Kenali 4 Hama Pohon Akasia dan Cara Menanganinya

Akasia (Acacia mangium) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang sangat potensial dimanfaatkan di Indonesia. Kayu ini sendiri sudah banyak digunakan dalam pembuatan berbagai macam furnitur seperti kursi, meja, lemari, rak, dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh pohon akasia memiliki kualitas kayu yang baik. Pohon akasia memiliki banyak kelebihan yaitu pembudidayaannya yang mudah dan pertumbuhannya yang tergolong cepat.

Walaupun begitu, hama dan penyakit yang menyerang tumbuhan ini juga patut diwaspadai karena secara langsung dapat menurunkan tingkat produktivitas dan kualitas kayu akasia. Berikut ini adalah beberapa jenis hama yang menyerang pohon akasia beserta cara menanganinya.

Ochtebius dilataus

Gejala serangan yang ditimbulkan oleh hama ini adalah keluarnya getah dari batang, kulit kayu yang mengering dan mengelupas. Penyerangan pada pokok batang akan menyebabkan batang mati.

Ochtebius Dilataus
Foto: zin.ru

Cara efektif yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah dengan memusnahkan sarang, memberikan herbisida, dan memotong cabang yang terserang.

Xylodepra sp

Serangan yang disebabkan oleh hama ini adalah munculnya lubang gerek di bagian dalam ranting pohon akasia. Jika tidak dikendalikan, lubang gerek ini akan semakin membesar karena adanya aktivitas makan larva Xylodepra sp di dalam lubang.

Cara yang efektif untuk mengendalikan hama ini adalah menutup permukaan perakaran tanah setebal 2 cm, sterilisasi kumbang jantan, dan melakukan sanitasi kebun yaitu dengan menebang dan membakar tanaman akasia yang telah mati agar infeksi tidak menyebar.

Xylodepra sp
Foto: flickr.com

Captotermes curvignatus

Hama ini termasuk ke dalam family Rhinotermidae. Gejala serangan yang ditimbulkan dari rayap ini adalah rusaknya batang pohon hingga menyebabkan batang hancur. Ini disebabkan oleh adanya aktivitas rayap yang memakan selulosa pada batang sehingga batang menjadi lapuk. Selain itu, rayap juga biasa membuat sarang atau rumah di bagian permukaan kulit sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu.

Cara efektif untuk menangani hama rayap adalah dengan menghadirkan musuh alami rayap, salah satunya adalah semut gramang. Di dalam Jurnal Penelitan Hutan Tanaman tahun 2012, yang dipublikasikan oleh Asmaliyah dkk, dijelaskan hasil penelitian bahwa populasi rayap menurun setelah hadirnya semut gramang atau semut rangrang. Menurut mereka, hal ini disebabkan oleh semut gramang aktif memakan telur-telur rayap.

Captotermes curvignatus
Foto: biolib.cz

Xystrocera festiva

Hama pohon akasia yang terakhir adalah Xystrocera festiva. Hama ini termasuk ke dalam hama kumbang penggerek batang. Hama ini kebanyakan aktif pada malam hari dan banyak menyerang tanaman berkayu, tak terkecuali pohon akasia. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah ujung ranting yang mengering, batang yang berlubang, ada bekas-bekas berupa gesekan, getah, dan juga spot kehitaman.

Penanggulangan dan pengendalian hama yang bisa dilakukan yaitu dengan memotong ranting atau batang yang telah terinfeksi hama dan mengurangi asupan nitrogen pada tanaman, serta lebih menambahkan unsur K dan P tinggi (Trubus, 2014).

Xystrocera festiva
Foto: natureloveyou.sg

Nah, sahabat tani, itulah beberapa hama pada pohon akasia yang harus diwaspadai oleh petani. Setelah penjelasan di atas diuraikan, kita sudah mengetahui bahwa serangan hama ternyata tidak hanya terjadi pada tanaman hortikultura atau tanaman palawija saja. Namun, juga bisa menyerang tanaman hutan, salah satunya adalah pohon akasia.

Dengan mengenal berbagai macam gejala dari hama dan cara penanganannya, diharapkan dapat membantu para petani, khususnya di bidang budidaya tanaman industri mebel.

Baca juga: Ini Dia 5 Hama Bawang Putih dan Cara Mengendalikannya

Penulis: Novita Awalia Rahmah

Sumber :

Asmaliyah dkk., 2012. Identifikasi dan Potensi Kerusakan Rayap pada Tanaman Trembesu (Fagrea fragrans) di Kebun Percobaan Way Hanakau, Lampung Utara. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. Vol 9 (4)

Trubus, 2014. Hama & Penyakit Tanaman. Deteksi Dini & Penanggulangan. Majalah Trubus Vol 9

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.