkah dosis pupuk padi kamu hari ini?

Mengetahui Dosis Pupuk Padi yang Tepat

Nah setelah mengetahui cara memberikan pupuk, sekarang mari kita lihat bagaimana dosis pupuk yang tepat untuk padi.

1. Menggunakan Urea, SP36 dan KCl

Untuk menggunakan pupuk kombinasi ini, Anda dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut
200-250 kg Urea : 100-150 kg SP36 : 75 kg KCl dalam satu hektar tanaman padi.

– Pada hari pertama sebelum penanaman, gunakan pupuk SP36.
– Pada tujuh hari setelah penanaman, gunakan pupuk Urea dan KCl.
– Pada 20 hari setelah penanaman, gunakan pupuk urea.
– Pada 30 hari setelah penanaman, gunakan pupuk urea dan KCl.

Baca Juga : 7 Tahap Sukses Membudidayakan Padi di Lahan Rawa

2. Menggunakan Pupuk Urea dan NPK Ponska

Untuk menggunakan pupuk kombinasi ini, Anda dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut :
100 kg Urea : 300 kg NPK Ponska untuk satu hektar tanaman padi.

– Pada 7 hari setelah tanam, Anda dapat memberikan pupuk urea dan pupuk NPK Ponska.
– Pada 20 dan 30 hari setelah tanam, berikan kembali pupuk urea dan NPK Ponska.

3. Menggunakan pupuk Urea dan NPK Pelangi.

Untuk menggunakan pupuk kombinasi ini, Anda dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut :  100 kg Urea : 300 kg NPK Pelangi per satu hektar tanaman padi.

– Pada umur 1 hari setelah tanam, Anda dapat memberikan pupuk NPK Pelangi.
– Pada umur 7 hari setelah tanam, Anda dapat memberikan pupuk urea.
– Pada umur 20 dan 30 hari setelah tanam, Anda dapat memberikan pupuk urea kembali.

Nah itu dia sedikit ulasan artikel pertanian tentang dosis melihat dosis pupuk tanaman padi yang tepat. Nah bagaimana menurut kamu sobat PTD?


Yuk bagikan artikel diatas bila bermanfaat ya.

Baca Juga : 5 Dampak Penggunaan Pupuk Organik yang Belum Matang

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Comments

  1. Gan mau nanya nih???,

    kalau pupuk kombiasian antara Urea, Ponska, Tsp dan Kcl, itu bagaimana gan, bagus gak yah? Dan berapa dosinya, mohon penjelasanya.

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.