Ini Tahapan Dalam Melakukan Budidaya Timun Suri Organik

Sebenarnya, timun suri lebih mendekati tanaman blewah, melon dan semangka dibanding dengan mentimun, namun banyak orang lebih mengasosiasikan timun suri dengan mentimun. Morfologi daun timun suri lebih membulat seperti melon dibanding dengan daun mentimun yang cenderung runcing. Begitu pula bijinya, lebih mirip dengan melon, lebih pendek.

timun suri

Sumber : mandira.id

Umumnya, petani mengenal hama timun suri mirip dengan mentimun. Namun timun suri dinilai lebih resisten terhadap hama dikarenakan pertumbuhan cabang dan tunas batangnya yang kokoh.

Selain menyegarkan, timun suri juga memiliki efek antioksidan yang berasal dari kandung provitamin A-nya. Selain itu, timun suri juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi, fosfor, kalium dan zat besi.

Berikut ini akan diuraikan ini tahapan dalam melakukan budidaya timun suri organik :

Pengolahan Lahan

lahan timun suri

Sumber : agrotek.id

  1. Lahan yang digunakan untuk budidaya timun suri sebaiknya berupa lahan datar dan tidak dibuat bedengan.
  2. Cangkul halus tanah yang akan dijadikan lahan budidaya.
  3. Kemudian buat lubang berukuran 1 m x 1 m.
  4. Masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang dalam setiap lubang sekitar 1 kg kemudian biarkan selama 2 hari.

Penanaman Benih

  1. Setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari, lakukan penanaman dengan memasukkan benih sebanyak 2 biji ke dalam setiap lubang tanam, kemudian tutup.
  2. Siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Umumnya tanaman akan tumbuh dengan serentak pada umur 7 HST, jika ada tanaman yang belum tumbuh, maka segera lakukan penyulaman.
  3. Umumnya benih digunakan minimal selama satu tahun, dengan kekuatan tergantung pada perawatan serta penyimpanan benih.

Perawatan dan Pemeliharaan Timun Suri

Timun suri merupakan tanaman yang resisten dan tahan panas sehingga tidak sulit perawatannya. Cara perawatannya yaitu:

  1. Lakukan penyiangan saat timun suri berumur 7 HST. Sementara untuk tanaman yang sudah dewasa dapat bersaing dengan gulma.
  2. Jika tanaman sudah berbuah, gulma menjadi menguntungkan karena dapat dijadikan alas antara buah dengan tanah sehingga buah tidak terkontak langsung dengan tanah dan terhindar dari serangan cacing atau hewan lainnya di permukaan tanah.

Pemanenan

produk olahan timun suri

Sumber : Tupperware

  1. Timun suri dapat dipanen pada kisaran umur 60-75 HST tergantung jenisnya.
  2. Panen dapat dilakukan dengan secara bertahap sampai 10 kali.
  3. Buah yang sudah layak panen dapat diperiksa dengan melihat apakah buah sudah lepas dari tangkainya.
  4. Setelah dipanen, lakukan pencucian kemudian sortasi, ‘grading’ dan pengemasan sebelum di jual. Umumnya permintaan timun suri meningkat saat bulan Ramadan untuk dijadikan sajian berbuka puasa.
Baca juga: Panduan Budidaya Brokoli Kuning Dan Perawatannya

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.